29 November 2011

Doa Ibu


Sebagian surat-surat yang Ibu kirimkan sewaktu SMA


"Lakukan saja apa yang kamu inginkan, toh yang menjalani hidupmu kamu sendiri kan??"

Dulu saya sering mendengar kalimat-kalimat senada seperti kalimat di atas yang ditujukan terhadap siswa kelas 3 SMA saat "galau"' ingin menentukan kelanjutan sekolah: kuliah dimana dan jurusan apa? Dimana ada kasus kehendak pribadi bertentangan dengan apa yang diharapkan orangtua.
Sama seperti pelajar kelas 3 SMA pada umummnya, saya pun pernah mengalami masa untuk "memilih cabang" dari perjalanan hidup saya itu.

Sejak kecil saya bercita-cita berkarir di dunia militer, ingin menjadi seorang Jenderal. Itu tidak terlepas dari seringnya saya menonton film "Palagan Ambarawa" yang menceritakan perjuangan pasukan Jenderal Sudirman melawan penjajah. Saya pun banyak membaca buku-buku/komik kepahlawanan, baik pahlawan nasional maupun tokoh dunia. Saya pernah memiliki buku biografi Panglima Sudirman, komik pahlawan nasional: Jenderal Sudirman, Ahmad Yani, Wolter Mongonsidi, I Gusti Ngurah Rai; komik Napoleon Bonaparte, George Washington, Julius Caesar, dan komik-komik seri tokoh dunia terbitan Elex Media lainnya. Bagi saya buku-buku tersebut menghiasi imajinasi saya dan mengenalkan saya kepada dunia luar. Karena keinginan saya yang ingin jadi 'jenderal' itulah, akhirnya saat SMA saya bersekolah di sebuah sekolah asrama semi militer. Harapan saya, disana saya akan lebih matang secara fisik dan mental untuk masuk akademi TNI.

20 November 2011

Mount Tangkuban Parahu (2) : The Dream Comes True!


It is almost 2 years ago since I made my last riding to Mt. Tangkuban Parahu. In my first attempt (read: Mount Tangkuban Parahu: Between Sweat, Mist, and Proudness) we (Me, Upi & Nuri) haven't reach the top crater yet. After that, personally, I have an ambition to repeat the journey and finish it in the top of the mountain: Kawah Ratu (Ratu Crater).

Several weeks ago, I watched a video about Bandung, titled "Ngarekam Bandung". And suddenly I thought about making a short video concerning cycling trip in Bandung and its surroundings. It was a coincident when Upi ask me to go cycling in Saturday, so I have a partner to realize my plan. We also contacted our friends: Nuri, Didit, Andri, they are our classmate in elementary school, to go with us. Unfortunately none of them could come in that Saturday. At last, only me and Upi who were able to go cycling on the D-Day.

Our rendezvous point was in the city square, in front of BRI Tower.

BRI Tower in the city square (Alun-alun)


After we met, Upi suggested that we should continue our journey to Mt. Tangkuban Parahu, to make another attempt to reach its top. It was a good idea I thought. Since the next day is also a holiday, so even we got an ache, we would still have a recovery day. Also it was a chance to fulfill my ambition.

11 November 2011

Indonesian Heroes Day

This is an oration from Indonesian Hero, Bung Tomo (Soetomo), whose speech was broadcasted by RRI (Radio Republik Indonesia) during the Battle of Surabaya which began on November 10th 1945.

His speech was incredible; could fire up all Indonesian freedom fighter spirit to face British/Allied attack.
Here is the recorded speech plus pictures from the battle, compiled by Arisandi Putra. Also, there is the complete speech and its translation below. The translation were copied from Mr. Pras' Blog with some minor modification from me.

By writing and spreading this article, I hope other people in the world will recognize how powerful the Indonesian's struggle for independence. To me, frankly, watching the video has reminded me to give "something" for my country.



video
Source: YouTube

Full speech note of Bung Tomo's and its translation:

Bismillahirrohmanirrohim..
(In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful)
MERDEKA!!!
(Freedom!!!)
Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia
(Comrades, commoners, all over Indonesia…)
terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya
(particularly those who live in Surabaya)
kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini
(We have all known that today,)
tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet
(the British troops have spreading pamphlets)
yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua
(that threatening all of us)
kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan
(We were being forced, within their specified time…)
menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang
(to surrender the arms that we have seized from the hands of the Japanese troops)
mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan
(They have asked us to come to them with raised hands)
mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka
(They have asked all of us to come to them with a white flag as a sign of our capitulation)

Saudara-saudara
(Comrades…)
di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan
(in previous battles, we have shown them,)
bahwa rakyat Indonesia di Surabaya,
(that the Indonesian people in Surabaya,)
pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku,
(the youth who comes from Maluku,)
pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi,
(the youth who comes from Sulawesi,)
pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali,
(the youth who comes from Bali,)
pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan,
(the youth who comes from Kalimantan,)
pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera,
(the youth who comes from all over Sumatera,)
pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini,
(the youth from Aceh, the youth from Tapanuli, and all the Indonesian youth in Surabaya,)
di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing
(with all their troops,)
dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung,
(with all the people's forces formed in villages,)
telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol
(have shown them an unbreakable defence)
telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana
(We have shown them a strength which pins them everywhere)
hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara
(Just because their deceitful tactics,)
dengan mendatangkan presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini,
(in inviting the President and other government leaders to come to Surabaya,)
maka kita ini tunduk untuk memberhentikan pertempuran
(then we agree on a ceasefire)
tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri
(However, they have strengthened their power during that time)
dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya
(and now when they are strong, this is what happens)

Saudara-saudara,
(All my comrades,)
kita semuanya, kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini
(we, the Indonesian people in Surabaya)
akan menerima tantangan tentara Inggris itu
(shall take the British troops challenge)
dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di Surabaya
(And if the British troops' leaders in Surabaya)
ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia
(want to hear the Indonesian people's answer)
ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini
(the answer of all Indonesian youth in Surabaya)
dengarkanlah ini tentara Inggris
(then listen to this, British soldiers!)
Ini jawaban kita!
(This is our answer!)
ini jawaban rakyat Surabaya
(This is the answer from all the people in Surabaya!)
ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian
(This is Indonesian youth's answer to all of you!)

Hey tentara Inggris
(Hey, British soldiers!)
kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu
(You want us to bring white flags and surrender to you!)
kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu
(You demand us to raise our hands coming to you!)
kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang telah kita rampas dari tentara Jepang untuk diserahkan kepadamu
(You demand us to surrender the arms we have seized from the Japanese and submit them to you!)
tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita
(In spite of those demands, and although we are aware that you arethreatening…)
untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada
(to attack us with all your existing power)
tetapi inilah jawaban kita:
(but, this is our answer!)

selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah
yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih
maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga
(As long as Indonesian oxen have their red blood to make a piece of white cloth "Red and White",
then as long as that, never shall we surrender to anyone!)

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah! keadaan genting!
(Comrades, the people of Surabaya, be prepared! The situation is critical.)
tetapi saya peringatkan sekali lagi
(However, let me remind you once more)
jangan mulai menembak
(Do not open fire)
baru kalau kita ditembak,
(Not until they fire at us,)
maka kita akan ganti menyerang mereka itu
(then we will fire back at them)
kita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka
(Let us show them all that we are the people who want to be free)

Dan untuk kita saudara-saudara
(And to us, comrades,)
lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka
(we'd rather be devastated and destroyed than have no freedom)
semboyan kita tetap: merdeka atau mati!
(Our motto remains "Independent or Dead"!)

Dan kita yakin saudara-saudara,
(And let us be assured, comrades,)
pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita
(that in the end, victory will be ours)
sebab Allah selalu berada di pihak yang benar
(Because Allah is always with the right people)
percayalah saudara-saudara
(Let us be assured, comrades)
Tuhan akan melindungi kita sekalian
(God will protect us all)

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
MERDEKA!!!

04 November 2011

Engineering: Antara Filosofi dan Prestise (1)


Suasana 'kotak' saya sesaat sebelum libur Idul Adha (sebenernya hari-hari biasa juga sama aja sih)

Sudah cukup lama saya mikirin tema tentang tulisan ini. Baru terbersit lagi untuk membahasnya setelah minggu lalu diminta presentasi tentang Teknik Sipil di SMA Alfa Centauri. Menyenangkan juga ya, berbicara di depan anak-anak SMA, lumayanlah buat tabungan 'jam terbang' ngajar. Sebelum saya menyiapkan presentasi itu, saya cari-cari dulu video tentang Teknik Sipil dari YouTube :


video

Saya pun menjelaskan, apa itu 'teknik' dan 'Teknik Sipil' ke anak-anak SMA itu...

Setelah memberi penjelasan tiba-tiba muncul juga pertanyaan lain bagi diri saya sendiri: Sebenernya untuk apa sih saya ada di bidang engineering ini?

Okelah, kita bungkus dulu kalimat terakhir saya itu. Kita mulai dulu dari sini:


Sebenernya apa itu ilmu teknik/ rekayasa/ engineering?