25 Agustus 2012

Financial Planning

Berada jauh dari rumah dan hidup sendiri dengan modal tertentu per bulannya, merupakan tantangan sendiri bagi kita yang mengalaminya. Saya sudah pernah merasakan pengalaman ini saat bersekolah jauh dari kota kelahiran, kini saya merasakan pengalaman yang sama untuk kedua kalinya. 

Melakukan perencanaan finansial (financial planning) adalah salah satu cara untuk "hidup berkelanjutan." Karena kita perlu mengatur segala kebutuhan kita dengan menggunakan sumber (resources) yang ada. Dari perencanaan finansial itu juga kita bisa mengevaluasi sifat konsumtif serta dapat menentukan prioritas pengeluaran yang harus kita lakukan. Saat SMA dulu saya mencatat segala pemasukan dan pengeluaran saya per bulannya di sebuah buku kecil. Dari catatan pengeluaran untuk jajan hingga tagihan hutang piutang saya catat semua. Namun kondisi dahulu berbeda dengan sekarang. Dahulu jika saya kekurangan uang, mungkin dengan mudahnya saya bisa meminta kiriman dari orang tua. Sekarang, dalam kondisi belajar di negeri orang dengan beasiswa yang jumlahnya sama per bulannya, perencanaan finansial saya harus lebih rapi.

17 Agustus 2012

Apa makna 17 Agustus 1945 untukmu?

67 tahun sudah negeri ini merdeka
Setiap tahun kita peringati kemerdekaan ini
Dengan jargon-jargon
Semangat sesaat setelah itu hilang

Di tempat ini untuk pertama kalinya aku tidak mendengar jargon-jargon
Dulu aku sering mendengar: "Dengan Semangat '45, mari kita tingkatkan Nasionalisme kita"
Apa sebenarnya makna 17 Agustus 1945? Apa sebenarnya Nasionalisme itu?
Mari definisikan sendiri...

Bagiku, semangat 17 Agustus adalah belajar sampai "mampus"
Nasionalisme adalah berprestasi setinggi-tingginya
Agar suatu hari nanti orang-orang dapat melihat karya terbaikku
Dan mereka sadar bahwa itu adalah karya putera Indonesia

-Selamat ulang tahun Indonesia-ku, semoga Allah SWT memberikan kejayaan pada negeri ini


13 Agustus 2012

#SaveUdin

Sejak pertama kali melihat video #SaveMaryam saya langsung bergidik ketakutan. Bukan takut karena percaya akan isi yang dibawakan video tersebut, tapi takut akan efek samping yang akan muncul dari orang-orang Indonesia (baik muslim maupun kristiani) yang menonton tayangan tersebut.

Isinya vulgar (akhirnya saya menemukan kata ini) dan saya merasakan kejanggalan-kejanggalan yang ada di video tersebut.

Ternyata ada rekan-rekan Indonesia lain yang berpikiran sama. Alhamdulillah ada "counter attack" yang dilancarkan rekan-rekan ini. Berikut ini adalah videonya Saepudin a.k.a #SaveUdin.


Jam Shiodome

Nama asli jam ini adalah: NI-TELE Really Big Clock.

Tahu jam dinding yang bisa ngeluarin burung? "kukuk...kukuk..." Alih-alih hanya "mengeluarkan burung" dari sarangnya setiap satu jam, jam besar ini akan melakukan performance mekanis. Jujur, saya senang dengan musik yang mereka mainkan.

Jam ini seolah-olah digerakkan oleh tenaga uap yang dikontrol oleh para pekerja "manusia mesin" yang ada di mesin jam tersebut. Berikut ini video hasil rekamannya (maaf goyang-goyang, maklum newbie :p ).

video

11 Agustus 2012

Seal Robot

Hari ini di TIEC (Tokyo International Exchange Center) diadakan festival musim panas dan acara-acara lainnya, seperti simposium internasional serta pameran-pameran.
Selepas mengikuti acara simposium yang menarik tentang "Globalisasi" saya menemukan robot lucu dari "Miraikan." Robot ini mereka buat sebagai pemulih psikologis anak akibat bencana dan kondisi sakit.
Dia akan bereaksi terhadap berbagai macam bentuk rangsangan.

Robotnya lucu banget...

video

10 Agustus 2012

Ramadan Iftar Party and Cultural Exchange 2012

(Artikel ini merupakan re-post dari artikel yang sama yang dimuat di website Todai Muslim - keluarga mahasiswa muslim Indonesia di Universitas Tokyo, Jepang)

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, di bulan Ramadan tahun ini Tokyo University Islamic Cultural Society (TUICS) mengadakan acara buka puasa (iftar) bersama di kampus Universitas Tokyo. Berhubung Ramadan tahun ini bersinggungan dengan liburan musim panas, maka iftar bersama dilakukan di awal bulan Ramadan. Iftar ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa muslim saja, TUICS juga mengundang rekan-rekan non muslim baik yang berasal dari Jepang maupun dari negara-negara lain. Berdasarkan postingan terakhir di  event page acara ini di Facebook, acara yang tahun ini bernama “Ramadan Iftar Party & Cultural Exchange” merupakan acara iftar terbesar yang pernah diadakan oleh TUICS. Subhanallah.

Seminar “Islam and Contemporary Science”
Di iftar kali ini, selain menyelenggarakan ibadah berbuka puasa, TUICS juga mengadakan seminar yang berjudul “Islam and Contemporary Science.” Seminar tersebut terdiri dari tiga sesi yang membahas Islam dan fenomena-fenomena ilmu pengetahuan yang ternyata sudah tercantum di Al Quran empat belas abad silam. Sesi pertama berjudul “Ramadan and Fasting in Islam”, dijelaskan oleh brother Salman Sugimoto, seorang muslim Jepang. Beliau sudah 16 tahun menjadi mualaf. Dalam presentasinya beliau menjelaskan perbedaan puasa orang Jepang dan puasa Muslim. Juga menerangkan bahwa muslim itu tidak hanya orang Arab, bahkan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia adalah Indonesia.

Sesi berikutnyan tentang “Computer Science and Islam” yang dibawakan oleh brother Mohammed Kharrat, mahasiswa University of Tokyo. Di sini dijelaskan beberapa contoh ayat dalam Al Quran yang kebenarannya telah dibuktikan oleh sains modern, seperti gunung yang diciptakan sebagai pasak dan lebah yang mengikuti lintasan terpendek untuk hinggap di bunga. Presentasi tersebut dilengkapi juga dengan hasil riset ilmiah yang menyertainya. 
Lalu sesi terakhir diisi oleh brother Dawud dari Tokyo Medical and Dental University yang membahas tentang “Ramadan and Health.” Dalam presentasinya itu beliau menyertakan hasil sebuah eksperimen terhadap tikus yang puasa dan yang tidak puasa. Tikus yang puasa dengan parameter tertentu terbukti lebih kuat dari tikus yang tidak puasa.

Sesuai dugaan, acara seminar ini menimbulkan antusiasme para peserta yang sebagian besar adalah warga negara Jepang. Terlebih setiap peserta diberikan souvenir khusus berupa siwak dan buklet yang menjelaskan tentang Muslim dan Islam.



Suasana seminar "Islam and Contemporary Science"