26 Mei 2012

Ngintip Perpus-nya Todai

Oke, tulisan ini saya kasih judul "Ngintip..." dan sengaja saya tulis dalam Bahasa Indonesia (hehe, kesannya bisa berbagai macam bahasa ginih :p ), karena dalam menyusun tulisan ini ada pelanggaran yang saya lakukan. Biar ga ketahuan pihak Todai, makanya saya umpetin...


Sejak awal masuk Todai, banyak acara yang harus kami (mahasiswa baru) ikuti. Orientasi, party, orientasi, party, orientasi, party...hehe. Yap, begitulah yang saya alami. Namun ada satu orientasi yang tidak saya ikuti, yaitu orientasi umum pengenalan kampus termasuk tur perpustakaan utama (General Library). Karena, saat itu mahasiswa jurusan Teknik Sipil sudah memulai aktivitas perkuliahannya. Saya kuliah di hari ketiga sejak sampai di Jepang. Bahkan ada kelas yang sudah mulai di hari kedua @_@.

Suatu ketika di kuliahnya Koseki-sensei, terlintas di pikiran saya untuk menggunakan text book Bahasa Inggris sebagai referensi lain selain dari handout yang beliau berikan. Akhirnya saya teringat buku "Soil Behaviour and Critical State Soil Mechanics"-nya D.M. Wood, yang dulu sering dipake mahasiswa-mahasiswa master Geotek di ITB. Saya mencari di database buku-buku dan jurnalnya Todai. Fasilitas ini sangat praktis dan membantu. Datanya pun sangat akurat. Akhirnya saya menemukan tiga tempat dimana buku tersebut berada: Pertama, di perpustakaan departemen saya, namun sedang dipinjam. Kedua, di perpustakaan "Science and Innovation", di gedungnya Mas Arie, tapi saya tidak berhasil menemukan perpustakaan ini. Akhirnya saya pun menuju perpustakaan utama. Itung-itung jalan-jalan karena belum pernah juga mengunjungi perpustakaan pusat ini.

Saya mengunjungi perpustakaan pusat ini di tengah perjalanan pulang saya di malam hari, setelah selesai belajar di lab. Malam hari merupakan suasana paling romantis (uhuyy...klo ga single lebih oke nih, hehe #apaseeh) kalau jalan-jalan di Todai. Lampu remang-remang (bukan dari petromax ya :D) sangat serasi dengan gedung-gedung Todai (di Kampus Hongo) yang bergaya Ghotic. Di bawah ini peta perjalanan saya menuju perpustakaan. Peta lengkap kampus Todai di daerah Hongo, bisa dilihat di sini.

Lingkaran biru: Department of Civil Engineering & Architecture; merah: Perpus Pusat Todai
Suasana gedung-gedung di Todai di malam hari. Sori blur. Belum disetting :D

20 Mei 2012

Green Event: Belajar Mengelola Sampah Dari "Go Gatsu Sai" Universitas Tokyo

Sudah sebulan lebih saya ngga nulis apa-apa di blog ini. Sebenernya banyak sekali pengalaman yang ingin saya share di sini, terutama tentang kehidupan akademis dan non-akademis yang sedang saya jalani di Tokyo. Berhubung masih ada sisa-sisa libur weekend, saya sempatkan untuk berbagi pengalaman yang saya rasa cukup penting untuk dibaca...

Go Gatsu Sai (Festival Bulan Lima = Festival Mei = 五月祭) merupakan festival tahunan yang diadakan di Universitas Tokyo (Todai). Isinya seperti perpaduan antara Open House (OH) kampus, festival budaya/pasar seni, dan pameran-pameran. Acara besar ini terbuka untuk umum dan dalam dua hari ini kampus Todai di Hongo dan Yayoi dipenuhi pengunjung yang merupakan civitas akademika Todai dan masyarakat Tokyo. Acara ini boleh dibilang diselenggarakan dengan profesional oleh para mahasiswa undergraduate. Stand-stand dari organisasi mahasiswa internasional, klub-klub, bahkan stand dari pemerintah (pemadam kebakaran) ikut meramaikan acara. Yang menarik di sini adalah pengelolaan sampah yang mereka (panitia) lakukan. Tanggung jawab pengelolaan sampah selama acara berlangsung "didistribusikan" secara proporsional kepada semua peserta.

Simulasi gempa dan kebakaran dari Pemadam Kebakaran Tokyo unit Hongo (daerah tempat kampus Todai berada)

Sebagai contoh, PPI Todai, sebagai salah satu peserta festival yang memiliki satu stand: "Soto Indonesia", bertanggung jawab menjaga kebersihan dan memastikan pengelolaan sampah di area stand. Termasuk sampah-sampah yang berasal dari pengunjung. Sejak awal kami harus memisahkan sampah menjadi beberapa kategori: plastik, kertas dan bahan-bahan terbakar, hashi (sumpit), dan sampah dapur. Sampah yang ada benar-benar harus dipisahkan berdasarkan kategori tersebut. Saya ulangi lagi: Sampah yang ada benar-benar harus dipisahkan berdasarkan kategori tersebut.

Stand PPI Todai di pagi hari (masih siap-siap sebelum kebanjiran pengunjung :D)