29 Juni 2012

Pembimbingku

Udah lama ga pake "aku"-aku an lagi. Hehe. Jadinya di postingan kali ini nyobain pake judul seperti di atas. Kepanjangan dari judul itu adalah: Pembimbing Aku (kalau di Bahasa Inggris-in: My Supervisor).
(...aduh, geli...wkwk)

Kenapa tiba-tiba saya ingin bercerita tentang pembimbing saya ini? Karena saya melihat sosok dosen dan pengajar yang berbeda dari yang selama ini saya rasakan di bangku kuliah.

Pembimbing saya ini tergolong dosen muda. Associate Professor. Beliau salah satu dari empat (ya, hanya empat!) dosen di research group Infrastructure and Designing A/ Geoteknik di Todai. Setiap mengajar mahasiswa bachelor, totalitasnya sangat terlihat. Praktikum untuk mahasiswa bachelor pun beliau yang turun langsung ke lapangan. Memberi penjelasan materi tentang praktikum tersebut sampai menemani untuk uji lapangan. Bukan sembarang menemani. Beliau langsung memeragakan cara menggunakan DCPT, uji seismik, hingga ikut berkotor-kotoran di Sanshiro-Ike saat praktikum investigasi lapangan. 

Kemeja lengan pendek dengan saku di sebelah kiri adalah pakaiannya setiap hari. Saku tersebut selalu penuh dengan pulpen, pensil, spidol, dan sketch paper. Saat kami mengunjungi instalasi riset Todai di Chiba, beliau menunjukkan fleksibilitas "alat tulis kantor" yang ada di sakunya itu saat memberikan instruksi di lapangan. Beliau terlihat pasif, tapi ternyata saat party bisa membaur dengan kami. Menanyakan kabar, mengapresiasi prestasi di luar bidang akademik, mengatur pertandingan voli, dan lain-lain. 

Beliau lebih sering menggunakan Bahasa Jepang, atau Bahasa Inggris dengan campuran ekspresi Nihongo. Sikap ini membuat saya berpikiran bahwa sikap orang Jepang yang pasif dan tertutup itu ada pada diri beliau. Namun dugaan saya itu hanya sampai beberapa minggu lalu saat ada kuliah tamu dari salah seorang peneliti di Swiss (penggalan ceritanya ada di sini). Peneliti tersebut mempresentasikan tentang teknologi fiber optik dalam geoteknik dan salah satu contoh kegunaannya adalah bisa diaplikasikan untuk monitoring landslide, yang mana merupakan topik riset kami (saya, pembimbing saya, dan beberapa mahasiswa doktor). Saat sesi diskusi dimulai, pembimbing (berikutnya saya sebut sensei aja ya, lebih singkat, hehe) saya bertanya. Sebelumnya saya berpikir kalau sensei akan mengungkapkan ketertarikannya di bidang ini dan menanyakan tentang kemungkinan pengaplikasiannya dalam riset-riset kami. Tapi ternyata, beliau mengungkapkan limitation atau kekurangan-kekurangan dari teknologi ini. Beliau berbicara seperti itu karena ternyata beberapa tahun sebelumnya beliau pernah melakukan riset fiber optik di Cambridge. Beberapa tahun sebelumnya beliau sudah tahu tentang ini (wow!).
Anggapan saya terhadap beliau (pasif, tertutup) pun buyar seketika. Saya merasa beruntung bisa dibimbing oleh orang yang benar-benar ahli di bidang ini. Smart but humble.

Kasus lain, yaitu hari ini, memperlihatkan kalau beliau tidak segan-segan turun ke "lapangan." Hari ini kami janjian untuk mencoba apparatus yang akan saya gunakan untuk riset. Dalam proses pengecekan, beliau meminta saya untuk mengkalibrasi alat. Namun, bukannya saya  yang bekerja, malah sensei saya itu yang memulai mengotak-atik alat. Mengecek setiap channel satu per satu. Sampai-sampai tidak ragu memasukkan selang (yang dalam kondisi kotor karena sudah lama tidak dipakai) ke mulutnya untuk mengkalibrasi pembacaan pore water pressure (wow!). Akhirnya saat kami mau mengeset komponen mekanikalnya, saya pun meminta agar saya saja yang melakukan, tapi beliau menolak. Yang meskipun pada akhirnya saya yang menyusun ulang komponen mekanikalnya.

Dari sikapnya tersebut, saya melihat bahwa sensei saya itu benar-benar menyadari tanggung jawabnya sebagai pengajar sekaligus pengayom (pamong) untuk mahasiswanya. Bagaimanapun pasifnya kepribadian yang dimilikinya, namun tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk mahasiswanya.

Semoga sifat-sifat positif dari sensei saya ini bisa saya tiru suatu saat nanti....


2 comments:

Aulia Qiranawangsih mengatakan... Best Blogger Tips[Reply to comment]Best Blogger Templates

turut berbahagia! :D
beda jauh banget sama pas S1 ya.. hehe..

Ghani mengatakan... Best Blogger Tips[Reply to comment]Best Blogger Templates

Tapi semuanya ada hikmahnya Ul...saya jadi punya sense buat lebih mandiri dan itu sangat kepake di sini :)