31 Maret 2012

The Notes

In the middle of my packing activity, I found this old note. This note was written by my father and mother for me as I would leave to continue my study in Taruna Nusantara Magelang.

Here is their notes:

(Indonesian Version):
Bandung, 3 Dzulqaidah 1424 H/ 26 Desember 2003

Apabila sudah mempunyai cita-cita (azzam), maka bertawakallah kepada Allah SWT. Insya Allah, Allah akan membukakan jalannya.

Thalabul ilmi adalah wajib bagi setiap orang, sehingga orang yang mencari ilmu dimasukkan kepada kelompok orang yang berjihad. Orang yang berilmu ditinggikan derajatnya.

Musuh terbesar adalah malas, maka kalahkanlah musuhmu dengan semangat juang tak kenal menyerah untuk suksesnya cita-cita.

Berjuang sambil berdoa.

Tingkat kedewasaan harus diiringi dengan tanggung jawab disiplin dalam ibadah. Jangan lupa shalat dan baca Al-Quran meski 1 ayat tiap hari.

(and so on...this is 'private' section)

29 Maret 2012

Scholarship Hunter 2: Missed Call dari 021-3192...

...bersambung dari Scholarship Hunter 1...

Kembali ke tahun 2011...

Awal 2011 merupakan masa-masa penantian naik peringkat atau tidaknya saya ke Main List EMMEP. Setiap hari, pagi-pagi, pasti saya ngecek email terus, kalau-kalau ada pengumuman menyenangkan dari Eropa sana. Sampai saya di wisuda hingga bolak-balik tugas lapangan ke Palembang, kabar gembira itu belum juga datang. Saat itu saya khusnudzan saja kalau saya akan naik peringkat dan lolos EMMEP. Lagi pula saat itu saya mendengarkan banyak cerita "naik ke main list" dari pengalaman-pengalaman awardee Erasmus Mundus yang lalu. Namun di awal 2011 ini Allah punya rencana lain untuk saya.

Awal April 2011, sudah ada dua pendaftaran beasiswa lagi yang buka dan sedang berjalan: Fullbright dan Monbukagakusho (MEXT) 2011 untuk keberangkatan 2012. Sejak gagal di tahun sebelumnya, saya berniat untuk menyusun Research Proposal dari jauh-jauh hari, berhubung di memori saya juga sudah terbayang tentang apa yang akan saya teliti jika ada aplikasi beasiswa lagi. Alhamdulillah 'bayangan' saya tentang riset itu datang setelah mengerjakan TA selama 8 bulan. Untuk beasiswa Fullbright, meskipun dulu saya mengincarnya juga, entah mengapa saya putus asa saat mendengar deadline-nya tinggal seminggu lagi (saya diberitahu senior - K'Usama -  saat wisuda April). Padahal menurut saya, kalau sudah berazzam, harus berikhtiar semaksimal mungkin. Banyak faktor X yang insya Allah akan membantu kita. Contohnya :
  • Dulu waktu saya tes seleksi salah satu unit, udah deadline pagi-pagi, tapi saya ngga menyerah saya penuhin terus syarat-syaratnya, akhirnya sempat juga men-submit si formulir dan syarat-syarat lainnya.
  • Sering saya mengerjakan tugas atau bahkan proyek, udah terbayang deadline di depan mata. Tapi saya usahakan bekerja jujur dan profesional dengan sepenuh hati :p Akhirnya, kadang-kadang ada kejadian yang tak terduga: deadline diundur.

17 Maret 2012

Your Future...

Kartu ucapan dari Siaware (by: inspiringpeople@yahoo.com)
Kartu ini saya dapatkan dari Siaware. Entah sang fasilitator nge-riset dulu apa ngga, tapi kata-kata di dalamnya benar-benar pas dengan kondisi saya (sayang ga dikasih pas saya lagi berjuang TA).

Pelajaran yang saya ambil, terutama saat-saat tingkat akhir kuliah, dimana saya harus bolak-balik menemui pembimbing TA dengan hasil yang kadang memuaskan ataupun mengecewakan adalah:

Jangan pernah bergantung pada manusia! Berikhtiar sendiri dan berharaplah pada Allah semata!



Septoplasty

Baiklah, saya akan menjelaskan gejala-gejala yang pernah saya alami sampai akhirnya saya harus di-"septoplasty" :
  • Setiap mau mendarat saya sering merasakan semua fluida yang ada di kepala mengalir menuju otak,mata,hidung. Sakit sekali rasanya. Bahkan pernah ngerasain kalo bola mata ini mau keluar. Selain itu kadang-kadang leher saya pun sakit, seolah-olah darah yang ada di leher belakang, mendorong tulang-tulangnya hingga ke atas.
  • Saya sering pilek, banyak yang nyangka polip. Tapi gatau sih, soalnya setiap olahraga pilek-pilek itu selalu hilang. Makanya gejala ini hanya terjadi saat mulai kuliah hingga sekarang. Waktu SMA malah ga pernah kayanya.
  • Saya sering mimisan. Dari kecil, SD, SMP, SMA (jarang sih), hingga kuliah.
  • Kata bapak saya, dulu waktu umur 3 tahun, saya pernah lari kenceng terus nabrak kolom masjid. Gara-gara hijab yang belakang itu nutupin kolom. Ga tau dibelakang kain hijau itu kolom. Dan karena itu, kata dokter THT, sekat hidung saya (di dalam) bengkok.

07 Maret 2012

Scholarship Hunter 1: Dream, Fight, Ikhlas

Akhirnya saya punya waktu juga buat bikin tulisan yang agak panjang :)
Sebenernya sudah lama saya ingin berbagi kisah saya dalam episode "Scholarship Hunter" (SH) ini. Siapa tau ada pelajaran yang bisa diambil dari kisah saya ;) Mmm...lupa, entah karena apa dan dari siapa ya saya kenal istilah SH ini?? Yang pasti saya mendeklarasikan diri saya sebagai SH ini sejak tingkat akhir kuliah.

Berawal dari "kepanasan" karena liat temen-temen yang sudah ke luar negeri (dengan gratis) karena exchange dan dapet beasiswa, saya pun ingin mendapatkan kesempatan itu. Ada yang ke Jerman, Cina, Thailand, Amerika Serikat, Jepang. Waaah...bikin iri lah pokonya.  Di kampus saya juga ternyata banyak kesempatan kaya gitu. Cuma sayangnya saya baru sadar di masa-masa akhir perkuliahan. 

First Attempt: SRI
Entah sudah berapa kali saya ikutan EduFair atau pameran pendidikan. Udah ga keitung banyaknya. Brosur-brosur universitas pun numpuk di rumah. Dari EduFair-EduFair tersebut biasanya program beasiswa yang ditawarkan adalah yang untuk melanjutkan studi (postgraduate). Sedangkan saya punya targetan untuk bisa "ke luar" saat masih berstatus mahasiswa. 

Kesempatan pun datang saat teman saya, Ina, memosting info tentang "Summer Research Internship" di NTU Singapura di Milis Sipil 2006. Wahh..langsung deh saya ngumpulin syarat-syarat yang diperlukan, termasuk bikin paspor. Mumpung momennya pas, saya pun bikin "Dream Map", yang isinya tempat-tempat di dunia yang akan saya kunjungi beserta (target) tahun berkunjungnya. Dream Map itulah yang sekarang jadi header blog ini.

My Dream Map

02 Maret 2012

End of Duty

Yesterday, I officially ended my job at Soil Mechanics Laboratory ITB. I did that to switch my focus into "my first abroad study" preparation. I have been in Lab for 1 year 2 weeks. It was a valuable experience since I joined the Lab after my undergraduate thesis defense. Since then I learned many things from laboratory test concepts to practical field & engineering knowledge. Dr. Endra Susila as my Lab Head always said, "It is lucky for a freshgrad who have experienced field duty, as an engineer it will be good for us to experience offsite works, it will build our engineering sense and sharpen our softskills."

Now I will begin my preparation on hard skill, language skill other life skills. This is my second opportunity to study far from home. I won't wasted this chance. I should make an achievement once again. Marvelous one!