25 Desember 2012

Meningkatnya Kemalasan di Musim Dingin

Bagi saya yang pertama kali tinggal di negara 4 musim, datangnya musim dingin (winter) ini cukup memengaruhi kondisi badan saya. Saya baru mengerti sekarang kenapa beruang makan banyak dan berhibernasi. Di musim dingin ini saya jadi cepat lapar dan sering ngantuk. Apakah ini pertanda saya berubah menjadi beruang? Hehe. Yang pasti saya menyimpulkan teori baru: semakin rendah suhu lingkungan, maka inersia tubuh semakin bertambah :D

Sebenarnya ada alasan ilmiah di balik itu. Setidaknya menurut pendapat saya berdasarkan pengetahuan yang saya punya, di musim dingin tubuh berusaha menjaga suhu agar tetap hangat karena manusia adalah makhluk homeostasis. Untuk menyeimbangkan kondisi internal dengan kondisi luar yang semakin dingin, tubuh kita perlu lebih banyak energi untuk pembakaran. Itulah yang membuat saya dan beruang cepat lapar :D.

Intermezzo: Saya dan beruang. hehe @Tokyo Trick Art Museum - Decks, Odaiba

Kemudian, ngantuk. Gejala ini sebenarnya sudah sering terasa sejak SMA, tapi frekuensi ngantuk di musim dingin ini lebih banyak. Saya jadi teringat waktu latihan tes TOEFL iBT dulu, ada salah satu artikel yang bercerita tentang Seasonal Affective Disorder (SAD). Di soal tersebut contoh kasusnya adalah di Alaska saat musim dingin. Sama seperti Jepang, Alaska juga mengalami waku malam yang lebih panjang dari siang, bahkan kegelapannya lebih lama dari tempat saya bermukim sekarang. Kondisi tersebut memengaruhi hormon tubuh (saya lupa apa namanya) dan produksi vitamin D, dimana dipicu oleh cahaya matahari. Di Alaska kondisi tersebut bisa sampai menyebabkan orang merasa cepat capek, sedih, susah konsentrasi, dan depresi. Itu juga sepertinya yang terjadi pada saya sekarang, walaupun tidak separah di Alaska. Saya jadi sulit bangun, males belajar, dan cepat galau. Hahaha.

24 Desember 2012

Karakter Profesor

Jika Anda ingin tahu berbagai macam karakter profesor untuk mendapatkan tips "menghadapi" mereka, maka artikel ini bukan pilihan tepat untuk dibaca. Di sini saya hanya ingin bercerita tentang karakter profesor di sini (Jepang - tepatnya di kampus saya - tepatnya lagi di departemen saya - lebih tepatnya lagi di lab-lab terdekat dengan saya) yang sempat saya amati. Kenapa saya amati? Soalnya saya juga sedang mencari-cari gimana sih dosen yang baik itu?

Oke desu...beginilah hasil pengamatan saya.

I am sorry I don't know
Ada salah satu profesor, sebut saja Prof. Y (saya ngga mau pake Prof. "X", takut dikira mutant, hehe). Dia salah satu profesor yang terkenal di bidang geoteknik, setidaknya di Asia. Sudah menulis banyak paper dan jurnal juga menemukan beberapa metode testing baru. Tapi kadang saat kuliah beliau menjawab "I forget, I'll find out later" atau "I am sorry, I don't know" jika ada pertanyaan yang memang tidak bisa dia jawab. Terus apa uniknya?
Saya mencoba berada dalam posisi beliau. Menjadi orang yang sudah dalam posisi "atas" dan tidak bisa menjawab pertanyaan, mungkin akan terlihat bodoh, bahkan akan menurunkan reputasi. Tapi Prof. Y ini santai saja bilang lupa atau tidak tahu. Sambil nyengir pula. 

Saya simpulkan itu adalah salah satu contoh sincere expression. Dan memang, itu tidak membuat reputasi dia turun di mata kami. Jadi pelajaran yang bisa saya ambil, meskipun kita ahli di bidang tertentu dan tidak bisa menjawab pertanyaan tertentu di bidang kita, jadilah ksatria dengan mengatakan sejujur-jujurnya. Tidak perlu membela diri dan melakukan pembenaran. 
Kadang saya pernah mendengar hal seperti itu dalam presentasi-presentasi (tender, wawancara, dsb.)

I did that before
Suatu saat ada kunjungan dan presentasi tamu dari peneliti di salah satu universitas top Eropa. Dia mempresentasikan dengan gamblang metode assessment kelongsoran salah satu kota tua di Swiss. Presentasinya sangat memukau bagi saya. Teknologi yang digunakan juga sophisticated. Dan pemaparan sang peneliti juga jelas. 

Di dalam ruangan itu ada juga salah satu prof kami yang risetnya memiliki topik yang sama. Dari sejak awal saya perhatikan sang prof, beliau memerhatikan dengan serius presentasinya. Terkadang raut mukanya terlihat seperti mengagumi pemaparan peneliti tersebut. Saya menebak-nebak mungkin prof kami ini akan bertanya tentang kemungkinan kerjasama dalam penelitian di bidang tersebut, atau mungkin menanyakan lebih jauh fitur-fitur teknologi yang digunakan dalam assessment itu.

Salah.

Saat sesi diskusi dibuka, dengan humblenya prof kami mempertanyakan reliabilitas metode tersebut karena jauh sebelum itu dia sudah menggunakan teknologi tersebut. "I did that before when I was being a visiting researcher in Cambridge...bla...bla...bla...." 

Err...

Saya salut dengan kepribadiannya. Diam-diam menghanyutkan. Dan si peneliti pun yang sejak tadi berbicara berapi-api menurunkan nada bicaranya dan mengakui bahwa metode tersebut memiliki beberapa kekurangan. Pelajaran yang bisa diambil: bagaikan ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk.

Do not follow my way in your writing
Salah satu prof senior di lab kami, selalu memposting paper-paper terbarunya di milis lab. Beliau salah satu ahli prof yang cukup berpengaruh di dunia geoteknik. Suatu saat beliau mengirim paper terbarunya yang akan dikirimkan di salah satu konferensi tahun depan. Namun ada catatan khusus dalam suratnya. Intinya beliau tidak puas dengan hasil risetnya ini, karena kurangnya studi literatur oleh salah satu mahasiswa yang berkontribus. Tapi karena bukan untuk jurnal masih bisa diterima. Namun di akhir suratnya beliau menambahkan: "Do not follow my way in your writing."

Di postingan lain, untuk paper yang akan di presentasikan di salah satu seminar di negara berkembang, beliau menyatakan kalau paper tersebut minim referensi yang tak lain adalah tidak bagus. Tapi papernya diterima oleh panitia. Di surat beliau menjelaskan bahwa minim referensi sangat tidak bagus. Kenapa papernya diterima? Karena beliau pembicara kunci di sana.

Pelajaran yang bisa saya ambil: keterbukaan. Prof ini menyadari dari kesalahannya orang lain bisa belajar. Dan tidak ragu dia membuka kesalahan tersebut pada mahasiswa-mahasiswanya.



Yah, itulah kisah beberapa orang profesor di departemen saya. Semoga berguna bagi orang yang sedang mencari jati diri. hehehe.




Rush Hour di Akhir Tahun

Jatuh ke lubang yang sama berkali-kali.

Inilah yang terjadi pada saya di akhir tahun. Sejak awal mula ngeblog saya memasang "visitor counter" yang menunjukkan seberapa seringnya blog saya dikunjungi orang. Mungkin memang fitrahnya manusia ya sebagai makhluk sosial, pengen dikenal banyak orang. Banyaknya visitor counter juga menandakan tingkat ke-terkenalan si blogger. Dulu sekitar tahun 2009 ada blog yang saya jadikan acuan, yaitu blognya kang Mahmuy. Dulu saya heran banget jumlah visitornya udah puluhan ribu. Akhirnya berbagai macam cara pun saya lakukan agar jumlah visitor blog saya melebihi blog kang Mahmuy. Dari nge-refresh sendiri berkali-kali, hingga bikin postingan yang "pasti" dicari orang, contohnya ini.


Tapi lambat laun saya mulai sadar klo besarnya jumlah visitor itu juga berkorelasi dengan bagus tidaknya tulisan yang kita buat di blog. Apakah menarik atau tidak. Inilah yang kemudian membuat saya bertekad untuk menulis lebih banyak. Karena selain jadi terkenal (hehehe) menulis juga bisa mengikat ilmu dengan lebih baik, seperti yang teman saya bilang.

Untuk memacu semangat saya, tiap tahun saya bertekad untuk menulis lebih banyak dari tahun berikutnya. Tapi sejak tahun kemarin tulisannya pasti di rapel di akhir bulan. Dan terjadi pula di tahun ini. Waaaa...

Butuh minimal delapan postingan untuk melebihi jumlah tahun kemarin. Ok, let's start! (tulisan ini diitung satu ya. hehe)

15 November 2012

Academic Life in Todai

Hi, good to see you again! (Pretend that I am a famous author :))) )
Well, it's been more than 1 semester for me living in Tokyo and studying at The University of Tokyo (Tokyo Daigaku-Todai). In previous posts I often talk about my life here, mostly my daily life and personal experience in non-academic field. Now I want to share about the "hard skill" I studied in this place.

Probably several of you are or used to be a university student. Do you remember how does it feel when you learn something new? It was exciting isn't it? Moreover, return to school also means that I have new activities after I dealt with my previous job.

Courses
I am taking civil engineering course here because I belong to one of laboratory under Department of Civil Engineering. But, in reality, for graduate student, we have no obligation to take courses in civil engineering. We are free to take any courses here. Even if you want to take social class, it is allowed. But considering your research in your field, of course you need to take courses that support your research field. For my case, I have 30 credits to be fulfilled within this two years study. Ten of them are for thesis research, so I should fulfill 20 credits from courses.

25 September 2012

Pengalaman berbahasa Indonesia di tanah orang

Kisah saya saat bertemu dengan orang Jepang yang mahir berbahasa Indonesia. Apa yang saya rasakan? Bagaimana kelanjutan ceritanya? *iklan mode: on*

Silakan klik link di atas

11 September 2012

Renungan Malam

Kemarin malam (6 jam yang lalu) saya berniat untuk menghabiskan malam dengan menghasilkan karya yang jika berhasil akan menghasilkan sejumlah yen yang akan cukup untuk merealisasikan beberapa mimpi saya.
Namun saya memilih tidur. Rencananya 15 menit, jadi 2,5 jam.
Bangun tidur, "menggelar sajadah hijau", buka laptop, mulai menulis...inspirasi tidak muncul, buka wikipedia, baca sini-baca situ, buka facebook, twitter, whatsapp...time wasting...sampai akhirnya saya kembali mengunjungi salah satu blog yang pernah menginspirasi saya. Blog yang dimiliki seseorang yang menjadi senior teman-teman saya yang pernah menimba ilmu di Jl. Belitung. Blog milik beliau yang sosoknya belum pernah saya temui.

Dari kepribadian dan prestasi yang telah dia capai, saya pun melakukan "mirroring." 
Berapa banyak waktu yang saya habiskan untuk membaca buku selama ini...
Berapa banyak waktu yang saya habiskan untuk berintrospeksi setiap harinya...
Berapa banyak waktu yang saya habiskan untuk menghafal dan mentadaburi ayat-ayat-Nya...

Ternyata saya masih jauh tertinggal dari seorang sosok itu. Apalagi jika melihat sosok Rasulullah SAW.

66 menit menuju Subuh sekarang, sebelum fajar menyingsing, masih ada waktu untuk meningkatkan kualitas diri.

-Penghujung fajar, Tokyo Bay

04 September 2012

Field Trip ke Tohoku: Belajar & Liburan


Salah satu keuntungan jadi mahasiswa Teknik Sipil adalah seringnya kita bepergian dalam rangka field trip, salah satunya adalah mengunjungi daerah bencana untuk mendapatkan lesson learned dari laboratorium alam tersebut.

Selama tiga hari ini, dimulai dari hari Sabtu, tujuh orang anggota lab kami di Universitas Tokyo mengadakan perjalanan napak tilas sisa-sisa gempa dan tsunami di daerah Tohoku untuk yang ketiga kalinya. Perjalanan kali ini kami menemani Prof. Nawawi Chow dari University of Auckland. Kesempatan yang bagus untuk saya yang belum pernah melihat daerah tersebut. 

Perjalanan dimulai dari stasiun Ueno menuju Sendai dengan menggunakan Shinkansen. Alhamdulillah saya diberi kesempatan naik Shinkansen lagi, transportasi darat tercepat di Jepang. Shinkansen yang kami pakai adalah tipe Yamabiko. Saya sangat terkesan dengan perusahaan JR (Japan Railway) East yang mengelola Shinkansen ini. Dengan slogan "Tsunageyou, Nihon" (connecting Japan) mereka terus melakukan peningkatan layanan fisik dan non fisik, dengan membangun jaringan hingga Jepang utara (tujuan akhirnya adalah menghubungkan Hokkaido dan Honsu) serta melakukan inovasi-inovasi di bidang pelayanan penumpang.
Tsunageyou, Nihon.

Shinkansen Yamabiko to Sendai

Kota-kota yang kami kunjungi adalah daerah yang terkena gempa dan, terutama, tsunami, di bulan Maret 2011. Kota-kota tersebut adalah: Sendai, Onagawa, Ishinomaki, Minami Sanriku, Kesennuma, Rikuzentakata, Ofunato, dan Kamaishi. Khusus di Sendai, kami tidak mengamati lokasi yang terkena tsunami, melainkan ,mengamati fenomena ground movement (pergerakan tanah) yang terjadi di daerah perumahan yang dahulu dibangun di lereng artificial (buatan) dengan metoda cut and fill, melandaikan (grading) dengan mengambil tanah dari satu bagian lalu menaruhnya di bagian lain. Perumahan yang dibangun di daerah berkontur ini sering dinamakan "Midorigaoka" (green hill) dan sering mengalami ground movement yang akibatnya cukup signifikan. Oleh karena itu, salah satu dosen saya beranekdot, "Midorigaoka is a dangerous place!" Kasus ini bisa juga dijadikan perhatian bagi teman-teman yang berkecimpung di dunia konsultan atau kontraktor untuk berhati-hati mengenai masalah ini. Pada umumnya daerah "fill" tidak terkompaksi dan tertahan (retain) dengan baik, akibatnya kerusakan parah terjadi di daerah tersebut. Saya jadi ingat perkataan salah satu pakar geoteknik di Indonesia," Jangan pernah menganaktirikan geoteknik, nanti dia akan membalas dendam." Inilah yang terjadi di Midorigaoka.

25 Agustus 2012

Financial Planning

Berada jauh dari rumah dan hidup sendiri dengan modal tertentu per bulannya, merupakan tantangan sendiri bagi kita yang mengalaminya. Saya sudah pernah merasakan pengalaman ini saat bersekolah jauh dari kota kelahiran, kini saya merasakan pengalaman yang sama untuk kedua kalinya. 

Melakukan perencanaan finansial (financial planning) adalah salah satu cara untuk "hidup berkelanjutan." Karena kita perlu mengatur segala kebutuhan kita dengan menggunakan sumber (resources) yang ada. Dari perencanaan finansial itu juga kita bisa mengevaluasi sifat konsumtif serta dapat menentukan prioritas pengeluaran yang harus kita lakukan. Saat SMA dulu saya mencatat segala pemasukan dan pengeluaran saya per bulannya di sebuah buku kecil. Dari catatan pengeluaran untuk jajan hingga tagihan hutang piutang saya catat semua. Namun kondisi dahulu berbeda dengan sekarang. Dahulu jika saya kekurangan uang, mungkin dengan mudahnya saya bisa meminta kiriman dari orang tua. Sekarang, dalam kondisi belajar di negeri orang dengan beasiswa yang jumlahnya sama per bulannya, perencanaan finansial saya harus lebih rapi.

17 Agustus 2012

Apa makna 17 Agustus 1945 untukmu?

67 tahun sudah negeri ini merdeka
Setiap tahun kita peringati kemerdekaan ini
Dengan jargon-jargon
Semangat sesaat setelah itu hilang

Di tempat ini untuk pertama kalinya aku tidak mendengar jargon-jargon
Dulu aku sering mendengar: "Dengan Semangat '45, mari kita tingkatkan Nasionalisme kita"
Apa sebenarnya makna 17 Agustus 1945? Apa sebenarnya Nasionalisme itu?
Mari definisikan sendiri...

Bagiku, semangat 17 Agustus adalah belajar sampai "mampus"
Nasionalisme adalah berprestasi setinggi-tingginya
Agar suatu hari nanti orang-orang dapat melihat karya terbaikku
Dan mereka sadar bahwa itu adalah karya putera Indonesia

-Selamat ulang tahun Indonesia-ku, semoga Allah SWT memberikan kejayaan pada negeri ini


13 Agustus 2012

#SaveUdin

Sejak pertama kali melihat video #SaveMaryam saya langsung bergidik ketakutan. Bukan takut karena percaya akan isi yang dibawakan video tersebut, tapi takut akan efek samping yang akan muncul dari orang-orang Indonesia (baik muslim maupun kristiani) yang menonton tayangan tersebut.

Isinya vulgar (akhirnya saya menemukan kata ini) dan saya merasakan kejanggalan-kejanggalan yang ada di video tersebut.

Ternyata ada rekan-rekan Indonesia lain yang berpikiran sama. Alhamdulillah ada "counter attack" yang dilancarkan rekan-rekan ini. Berikut ini adalah videonya Saepudin a.k.a #SaveUdin.


Jam Shiodome

Nama asli jam ini adalah: NI-TELE Really Big Clock.

Tahu jam dinding yang bisa ngeluarin burung? "kukuk...kukuk..." Alih-alih hanya "mengeluarkan burung" dari sarangnya setiap satu jam, jam besar ini akan melakukan performance mekanis. Jujur, saya senang dengan musik yang mereka mainkan.

Jam ini seolah-olah digerakkan oleh tenaga uap yang dikontrol oleh para pekerja "manusia mesin" yang ada di mesin jam tersebut. Berikut ini video hasil rekamannya (maaf goyang-goyang, maklum newbie :p ).

video

11 Agustus 2012

Seal Robot

Hari ini di TIEC (Tokyo International Exchange Center) diadakan festival musim panas dan acara-acara lainnya, seperti simposium internasional serta pameran-pameran.
Selepas mengikuti acara simposium yang menarik tentang "Globalisasi" saya menemukan robot lucu dari "Miraikan." Robot ini mereka buat sebagai pemulih psikologis anak akibat bencana dan kondisi sakit.
Dia akan bereaksi terhadap berbagai macam bentuk rangsangan.

Robotnya lucu banget...

video

10 Agustus 2012

Ramadan Iftar Party and Cultural Exchange 2012

(Artikel ini merupakan re-post dari artikel yang sama yang dimuat di website Todai Muslim - keluarga mahasiswa muslim Indonesia di Universitas Tokyo, Jepang)

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, di bulan Ramadan tahun ini Tokyo University Islamic Cultural Society (TUICS) mengadakan acara buka puasa (iftar) bersama di kampus Universitas Tokyo. Berhubung Ramadan tahun ini bersinggungan dengan liburan musim panas, maka iftar bersama dilakukan di awal bulan Ramadan. Iftar ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa muslim saja, TUICS juga mengundang rekan-rekan non muslim baik yang berasal dari Jepang maupun dari negara-negara lain. Berdasarkan postingan terakhir di  event page acara ini di Facebook, acara yang tahun ini bernama “Ramadan Iftar Party & Cultural Exchange” merupakan acara iftar terbesar yang pernah diadakan oleh TUICS. Subhanallah.

Seminar “Islam and Contemporary Science”
Di iftar kali ini, selain menyelenggarakan ibadah berbuka puasa, TUICS juga mengadakan seminar yang berjudul “Islam and Contemporary Science.” Seminar tersebut terdiri dari tiga sesi yang membahas Islam dan fenomena-fenomena ilmu pengetahuan yang ternyata sudah tercantum di Al Quran empat belas abad silam. Sesi pertama berjudul “Ramadan and Fasting in Islam”, dijelaskan oleh brother Salman Sugimoto, seorang muslim Jepang. Beliau sudah 16 tahun menjadi mualaf. Dalam presentasinya beliau menjelaskan perbedaan puasa orang Jepang dan puasa Muslim. Juga menerangkan bahwa muslim itu tidak hanya orang Arab, bahkan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia adalah Indonesia.

Sesi berikutnyan tentang “Computer Science and Islam” yang dibawakan oleh brother Mohammed Kharrat, mahasiswa University of Tokyo. Di sini dijelaskan beberapa contoh ayat dalam Al Quran yang kebenarannya telah dibuktikan oleh sains modern, seperti gunung yang diciptakan sebagai pasak dan lebah yang mengikuti lintasan terpendek untuk hinggap di bunga. Presentasi tersebut dilengkapi juga dengan hasil riset ilmiah yang menyertainya. 
Lalu sesi terakhir diisi oleh brother Dawud dari Tokyo Medical and Dental University yang membahas tentang “Ramadan and Health.” Dalam presentasinya itu beliau menyertakan hasil sebuah eksperimen terhadap tikus yang puasa dan yang tidak puasa. Tikus yang puasa dengan parameter tertentu terbukti lebih kuat dari tikus yang tidak puasa.

Sesuai dugaan, acara seminar ini menimbulkan antusiasme para peserta yang sebagian besar adalah warga negara Jepang. Terlebih setiap peserta diberikan souvenir khusus berupa siwak dan buklet yang menjelaskan tentang Muslim dan Islam.



Suasana seminar "Islam and Contemporary Science"

22 Juli 2012

Muslim di Universitas Tokyo

Kemarin akhirnya Trans TV menyiarkan hasil liputannya mengenai kehidupan muslim di Jepang dengan mengambil contoh kasus di Universitas Tokyo. Di sini kami memiliki organisasi mahasiswa muslim bernama TUICS (Tokyo University Islamic Cultural Society). Alhamdulillah di sini tidak ada apresiasi negatif terhadap Islam. Karena memang pada dasarnya hubungan antara mahasiswa muslim dan mahasiswa lain (terutama Jepang) di sini sangat baik (semoga kami tetap istiqomah). Tiap minggu kami mengundang orang Jepang untuk makan siang bersama dan berdiskusi di salah satu tempat "nongkrong" di dekat Gotenshita. Umumnya mereka sangat tertarik dan antusias mengenai Islam.

Ini hasil rekaman dari sebagian liputan kemarin...


18 Juli 2012

Nyushi Sepuasnya

Hari Minggu, 15 Juli 2012...

Untuk pertama kalinya dalam hidup ini saya makan sushi tanpa perlu mengkhawatirkan berapa jumlah uang yang harus dikeluarin. Hehe.

Sebelum "nyushi", paginya kita main bola untuk menjamu Toshiba FC. Hohoy, abis capek-capek-tapi enak main bola, acara berikutnya adalah mengisi perut. Sebetulnya, sebelum ke Kappa Sushi, kita juga makan-makan di rumah Bu Mala-Pa Emat. Full tank deh pokonya :D.

Alhamdulillah masih bisa merasakan nikmatnya kebersamaan di antara kepenatan akademis di Tokyo.

Foto di depan parkiran Kappa Sushi (credit: Nanda Nagara)
Saya juga ngerekam beberapa video yang ngeliatin cara mesen sushi digital dan kereta Shinkansush (shinkansen sushi-hehe) yang nganterin pesenan kita (exciting banget saya liat barang baru ini, ampe di video-in segala, maklumlah masih berasa jadi orang kampung yang gaptek di Tokyo ini :p )

video



Oia, ceritanya acara sushi ini ada berkat kupon gratis hasil main angklung PPI Todai tahun lalu (makasih ya buat senpai-senpai yang udah ngangklung taun lalu :D ).




11 Juli 2012

私 の まち:バンドン

これは きょう 私の スピーチ:

みなさん、おはようございます。 きょうは 「わたしのまち」について はなしたいです。 わたしのまちは バンドンです。 バンドンの じんこうは 2500000人 ぐらいです。 とてもにぎやかです。

バンドンは ジャワとうの にしに あります。 たかいとちに バンドンが ありますから、すずしいです。 きたに ゆうめいな山が あります。 なまえはTangkubanparahuです。 山や クレーターや たきや はやしなどが あります。 みどりが おおくて、きれいですね。

バンドンのじゅうみんは アートが すきです。 いろいろなアートが あります。 きれいなところとたくさんのアートが ありますから、やすみに ひとが たくさんきます。

バンドンは ふるいまち でも あります。
1955年にアジアと アフリカの いちばん おおきい かいぎが ありました。バンドンに いろいろな しゅしょう と だいとうりょうが きました。



バンドンは とてもいいところです。 みなさん、あそびにきてください。



video




JLC の クラス


インドネシア 人

先生と女の人友達

08 Juli 2012

7th ASEAN Festival: Our Show

I don't remember when was my last performance on the stage. However, yesterday I felt exhilarated again. The same feeling every time I finished art performances. It took me almost 2 months for the practice. We were practicing at School of Republic of Indonesia in Tokyo. Almost every weekend I cannot doing my homework or even cleaning my room. I have already tired to do it after practicing.

Finally, we made it yesterday!
Now, I should continue for another responsibility.

Otsukaresamadeshita!

The 7th ASEAN Festival in Hollywood University, Roppongi Hills


The introduction of Indonesia, by Ossa and Syafril (Head of PPI Kanto)
Here is our video.

video
Medley 1: I Love You (Yutaka Ozaki) and 366 days

03 Juli 2012

7th ASEAN Festival

Do you have a vacant time on July 8th?

Please come to the 7th ASEAN Festival. It is an annual event of ASEAN Student Association.

There will be several performances and exhibitions from each of 10 ASEAN member countries.

Date: Sunday, July 8 2012
Time: 13.00 - 18.30
Venue: Hollywood University of Beauty and Fashion, Roppongi (see the poster attached below)
Admission Fee: Free

You will surely be fascinated with a wide variety of cultural presentations:
1) exhibition booths
2) games
3) quizzes
4) traditional performances *)
5) fashion show

Not only that, it is the only place that you can taste a diversity of ASEAN cuisines.
This year theme is ‘GO(合)ASEAN’, partly in Kanji and English, depicting the collaborative efforts between Japan and ASEAN countries.

Hereby, ‘合’ means let’s get together for ASEAN and Japan, go and share together as one community. We sincerely wish for restoration and recovery of those who suffered from March 11 event and part of proceeds from the event will go to help the affected areas.


*)From Indonesia, we will perform musical concert using our traditional bamboo music instrument (30 players, playing Japanese, English, and Indonesian song).


Don't miss it! Only once a year! Free for everyone!

29 Juni 2012

Pembimbingku

Udah lama ga pake "aku"-aku an lagi. Hehe. Jadinya di postingan kali ini nyobain pake judul seperti di atas. Kepanjangan dari judul itu adalah: Pembimbing Aku (kalau di Bahasa Inggris-in: My Supervisor).
(...aduh, geli...wkwk)

Kenapa tiba-tiba saya ingin bercerita tentang pembimbing saya ini? Karena saya melihat sosok dosen dan pengajar yang berbeda dari yang selama ini saya rasakan di bangku kuliah.

Pembimbing saya ini tergolong dosen muda. Associate Professor. Beliau salah satu dari empat (ya, hanya empat!) dosen di research group Infrastructure and Designing A/ Geoteknik di Todai. Setiap mengajar mahasiswa bachelor, totalitasnya sangat terlihat. Praktikum untuk mahasiswa bachelor pun beliau yang turun langsung ke lapangan. Memberi penjelasan materi tentang praktikum tersebut sampai menemani untuk uji lapangan. Bukan sembarang menemani. Beliau langsung memeragakan cara menggunakan DCPT, uji seismik, hingga ikut berkotor-kotoran di Sanshiro-Ike saat praktikum investigasi lapangan. 

Kemeja lengan pendek dengan saku di sebelah kiri adalah pakaiannya setiap hari. Saku tersebut selalu penuh dengan pulpen, pensil, spidol, dan sketch paper. Saat kami mengunjungi instalasi riset Todai di Chiba, beliau menunjukkan fleksibilitas "alat tulis kantor" yang ada di sakunya itu saat memberikan instruksi di lapangan. Beliau terlihat pasif, tapi ternyata saat party bisa membaur dengan kami. Menanyakan kabar, mengapresiasi prestasi di luar bidang akademik, mengatur pertandingan voli, dan lain-lain. 

Beliau lebih sering menggunakan Bahasa Jepang, atau Bahasa Inggris dengan campuran ekspresi Nihongo. Sikap ini membuat saya berpikiran bahwa sikap orang Jepang yang pasif dan tertutup itu ada pada diri beliau. Namun dugaan saya itu hanya sampai beberapa minggu lalu saat ada kuliah tamu dari salah seorang peneliti di Swiss (penggalan ceritanya ada di sini). Peneliti tersebut mempresentasikan tentang teknologi fiber optik dalam geoteknik dan salah satu contoh kegunaannya adalah bisa diaplikasikan untuk monitoring landslide, yang mana merupakan topik riset kami (saya, pembimbing saya, dan beberapa mahasiswa doktor). Saat sesi diskusi dimulai, pembimbing (berikutnya saya sebut sensei aja ya, lebih singkat, hehe) saya bertanya. Sebelumnya saya berpikir kalau sensei akan mengungkapkan ketertarikannya di bidang ini dan menanyakan tentang kemungkinan pengaplikasiannya dalam riset-riset kami. Tapi ternyata, beliau mengungkapkan limitation atau kekurangan-kekurangan dari teknologi ini. Beliau berbicara seperti itu karena ternyata beberapa tahun sebelumnya beliau pernah melakukan riset fiber optik di Cambridge. Beberapa tahun sebelumnya beliau sudah tahu tentang ini (wow!).
Anggapan saya terhadap beliau (pasif, tertutup) pun buyar seketika. Saya merasa beruntung bisa dibimbing oleh orang yang benar-benar ahli di bidang ini. Smart but humble.

Kasus lain, yaitu hari ini, memperlihatkan kalau beliau tidak segan-segan turun ke "lapangan." Hari ini kami janjian untuk mencoba apparatus yang akan saya gunakan untuk riset. Dalam proses pengecekan, beliau meminta saya untuk mengkalibrasi alat. Namun, bukannya saya  yang bekerja, malah sensei saya itu yang memulai mengotak-atik alat. Mengecek setiap channel satu per satu. Sampai-sampai tidak ragu memasukkan selang (yang dalam kondisi kotor karena sudah lama tidak dipakai) ke mulutnya untuk mengkalibrasi pembacaan pore water pressure (wow!). Akhirnya saat kami mau mengeset komponen mekanikalnya, saya pun meminta agar saya saja yang melakukan, tapi beliau menolak. Yang meskipun pada akhirnya saya yang menyusun ulang komponen mekanikalnya.

Dari sikapnya tersebut, saya melihat bahwa sensei saya itu benar-benar menyadari tanggung jawabnya sebagai pengajar sekaligus pengayom (pamong) untuk mahasiswanya. Bagaimanapun pasifnya kepribadian yang dimilikinya, namun tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk mahasiswanya.

Semoga sifat-sifat positif dari sensei saya ini bisa saya tiru suatu saat nanti....


22 Juni 2012

Lifelong Learner

Sore ini akhirnya saya merasakan perasaan lega setelah memperesentasikan rencana riset saya di seminar lab (lab zemi) setelah seminggu hingga dua minggu yang lalu sempat menelantarkan tugas-tugas dan baju-baju yang belum disetrika :p. Itu semua demi mengotak-atik modified direct shear di lab kami, nyuci tabung buret, dan buka-buka teori unsaturated soil mechanics. Alhamdulillah, well done...

Zemi hari ini berlangsung lebih cepat dari biasanya. Kami sudah kembali ke lab (dari ruang seminar) pada pukul 18.30 (zemi dimulai pukul 17.00). Sebelum pulang saya mampir ke ruang tengah, dimana teman sekaligus tutor saya sedang memotong-motong tabung PVC untuk keperluan risetnya. Setelah ngobrol kemana-mana, saya menanyakan sesuatu yang berhubungan dengan akademik. Saya bertanya mengenai grading untuk mata kuliah tertentu, bagaimana sang profesor (sensei) memberi nilai untuk mata kuliah itu. Akhirnya dia bercerita tentang profesor tersebut yang sekaligus menjadi supervisornya. Tahun lalu untuk mata kuliah yang diajarnya, tidak ada ujian akhir, melainkan hanya report yang harus dikumpulkan. Laporan tersebut dibuat untuk menjawab pertanyaan dua baris mengenai apa strategi yang harus dilakukan untuk menanggualngi likuifaksi. Oke, sangat mudah sepertinya. Namun, yang cukup menarik di sini, sensei tersebut diberi tugas oleh pemerintah (di universitas kami, kebanyakan proyek berasal dari pemerintah, dan nantinya akan diaplikasikan) untuk melakukan penelitian mengenai likuifaksi. Dan saat beliau diharuskan memberi laporan ke pemerintah, beliau menggunakan ide yang berasal dari laporan-laporan mahasiswanya. Saya terkesan dengan sikap beliau yang, meskipun sudah meraih titel tertinggi di dunia akademis, tapi masih bisa merendahkan dirinya untuk belajar dari orang lain. Beliau tidak sungkan-sungkan menggunakan ide dari mahasiswanya.

Di sisi lain, hal itu juga membuat mahasiswa merasa dihargai dan diapresiasi. Tidak heran, teman saya itu sangat bersungguh-sungguh mengerjakan risetnya. Pelajaran yang bagus yang bisa diambil. Saya dulu sempat berhipotesis: akademisi yang sebenarnya adalah orang yang bisa menjadi padi, semakin berisi semakin merunduk. Jujur, sangat susah menjadi padi. Saya sendiri terkadang masih merasa "paling jago" saat dulu memberikan asistensi kepada praktikan praktikum saat studi sarjana. 

Alhamdulillah, hari ini ada pelajaran baru yang saya dapatkan dari sikap sensei saya tersebut. Jadilah lifelong learner, bersedia belajar kapan pun dari siapa pun.

08 Juni 2012

Belajar, giatlah belajar...

“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya para Malaikat membentangkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha atas apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya orang yang berilmu benar-benar dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi, bahkan oleh ikan-ikan yang berada di dalam air.” *)


Hari ini, di seminar mingguan lab kami, kami kedatangan tamu dari Swiss. Beliau adalah teman dari Towhata-sensei dan salah satu lulusan ETH Zurich (salah satu universitas top Eropa, anggota dari IDEA League - Imperial College, TU Delft, Paris Tech, RWTH Aachen, dan ETH Zurich) yang sekarang bekerja dan melakukan riset di salah satu perusahaan Teknik Sipil di sana. Sore tadi beliau mempresentasikan tentang penggunaan teknologi serat optik untuk assessment geoteknik. Slide demi slide pun berlalu, dan tibalah pada bagian studi kasus. Studi kasus yang dibahas adalah kasus creep landslide di St. Moritz, Swiss.

26 Mei 2012

Ngintip Perpus-nya Todai

Oke, tulisan ini saya kasih judul "Ngintip..." dan sengaja saya tulis dalam Bahasa Indonesia (hehe, kesannya bisa berbagai macam bahasa ginih :p ), karena dalam menyusun tulisan ini ada pelanggaran yang saya lakukan. Biar ga ketahuan pihak Todai, makanya saya umpetin...


Sejak awal masuk Todai, banyak acara yang harus kami (mahasiswa baru) ikuti. Orientasi, party, orientasi, party, orientasi, party...hehe. Yap, begitulah yang saya alami. Namun ada satu orientasi yang tidak saya ikuti, yaitu orientasi umum pengenalan kampus termasuk tur perpustakaan utama (General Library). Karena, saat itu mahasiswa jurusan Teknik Sipil sudah memulai aktivitas perkuliahannya. Saya kuliah di hari ketiga sejak sampai di Jepang. Bahkan ada kelas yang sudah mulai di hari kedua @_@.

Suatu ketika di kuliahnya Koseki-sensei, terlintas di pikiran saya untuk menggunakan text book Bahasa Inggris sebagai referensi lain selain dari handout yang beliau berikan. Akhirnya saya teringat buku "Soil Behaviour and Critical State Soil Mechanics"-nya D.M. Wood, yang dulu sering dipake mahasiswa-mahasiswa master Geotek di ITB. Saya mencari di database buku-buku dan jurnalnya Todai. Fasilitas ini sangat praktis dan membantu. Datanya pun sangat akurat. Akhirnya saya menemukan tiga tempat dimana buku tersebut berada: Pertama, di perpustakaan departemen saya, namun sedang dipinjam. Kedua, di perpustakaan "Science and Innovation", di gedungnya Mas Arie, tapi saya tidak berhasil menemukan perpustakaan ini. Akhirnya saya pun menuju perpustakaan utama. Itung-itung jalan-jalan karena belum pernah juga mengunjungi perpustakaan pusat ini.

Saya mengunjungi perpustakaan pusat ini di tengah perjalanan pulang saya di malam hari, setelah selesai belajar di lab. Malam hari merupakan suasana paling romantis (uhuyy...klo ga single lebih oke nih, hehe #apaseeh) kalau jalan-jalan di Todai. Lampu remang-remang (bukan dari petromax ya :D) sangat serasi dengan gedung-gedung Todai (di Kampus Hongo) yang bergaya Ghotic. Di bawah ini peta perjalanan saya menuju perpustakaan. Peta lengkap kampus Todai di daerah Hongo, bisa dilihat di sini.

Lingkaran biru: Department of Civil Engineering & Architecture; merah: Perpus Pusat Todai
Suasana gedung-gedung di Todai di malam hari. Sori blur. Belum disetting :D

20 Mei 2012

Green Event: Belajar Mengelola Sampah Dari "Go Gatsu Sai" Universitas Tokyo

Sudah sebulan lebih saya ngga nulis apa-apa di blog ini. Sebenernya banyak sekali pengalaman yang ingin saya share di sini, terutama tentang kehidupan akademis dan non-akademis yang sedang saya jalani di Tokyo. Berhubung masih ada sisa-sisa libur weekend, saya sempatkan untuk berbagi pengalaman yang saya rasa cukup penting untuk dibaca...

Go Gatsu Sai (Festival Bulan Lima = Festival Mei = 五月祭) merupakan festival tahunan yang diadakan di Universitas Tokyo (Todai). Isinya seperti perpaduan antara Open House (OH) kampus, festival budaya/pasar seni, dan pameran-pameran. Acara besar ini terbuka untuk umum dan dalam dua hari ini kampus Todai di Hongo dan Yayoi dipenuhi pengunjung yang merupakan civitas akademika Todai dan masyarakat Tokyo. Acara ini boleh dibilang diselenggarakan dengan profesional oleh para mahasiswa undergraduate. Stand-stand dari organisasi mahasiswa internasional, klub-klub, bahkan stand dari pemerintah (pemadam kebakaran) ikut meramaikan acara. Yang menarik di sini adalah pengelolaan sampah yang mereka (panitia) lakukan. Tanggung jawab pengelolaan sampah selama acara berlangsung "didistribusikan" secara proporsional kepada semua peserta.

Simulasi gempa dan kebakaran dari Pemadam Kebakaran Tokyo unit Hongo (daerah tempat kampus Todai berada)

Sebagai contoh, PPI Todai, sebagai salah satu peserta festival yang memiliki satu stand: "Soto Indonesia", bertanggung jawab menjaga kebersihan dan memastikan pengelolaan sampah di area stand. Termasuk sampah-sampah yang berasal dari pengunjung. Sejak awal kami harus memisahkan sampah menjadi beberapa kategori: plastik, kertas dan bahan-bahan terbakar, hashi (sumpit), dan sampah dapur. Sampah yang ada benar-benar harus dipisahkan berdasarkan kategori tersebut. Saya ulangi lagi: Sampah yang ada benar-benar harus dipisahkan berdasarkan kategori tersebut.

Stand PPI Todai di pagi hari (masih siap-siap sebelum kebanjiran pengunjung :D)

14 April 2012

Entrance Ceremony

In my first week in Japan, the International Office of The University of Tokyo gave me a blue envelope, contained an invitation letter to attend the entrance ceremony in the next week. For me, (at first) the invitation is not so special since I have experienced the euphoria of being a university student in my former university. It would be different if I was an undergraduate student of Todai. In the invitation letter, there was also a ticket to attend the ceremony. I was supposed to give it to our family or relative or spouse (maybe). However, since I haven't any here, I didn't use it.

Then the Thursday, April 12, come. Me, Usama and Bahar went to the venue together from Hongo campus. Yes, the entrance ceremony wasn't held in Todai. It was held in Nippon Budokan, kind of Big Hall located in Kitanomaru National Garden. The area is also belong to the Imperial Palace complex. 

We went there by chikatetsu (subway/ metro train) from Todaimae Station (Namboku Line), transferred in Iidabashi to Tozai Line, to Kudanshita Station.

At Todaimae, waiting for the next train.
(Photo taken by Bahar)

Arriving at Kudanshita St., there were ceremony's committee stationed there. They had already secure the way to Nippon Budokan. With yellow armband in their left arm, they guide all new students and invited guest to the venue. It was a big event. That ceremony, which was very important moment, especially for the freshmen, was fulfilled by families and also local media.

The entrance sign of Kitanomaru National Garden. The police in the front of  the sign board  shout continuously. Telling the direction to all guests.

11 April 2012

I phone...

Suatu hari sebelum berangkat ke Jepang, saya bimbang tentang jenis HP yang akan saya beli nanti. Kepinginnya sih beli iPhone, soalnya setelah baca biografinya Steve Jobs (yang tebel banget sekali itu), saya jadi tertarik dengan produk Apple dan ingin mencobanya. Klo budget ada yah saya mau dong beli itu.

Terus saya pun ngobrol dengan seorang teman yang nanti akan berangkat juga ke Jepang. Karena beliau ini pernah ke Jepang, jadinya saya mintain pertimbangannya tentang jenis HP apa yang akan/perlu saya beli nanti.
Ini kira-kira obrolannya:



It was obvious...that my friend challenged my idea to buy iPhone...
But...
Several days ago...
I saw this on h** facebook timeline:




Dia beli iPhone... -_-'

Jadi pengen ngomong apa yang sering diomongin Koseki-sensei pas kuliah:
"What to say....?"




06 April 2012

First Class

I was told by International Office of Todai that I'll have an entrance ceremony in the 2nd week of April. Suddenly, right after my Lab Tour on Komaba Campus last Tuesday, there was a notification that in Thursday there would be a class. Ow...
So, it was my first class. The subject was Principles of Soil Mechanics. Interestingly, the class was held in Komaba Campus while my lab is in main campus in Hongo. I should travel quite far to get one class. Yes, only one class. So this was my second trip to Komaba Campus. But, yesterday, the trip was different, because we went together to Komaba with Luki-san, my senior in lab. He is Indonesian, so along the trip he explained many things to us about living in Japan. How to choose "hararu" (halal) food, where is the prayer room, where is the cheap shop, etc. Along the way to Komaba, we met Sakura/ cherry blossom. They were starting to bloom. It makes the trip to my first class much enjoyable. Then we took some picture of it...

Usama-san and Luki-san on our way to Komaba Campus

The blooming Sakura

Me in a front of children's park

04 April 2012

Tokyo: A New Life

I am still amazed about this country: the city, the system, the people, and the environment. It feels like I am dreaming now. My feeling is still in my hometown, although in fact I'm here! It is all so suddenly. Yesterday, I was still in Bandung, playing with my brother and sister, but then, in one night I traveled over 5000 km to Tokyo. It was the best flight I have ever had. For the first time I experienced aboard in wide-body airplane.
After arriving at Narita (outside Tokyo), I took a rapid train called "Skyliner". The interior and the environment is like a sci-fi train for me. It was like a dream, until I heard: oneeechan! (a little girl shout out loudly) Yeah, her shout (which I usually hear it from dorama) wakes me up: I'm really in Japan.

During a flight of JL-726

At the Narita underground station

Platform sign

Inside the Skyliner

In Yurikamome train

31 Maret 2012

The Notes

In the middle of my packing activity, I found this old note. This note was written by my father and mother for me as I would leave to continue my study in Taruna Nusantara Magelang.

Here is their notes:

(Indonesian Version):
Bandung, 3 Dzulqaidah 1424 H/ 26 Desember 2003

Apabila sudah mempunyai cita-cita (azzam), maka bertawakallah kepada Allah SWT. Insya Allah, Allah akan membukakan jalannya.

Thalabul ilmi adalah wajib bagi setiap orang, sehingga orang yang mencari ilmu dimasukkan kepada kelompok orang yang berjihad. Orang yang berilmu ditinggikan derajatnya.

Musuh terbesar adalah malas, maka kalahkanlah musuhmu dengan semangat juang tak kenal menyerah untuk suksesnya cita-cita.

Berjuang sambil berdoa.

Tingkat kedewasaan harus diiringi dengan tanggung jawab disiplin dalam ibadah. Jangan lupa shalat dan baca Al-Quran meski 1 ayat tiap hari.

(and so on...this is 'private' section)

29 Maret 2012

Scholarship Hunter 2: Missed Call dari 021-3192...

...bersambung dari Scholarship Hunter 1...

Kembali ke tahun 2011...

Awal 2011 merupakan masa-masa penantian naik peringkat atau tidaknya saya ke Main List EMMEP. Setiap hari, pagi-pagi, pasti saya ngecek email terus, kalau-kalau ada pengumuman menyenangkan dari Eropa sana. Sampai saya di wisuda hingga bolak-balik tugas lapangan ke Palembang, kabar gembira itu belum juga datang. Saat itu saya khusnudzan saja kalau saya akan naik peringkat dan lolos EMMEP. Lagi pula saat itu saya mendengarkan banyak cerita "naik ke main list" dari pengalaman-pengalaman awardee Erasmus Mundus yang lalu. Namun di awal 2011 ini Allah punya rencana lain untuk saya.

Awal April 2011, sudah ada dua pendaftaran beasiswa lagi yang buka dan sedang berjalan: Fullbright dan Monbukagakusho (MEXT) 2011 untuk keberangkatan 2012. Sejak gagal di tahun sebelumnya, saya berniat untuk menyusun Research Proposal dari jauh-jauh hari, berhubung di memori saya juga sudah terbayang tentang apa yang akan saya teliti jika ada aplikasi beasiswa lagi. Alhamdulillah 'bayangan' saya tentang riset itu datang setelah mengerjakan TA selama 8 bulan. Untuk beasiswa Fullbright, meskipun dulu saya mengincarnya juga, entah mengapa saya putus asa saat mendengar deadline-nya tinggal seminggu lagi (saya diberitahu senior - K'Usama -  saat wisuda April). Padahal menurut saya, kalau sudah berazzam, harus berikhtiar semaksimal mungkin. Banyak faktor X yang insya Allah akan membantu kita. Contohnya :
  • Dulu waktu saya tes seleksi salah satu unit, udah deadline pagi-pagi, tapi saya ngga menyerah saya penuhin terus syarat-syaratnya, akhirnya sempat juga men-submit si formulir dan syarat-syarat lainnya.
  • Sering saya mengerjakan tugas atau bahkan proyek, udah terbayang deadline di depan mata. Tapi saya usahakan bekerja jujur dan profesional dengan sepenuh hati :p Akhirnya, kadang-kadang ada kejadian yang tak terduga: deadline diundur.

17 Maret 2012

Your Future...

Kartu ucapan dari Siaware (by: inspiringpeople@yahoo.com)
Kartu ini saya dapatkan dari Siaware. Entah sang fasilitator nge-riset dulu apa ngga, tapi kata-kata di dalamnya benar-benar pas dengan kondisi saya (sayang ga dikasih pas saya lagi berjuang TA).

Pelajaran yang saya ambil, terutama saat-saat tingkat akhir kuliah, dimana saya harus bolak-balik menemui pembimbing TA dengan hasil yang kadang memuaskan ataupun mengecewakan adalah:

Jangan pernah bergantung pada manusia! Berikhtiar sendiri dan berharaplah pada Allah semata!



Septoplasty

Baiklah, saya akan menjelaskan gejala-gejala yang pernah saya alami sampai akhirnya saya harus di-"septoplasty" :
  • Setiap mau mendarat saya sering merasakan semua fluida yang ada di kepala mengalir menuju otak,mata,hidung. Sakit sekali rasanya. Bahkan pernah ngerasain kalo bola mata ini mau keluar. Selain itu kadang-kadang leher saya pun sakit, seolah-olah darah yang ada di leher belakang, mendorong tulang-tulangnya hingga ke atas.
  • Saya sering pilek, banyak yang nyangka polip. Tapi gatau sih, soalnya setiap olahraga pilek-pilek itu selalu hilang. Makanya gejala ini hanya terjadi saat mulai kuliah hingga sekarang. Waktu SMA malah ga pernah kayanya.
  • Saya sering mimisan. Dari kecil, SD, SMP, SMA (jarang sih), hingga kuliah.
  • Kata bapak saya, dulu waktu umur 3 tahun, saya pernah lari kenceng terus nabrak kolom masjid. Gara-gara hijab yang belakang itu nutupin kolom. Ga tau dibelakang kain hijau itu kolom. Dan karena itu, kata dokter THT, sekat hidung saya (di dalam) bengkok.

07 Maret 2012

Scholarship Hunter 1: Dream, Fight, Ikhlas

Akhirnya saya punya waktu juga buat bikin tulisan yang agak panjang :)
Sebenernya sudah lama saya ingin berbagi kisah saya dalam episode "Scholarship Hunter" (SH) ini. Siapa tau ada pelajaran yang bisa diambil dari kisah saya ;) Mmm...lupa, entah karena apa dan dari siapa ya saya kenal istilah SH ini?? Yang pasti saya mendeklarasikan diri saya sebagai SH ini sejak tingkat akhir kuliah.

Berawal dari "kepanasan" karena liat temen-temen yang sudah ke luar negeri (dengan gratis) karena exchange dan dapet beasiswa, saya pun ingin mendapatkan kesempatan itu. Ada yang ke Jerman, Cina, Thailand, Amerika Serikat, Jepang. Waaah...bikin iri lah pokonya.  Di kampus saya juga ternyata banyak kesempatan kaya gitu. Cuma sayangnya saya baru sadar di masa-masa akhir perkuliahan. 

First Attempt: SRI
Entah sudah berapa kali saya ikutan EduFair atau pameran pendidikan. Udah ga keitung banyaknya. Brosur-brosur universitas pun numpuk di rumah. Dari EduFair-EduFair tersebut biasanya program beasiswa yang ditawarkan adalah yang untuk melanjutkan studi (postgraduate). Sedangkan saya punya targetan untuk bisa "ke luar" saat masih berstatus mahasiswa. 

Kesempatan pun datang saat teman saya, Ina, memosting info tentang "Summer Research Internship" di NTU Singapura di Milis Sipil 2006. Wahh..langsung deh saya ngumpulin syarat-syarat yang diperlukan, termasuk bikin paspor. Mumpung momennya pas, saya pun bikin "Dream Map", yang isinya tempat-tempat di dunia yang akan saya kunjungi beserta (target) tahun berkunjungnya. Dream Map itulah yang sekarang jadi header blog ini.

My Dream Map

02 Maret 2012

End of Duty

Yesterday, I officially ended my job at Soil Mechanics Laboratory ITB. I did that to switch my focus into "my first abroad study" preparation. I have been in Lab for 1 year 2 weeks. It was a valuable experience since I joined the Lab after my undergraduate thesis defense. Since then I learned many things from laboratory test concepts to practical field & engineering knowledge. Dr. Endra Susila as my Lab Head always said, "It is lucky for a freshgrad who have experienced field duty, as an engineer it will be good for us to experience offsite works, it will build our engineering sense and sharpen our softskills."

Now I will begin my preparation on hard skill, language skill other life skills. This is my second opportunity to study far from home. I won't wasted this chance. I should make an achievement once again. Marvelous one!

26 Januari 2012

Scent of Memory

Today I was attending an introductory meeting of Soil Mechanics Lab Work for batch 2010 in my previous department's classroom. On the way to the class, I feel a strange feeling by feeling as a stranger, even though I work in campus' lab.
However I enjoy the walking moment this afternoon. The atmosphere was friendly. I think I should, sometimes, take an afternoon walk around campus.






It brings back memories when I have a sightseeing in CE Dep't. It is dusk. It creates some yearning-feel for me as I walk in the place I used to be there with my friends...