31 Desember 2011

Kaleidoskop 2011

Tempat di mana saya berada saat ini, adalah tempat terbaik bagi saya

Kalimat tersebut saya simpulkan saat saya menyadari bahwa perjalanan hidup manusia selalu berada di bawah skenario-Nya. Perjalanan hidup ini bagaikan puzzle-puzzle. Kita tidak tahu apa yang terjadi sekarang, apakah baik atau buruk. Namun pada suatu titik kita akan menyadari bahwa potongan-potongan hidup kita yang lalu, masa-masa senang dan sedih, akan membawa kita pada kondisi terbaik yang hanya Allah SWT yang tahu.

...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
(Q.S. Al-Baqarah:216)

Saya teringat dulu pernah dipanggil Bu Rina (pamong Kimia di SMA TN) setelah belajar malam. Rupanya bapak (ayah saya) menelepon beliau, meyakinkan kalau ia masih mampu membiayai kuliah saya dan berharap saya keluar dari program pembinaan catar-capol. Padahal bukan karena itu saya mendaftar, melainkan karena cita-cita masa kecil saya. Hal serupa terjadi pula di pertengahan tahun 2010 saat saya tiba-tiba melontarkan ide untuk bekerja di perusahaan tambang, yang 'katanya' bisa membawa pulang sekarung emas dan sebongkah berlian dalam waktu singkat (mohon diverifikasi :D ). Melihat motivasi saya itu, bapak kembali meyakinkan saya bahwa ia masih bisa menafkahi keluarga dan menyuruh saya mengejar cita-cita melanjutkan sekolah. Lalu suatu ketika saat saya membuka halaman ini, ia berkata pada saya bahwa inilah figur-figur pahlawan masa kini. 

25 Desember 2011

Commandos: Game Nostalgia

Waktu saya SD, game ini adalah game yang "paling saya inginkan". Tapi hal itu mustahil karena saat itu komputer pun ga punya. Pertama kali memainkan ini, waktu saya diajak berkunjung ke rumah temannya teman saya (a.k.a kakak kelas saya beda setahun) di daerah Cibadak. Dulu sih daerah di situ masih ramai, soalnya ada Cimol-Cibadak Mall, sentra jual beli pakaian bekas di Bandung, tapi entah saat ini, soalnya saya sudah jarang berkunjung ke sana. Melihat dan memainkannya pertama kali, bagi seorang anak kelas 5 SD, sungguh pengalaman yang menyenangkan. Sejak saat itu saya pun rajin mengikuti even-even pameran komputer di Braga (waktu masih SD!). Berharap ada stand yang memamerkan komputer dengan game ini di dalamnya. Lumayan, maen gratisan. Hehe...

SMP kelas 1, akhirnya saya memiliki komputer untuk pertama kali. Pentium 233 MHz. Saya pun rajin mengumpulkan (minjem sih) CD-CD PC Game dari temen-temen. Tak disangka ada temen saya yang meminjamkan CD Commandos ini (lupa, Bayu atau Adhi ya yang minjemin... --> temen sekelas di 1I SMP 5 Bandung). Dari game ini, dan game-game lainnya, saya menemukan "kesenangan" plus belajar dikit-dikit bahasa Inggris. Sebenernya, dipikir-pikir, maen game itu bikin saya belajar bahasa Inggris. Soalnya dulu game kesukaan saya, game strategi dan RPG yang banyak sekali text-nya. Dan setiap saya main game, pasti di sebelah tersedia Kamus Inggris-Indonesia-nya John M. Echols dan Hassan Sadily. Dari situlah vocab-vocab bahasa Inggris saya bertambah :)

Minggu lalu, saat saya jalan-jalan di Palembang Indah Mall (PIM) bareng Kang BJ, ternyata nemu CD Commandos: Beyond the Call of Duty. Itu adalah Commandos yang saya maenin dulu. Akhirnya saya pun beli untuk mengenang masa-masa kecil dulu (sebenernya yang beliin Kang BJ sih, hehe). Inilah beberapa screenshot-nya ;)

Briefing screen Level 1. Saya sering niru-niru ngucapin prolog ini. Sampe hapal dong! \m/
Level 2. Susah kaliiiii....
Level 3. Sejak level ini, akhirnya saya pake cheat. Ehehehehe....






22 Desember 2011

Apa yang akan kau lakukan?

Seperti biasa kau berjalan-jalan di gang sempit itu,
melihat-lihat barang yang dijajakan penjual-penjual mainan kelontong,
kau melihatnya,
mainan yang berbeda dari yang lainnya,
dan seperti mainan-mainanmu sebelumnya,
emosimu mengatakan kau akan menjaganya dengan sepenuh hati,
membuat dia menjadi spesial,
membuat dia diperlakukan lebih dari sekedar mainan,

Saat istirahat kedua,
anak-anak sebayamu berhamburan keluar,
ternyata diantara mereka ada yang menginginkan mainan itu,
dengan cepat kau mengatakan bahwa mainan itu jelek,
dengan segala upaya kau meyakinkan mereka bahwa mainan itu mahal harganya,
padahal kau sendiri tidak memiliki uang yang cukup untuk membelinya,
namun karena itu adalah mimpimu, kau tidak mau menyerah,
kau menjaganya dari kejauhan, sembari mengumpulkan uang untuk membelinya,

Steve Jobs Part 1: No Spoiler Alert ;)

Sebenernya baru 2/7 saya baca buku tebel gede putih tentang Steve Jobs. Buku ini adalah buku biografi resmi tentang Steve jobs, karena ditulis berdasarkan request dari Bung Steve. Sebelum-sebelumnya Jobs ga pernah mau diwawancara untuk dibikin biografinya. jadi setelah (mungkin) dia merasa waktunya sudah "dekat", dia minta Walter Isaacson untuk menulis tentang dirinya.
Pantes aja dulu pas awal tahun, saya sempet nyari-nyari buku biografi Steve Jobs, tapi ga nemu-nemu. Yang ada paling buku tipis tentang Steve Jobs, yang saya yakin penulisnya hanya meng-compile cerita-cerita dari media. Saat itu saya nyari buat inspirasi bikin slide TA + sidang. Hehe. Kan terkenal tuh presentasinya Steve Jobs. Dapet sih materi tentang itu, judulnya The Presentation Secrets of Steve Jobs, ditulis oleh Carmine Gallo, tapi itu memang bukan biografi.


Jobs was also an imperfect man


Dapet cerita-cerita dari orang dan media, membuat saya membayangkan bahwa Steve Jobs adalah sosok yang keren, bijaksana, cerdas, kharismatik, pokonya yang plus-plus deh. Tapi ternyata banyak juga sisi negatifnya. Untungnya Steve Jobs mengizinkan Walter (sang penulis) untuk menulis cerita dia apa adanya. Jadi saya bisa belajar banyak dari kisah hidupnya. Dan menikmati buku ini seperti mempelajari psikologi orang-orang, interesting! (jadi ingin belajar psikologi :D )

Yang membuat saya tertarik, ternyata sosok Steve itu, adalah sosok yang, kalau saya berteman dengan dia, pasti dia orang yang akan saya kesali. Maksudnya, saya akan kesal terhadap sikap dia yang selengekan tapi pada akhirnya, cara yang dia pakai akan berhasil mencapai impiannya. Wallahualam, apakah cara seperti ini berlaku juga dalam kehidupan orang lain untuk mencapai sukses? Tapi saya sempat kenal dengan pribadi-pribadi seperti Steve Jobs ini di lingkungan saya. Terutama sifat "distorsi realitas lapangan"-nya, yang  juga dimiliki beberapa teman, atau mungkin disebut rival, atau mungkin musuh bebuyutan saya...hmm yah, begitulah :p

Saya belum selesai baca bukunya, tapi menurut saya akan sangat menarik menyelami biografi orang-orang. Dan dari sekian banyak buku biografi yang pernah saya baca, hanya buku inilah, yang saya rasa, bercerita apa adanya. Buku ini telah mengingatkan saya untuk "don't judge a book by its cover" dan "keep dreaming, keep struggling".

Oke, saya lanjut dulu ya bacanya, kalau ada pengalaman yang menarik lagi, akan saya share di sini... ;)

18 Desember 2011

Keep Fighting!

Kadang klo saya lagi memikirkan sesuatu, saya suka langsung buka Al-Quran secara acak dan terkadang langsung menemukan ayat yang tepat dan menentramkan hati.
Kemarin lusa, saat saya sedang pusing dengan kerjaan, nyobain lagi kaya gitu...dan ayat inilah yang keluar:


Quran Surat (Q.S.) Al-Baqarah ayat 286:
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".  

13 Desember 2011

Perubahan EQ

Waktu SMA saya sering berkonsultasi dengan guru (pamong-sebutan di sekolah kami) BP/konseling.
Mereka pernah bilang, "Yang tidak berubah dari seseorang itu adalah IQ-nya, sedangkan EQ-nya bisa berubah."

Berbekal quote tersebut, saya yakin bahwa "pengembangan diri" harus terus menerus saya lakukan sampai akhir hayat. Itu juga merupakan salah satu alasan kenapa saya memilih kesenian rampak kendang di LSS ITB. Saya ingin mengurangi ke-introvert-an diri saya.

Beberapa minggu yang lalu, dengan memanfaatkan acara yang diorganisasikan oleh salah satu kandidat Ketua IA-ITB, saya mengikuti psikotest lagi. Pertama kalinya sejak terakhir mengikuti tes semacam itu.

Hasilnya,
ternyata benar apa yang dikatakan Bu Ela dan Bu Ismu (pamong BP) dulu. Secara umum kepribadian saya berubah.
Saya jadi teringat dulu sering berkonsoltasi dengan teman saya, Pradipta Ardhi, untuk melatih pembawaan saya agar lebih menyenangkan. Haha. Saya pernah mendata raut muka saya satu per satu, dia pun sampai meminjamkan saya buku Larry King. Ternyata effort saya untuk berubah, membuahkan hasil.

Dari kejadian ini ada dua hal yang saya simpulkan:
-Kita harus sering-sering introspeksi diri, sehingga tahu kelemahan-keunggulan diri sendiri.
-Don't judge a book by its cover. Jangan pernah melecehkan orang karena sikapnya saat ini. Sebaliknya, ingatkan dan bimbing.

:)



09 Desember 2011

Vacuum Preloading vs Conventional Embankment Preloading: My First National Paper


Ini adalah pengalaman pertama saya menelurkan sebuah paper berskala nasional. Paper ini merupakan kelanjutan dari hasil penelitian tugas akhir saya di Program Studi Teknik Sipil ITB. Paper yang saya submit dalam Konferensi Geoteknik Indonesia (KOGEI) IX dan Pertemuan Ilmiah Tahunan XV Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) ini berjudul "Vacuum Preloading Versus Conventional Embankment Preloading for Accelerating Consolidation Process: A Comparison Study from Analysis of Full Scale Test."


My First National Paper

Paper ini menjelaskan tentang perbandingan performa proses konsolidasi dengan PVD yang menggunakan beban vakum, dibandingkan dengan PVD yang menggunakan beban timbunan biasa, yang ditinjau dari segi kecepatan konsolidasinya. Menurut panitia seluruh paper yang ada dalam prosiding KOGEI dan PIT kemarin akan di upload di website HATTI. Mungkin setelah proses uploadnya selesai, nanti akan saya sertakan tautannya di artikel ini.

Saya termasuk salah satu pembicara yang banyak menerima pertanyaan saat sesi diskusi setelah paper ini dipresentasikan. Faktor adanya kelonggaran waktu kemungkinan berpengaruh juga, karena dari alokasi 4 pembicara yang harusnya presentasi pada sesi ini, ternyata hanya 2 orang pembicara yang tampil. Berhubung ada beberapa pertanyaan yang sempat selalu terpikirkan oleh saya, saya ingin membahasnya kembali di artikel ini. Termasuk beberapa pertanyaan yang sering atau pernah dilontarkan teman-teman satu almamater mengenai tema tugas akhir saya ini.