07 Mei 2013

Another Piece of Puzzle

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS Ar-Rahmaan

Saya ingin menulis sesuatu yang berhubungan dengan tulisan saya beberapa waktu lalu di sini.

Perjalanan hidup ini bagaikan puzzle. Setiap kita meletakkan satu puzzle yang berhubungan dengan puzzle yang telah kita letakkan sebelumnya, kita akan melihat satu gambaran baru. Dan akhirnya kita merasakan bahwa kejadian-kejadian sebelumnya dan yang akan datang memang sudah diskenariokan oleh Sang Pembuat puzzle.

Sudah berapa banyakkah puzzle yang telah saya dapatkan? Tentunya sangat banyak sekali, sebanyak pengalaman yang telah terekam dalam memori saya. Inilah beberapa puzzle yang pernah saya dapat dalam hidup saya:

06 Mei 2013

Nonton Konser: Tokyo Philharmonic Orchestra

Dalam periode tertentu International Center Advising Room Todai selalu menawarkan tiket gratis pertunjukan seni untuk mahasiswa. Kadang, bahkan tak jarang, jika peminatnya banyak dilakukan sistem pengundian. Pertunjukan seni yang ditawarkan itu bermacam-macam, ada pertunjukan tradisional Jepang seperti Sumo, Bunraku, Kabuki, hingga pertunjukan orkestra simponi. Beberapa kali saya melewatkan kesempatan itu karena waktu pertunjukan yang tidak pas dan kalah dalam undian. Saat itu saya pesan dua tiket untuk pertunjukan orkestra simponi, dengan pertimbangan nanti bisa ngajak teman siapapun itu. Ehh, ternyata sepertinya konser tersebut banyak peminatnya, dengan memesan dua tiket ternyata kans saya semakin kecil. Akhirnya niat saya untuk mencoba menikmati "konser mahal" pun tidak terlaksana. Sebetulnya saya bukan orang yang pandai bermusik ataupun "fans" musik klasik. Saya hanyalah simpatisan. Hal ini berawal dari hobi saya membaca komik biografi tokoh dunia saat SD yang diantaranya ada biografi Wolfgang Amadeus Mozart dan Ludwig van Beethoven. Lalu saat SMA saya dikirimi ayah saya kaset musik klasik/ baroque karya Beethoven dan Mozart. Sejak saat itu hanya musik klasik dan lantunan Al quran saja yang bisa menemani saya belajar tanpa mengganggu konsentrasi. Kalau saya belajar sambil mendengar musik yang berlirik, konsentrasi saya pasti buyar.


Meskipun gagal dapat undian untuk nonton konser, akhirnya kesempatan lain pun datang. Salah satu teman saya diberi jatah tiket konser dari pemberi beasiswanya dan menawarkan satu tiket untuk saya. Ternyata kursinya pun dapet yang paling mahal, uwow! Beruntung banget. Akhirnya berangkatlah saya di hari Kamis sore tanggal 18 April itu. Sebenarnya siangnya saya sedang melakukan eksperimen, dan sore itu hasilnya kurang memuaskan, jadilah dengan emosi saya langsung escape dari lab :p

Konser Tokyo Philharmonic Orchestra