14 Juli 2011

Merantau

Delapan tahun lalu saya menjadi anak rantauan untuk pertama kalinya. Tanggal 14 Juli 2003 tepat di hari ulang tahun SMA Taruna Nusantara ke-13 saya jadi anak SMA.


Saat latihan PBB untuk upacara pelantikan siswa baru, Juli 2003.

Tiga tahun kemudian saya lulus. Melewati Prasetya Alumni. Alhamdulillah di hari terakhir itu saya dapat menorehkan prestasi lagi.
Mengutip kata-kata Imam Syafii di buku "Negeri 5 Menara"-nya Ahmad Fuadi, merantau memang dunia yang sangat menantang sekaligus memberi saya banyak manfaat. Belajar lebih fokus, bekerja lebih giat, dan semuanya itu didasari oleh cita-cita. Apalagi kalau suasana di rantauan sangat mendukung. Potensi yang tadinya dikit, bisa dilejitkan setinggi langit.

Saya menyadari, merantau yang pertama itu benar-benar mengubah diri saya menjadi lebih baik. Baik secara akademis, kepribadian, maupun jasmani. Therefore, 'merantau' is good for me (us).


01 Juli 2011

Pertolongan Langit

Hari Kamis, 30 Juni 2011, saya ingin berteriak "Allahu Akbar" sekeras-kerasnya. Tapi cukuplah di dalam hati saja. Subhanallah, walhamdulillah, walaailahailallah, wallahuakbar...

Jadi ceritanya gini...
Ini proyek kedua saya di Palembang dan minggu ini pekerjaan lapangan udah selesai. Tepat hari Selasa yang lalu, 'item' pekerjaan bener-bener selesai dan tentunya saya harus ngurus-ngurus administrasi mengenai penyelesaian pekerjaan lapangan. Dari Senin malem saya udah nyiapin draft 'Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan'. Ok dah, semua udah sip! Besok (Selasa) tinggal minta tandatangan pengawas lapangan untuk proyek yang sekarang dan satu lagi untuk proyek sebelumnya. Sebelum pulang dari lapangan saya juga harus ngirim pulang 1 set alat sondir/CPT dan 10 batang sampel kayu yang panjangnya 1-2 meter. Pokoknya tiket pulang saya itu: berita acara, kirim sondir, kirim sampel. Barulah bisa terbang ke Bandung.

Selasa siang saya pun bergegas rally nyari pengawas lapangan. Tanda tangan dari pengawas lapangan untuk proyek kedua: udah dapet (itu sekitar jam 1 siang). Alhamdulillah. Kemudian, pengawas lapangan untuk proyek pertama, untungnya, ketemu di jalan kilang, dia mau pergi entah kemana. Saya cegat lah, saya 'todong' buat tandatangan. Alhamdulillah, tercapai! Padahal saat itu jam sudah menunjukkan pukul 15.30, waktunya pulang.

Sesampainya di wisma tempat kami menginap, saya langsung packing dan lapor sama bos kalo pekerjaan administrasi udah beres. Tiket pulang pun udah di-booking.
Tapi, Selasa malemnya saya liat-liat format berita acara proyek-proyek yang lalu. Ko' ada meterainya ya? Terus ditandatanganinnya sama 'section head'. Wah...wah...curiga berita acara yang saya buat salah nih. Akhirnya saya telepon Bandung...dan...memang berita acaranya salah. No. kontrak yang saya cantumin pun salah...waaaaah...pulang Rabu tidak jadi pun. Harus Kamis nih. Soalnya hari Kamis juga batas waktu kami tinggal di wisma. Hari-hari berikutnya udah di booking sama peserta Jambore Nasional di Palembang.

*) About BAP (Berita Acara Pekerjaan):
Ini semacam 'kuitansi' klo kita sudah melakukan sebuah pekerjaan yang disetujui di dalam kontrak proyek. Nantinya berita acara ini dipakai untuk penagihan saat proyek telah selesai atau saat proyek sudah mencapai progress tertentu (dalam hal ini kita adalah kontraktor/konsultan yang diberi pekerjaan oleh owner/user).

Untuk proyek saya ini, BAP harus ditandatangani oleh orang yang setingkat manager dan di atas meterai, biar BAP-nya lebih kuat.

So...tiket pulang untuk saya bener-bener belum komplit.