25 September 2012

Pengalaman berbahasa Indonesia di tanah orang

Kisah saya saat bertemu dengan orang Jepang yang mahir berbahasa Indonesia. Apa yang saya rasakan? Bagaimana kelanjutan ceritanya? *iklan mode: on*

Silakan klik link di atas

11 September 2012

Renungan Malam

Kemarin malam (6 jam yang lalu) saya berniat untuk menghabiskan malam dengan menghasilkan karya yang jika berhasil akan menghasilkan sejumlah yen yang akan cukup untuk merealisasikan beberapa mimpi saya.
Namun saya memilih tidur. Rencananya 15 menit, jadi 2,5 jam.
Bangun tidur, "menggelar sajadah hijau", buka laptop, mulai menulis...inspirasi tidak muncul, buka wikipedia, baca sini-baca situ, buka facebook, twitter, whatsapp...time wasting...sampai akhirnya saya kembali mengunjungi salah satu blog yang pernah menginspirasi saya. Blog yang dimiliki seseorang yang menjadi senior teman-teman saya yang pernah menimba ilmu di Jl. Belitung. Blog milik beliau yang sosoknya belum pernah saya temui.

Dari kepribadian dan prestasi yang telah dia capai, saya pun melakukan "mirroring." 
Berapa banyak waktu yang saya habiskan untuk membaca buku selama ini...
Berapa banyak waktu yang saya habiskan untuk berintrospeksi setiap harinya...
Berapa banyak waktu yang saya habiskan untuk menghafal dan mentadaburi ayat-ayat-Nya...

Ternyata saya masih jauh tertinggal dari seorang sosok itu. Apalagi jika melihat sosok Rasulullah SAW.

66 menit menuju Subuh sekarang, sebelum fajar menyingsing, masih ada waktu untuk meningkatkan kualitas diri.

-Penghujung fajar, Tokyo Bay

04 September 2012

Field Trip ke Tohoku: Belajar & Liburan


Salah satu keuntungan jadi mahasiswa Teknik Sipil adalah seringnya kita bepergian dalam rangka field trip, salah satunya adalah mengunjungi daerah bencana untuk mendapatkan lesson learned dari laboratorium alam tersebut.

Selama tiga hari ini, dimulai dari hari Sabtu, tujuh orang anggota lab kami di Universitas Tokyo mengadakan perjalanan napak tilas sisa-sisa gempa dan tsunami di daerah Tohoku untuk yang ketiga kalinya. Perjalanan kali ini kami menemani Prof. Nawawi Chow dari University of Auckland. Kesempatan yang bagus untuk saya yang belum pernah melihat daerah tersebut. 

Perjalanan dimulai dari stasiun Ueno menuju Sendai dengan menggunakan Shinkansen. Alhamdulillah saya diberi kesempatan naik Shinkansen lagi, transportasi darat tercepat di Jepang. Shinkansen yang kami pakai adalah tipe Yamabiko. Saya sangat terkesan dengan perusahaan JR (Japan Railway) East yang mengelola Shinkansen ini. Dengan slogan "Tsunageyou, Nihon" (connecting Japan) mereka terus melakukan peningkatan layanan fisik dan non fisik, dengan membangun jaringan hingga Jepang utara (tujuan akhirnya adalah menghubungkan Hokkaido dan Honsu) serta melakukan inovasi-inovasi di bidang pelayanan penumpang.
Tsunageyou, Nihon.

Shinkansen Yamabiko to Sendai

Kota-kota yang kami kunjungi adalah daerah yang terkena gempa dan, terutama, tsunami, di bulan Maret 2011. Kota-kota tersebut adalah: Sendai, Onagawa, Ishinomaki, Minami Sanriku, Kesennuma, Rikuzentakata, Ofunato, dan Kamaishi. Khusus di Sendai, kami tidak mengamati lokasi yang terkena tsunami, melainkan ,mengamati fenomena ground movement (pergerakan tanah) yang terjadi di daerah perumahan yang dahulu dibangun di lereng artificial (buatan) dengan metoda cut and fill, melandaikan (grading) dengan mengambil tanah dari satu bagian lalu menaruhnya di bagian lain. Perumahan yang dibangun di daerah berkontur ini sering dinamakan "Midorigaoka" (green hill) dan sering mengalami ground movement yang akibatnya cukup signifikan. Oleh karena itu, salah satu dosen saya beranekdot, "Midorigaoka is a dangerous place!" Kasus ini bisa juga dijadikan perhatian bagi teman-teman yang berkecimpung di dunia konsultan atau kontraktor untuk berhati-hati mengenai masalah ini. Pada umumnya daerah "fill" tidak terkompaksi dan tertahan (retain) dengan baik, akibatnya kerusakan parah terjadi di daerah tersebut. Saya jadi ingat perkataan salah satu pakar geoteknik di Indonesia," Jangan pernah menganaktirikan geoteknik, nanti dia akan membalas dendam." Inilah yang terjadi di Midorigaoka.