31 Desember 2011

Kaleidoskop 2011

Tempat di mana saya berada saat ini, adalah tempat terbaik bagi saya

Kalimat tersebut saya simpulkan saat saya menyadari bahwa perjalanan hidup manusia selalu berada di bawah skenario-Nya. Perjalanan hidup ini bagaikan puzzle-puzzle. Kita tidak tahu apa yang terjadi sekarang, apakah baik atau buruk. Namun pada suatu titik kita akan menyadari bahwa potongan-potongan hidup kita yang lalu, masa-masa senang dan sedih, akan membawa kita pada kondisi terbaik yang hanya Allah SWT yang tahu.

...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
(Q.S. Al-Baqarah:216)

Saya teringat dulu pernah dipanggil Bu Rina (pamong Kimia di SMA TN) setelah belajar malam. Rupanya bapak (ayah saya) menelepon beliau, meyakinkan kalau ia masih mampu membiayai kuliah saya dan berharap saya keluar dari program pembinaan catar-capol. Padahal bukan karena itu saya mendaftar, melainkan karena cita-cita masa kecil saya. Hal serupa terjadi pula di pertengahan tahun 2010 saat saya tiba-tiba melontarkan ide untuk bekerja di perusahaan tambang, yang 'katanya' bisa membawa pulang sekarung emas dan sebongkah berlian dalam waktu singkat (mohon diverifikasi :D ). Melihat motivasi saya itu, bapak kembali meyakinkan saya bahwa ia masih bisa menafkahi keluarga dan menyuruh saya mengejar cita-cita melanjutkan sekolah. Lalu suatu ketika saat saya membuka halaman ini, ia berkata pada saya bahwa inilah figur-figur pahlawan masa kini. 

25 Desember 2011

Commandos: Game Nostalgia

Waktu saya SD, game ini adalah game yang "paling saya inginkan". Tapi hal itu mustahil karena saat itu komputer pun ga punya. Pertama kali memainkan ini, waktu saya diajak berkunjung ke rumah temannya teman saya (a.k.a kakak kelas saya beda setahun) di daerah Cibadak. Dulu sih daerah di situ masih ramai, soalnya ada Cimol-Cibadak Mall, sentra jual beli pakaian bekas di Bandung, tapi entah saat ini, soalnya saya sudah jarang berkunjung ke sana. Melihat dan memainkannya pertama kali, bagi seorang anak kelas 5 SD, sungguh pengalaman yang menyenangkan. Sejak saat itu saya pun rajin mengikuti even-even pameran komputer di Braga (waktu masih SD!). Berharap ada stand yang memamerkan komputer dengan game ini di dalamnya. Lumayan, maen gratisan. Hehe...

SMP kelas 1, akhirnya saya memiliki komputer untuk pertama kali. Pentium 233 MHz. Saya pun rajin mengumpulkan (minjem sih) CD-CD PC Game dari temen-temen. Tak disangka ada temen saya yang meminjamkan CD Commandos ini (lupa, Bayu atau Adhi ya yang minjemin... --> temen sekelas di 1I SMP 5 Bandung). Dari game ini, dan game-game lainnya, saya menemukan "kesenangan" plus belajar dikit-dikit bahasa Inggris. Sebenernya, dipikir-pikir, maen game itu bikin saya belajar bahasa Inggris. Soalnya dulu game kesukaan saya, game strategi dan RPG yang banyak sekali text-nya. Dan setiap saya main game, pasti di sebelah tersedia Kamus Inggris-Indonesia-nya John M. Echols dan Hassan Sadily. Dari situlah vocab-vocab bahasa Inggris saya bertambah :)

Minggu lalu, saat saya jalan-jalan di Palembang Indah Mall (PIM) bareng Kang BJ, ternyata nemu CD Commandos: Beyond the Call of Duty. Itu adalah Commandos yang saya maenin dulu. Akhirnya saya pun beli untuk mengenang masa-masa kecil dulu (sebenernya yang beliin Kang BJ sih, hehe). Inilah beberapa screenshot-nya ;)

Briefing screen Level 1. Saya sering niru-niru ngucapin prolog ini. Sampe hapal dong! \m/
Level 2. Susah kaliiiii....
Level 3. Sejak level ini, akhirnya saya pake cheat. Ehehehehe....






22 Desember 2011

Apa yang akan kau lakukan?

Seperti biasa kau berjalan-jalan di gang sempit itu,
melihat-lihat barang yang dijajakan penjual-penjual mainan kelontong,
kau melihatnya,
mainan yang berbeda dari yang lainnya,
dan seperti mainan-mainanmu sebelumnya,
emosimu mengatakan kau akan menjaganya dengan sepenuh hati,
membuat dia menjadi spesial,
membuat dia diperlakukan lebih dari sekedar mainan,

Saat istirahat kedua,
anak-anak sebayamu berhamburan keluar,
ternyata diantara mereka ada yang menginginkan mainan itu,
dengan cepat kau mengatakan bahwa mainan itu jelek,
dengan segala upaya kau meyakinkan mereka bahwa mainan itu mahal harganya,
padahal kau sendiri tidak memiliki uang yang cukup untuk membelinya,
namun karena itu adalah mimpimu, kau tidak mau menyerah,
kau menjaganya dari kejauhan, sembari mengumpulkan uang untuk membelinya,

Steve Jobs Part 1: No Spoiler Alert ;)

Sebenernya baru 2/7 saya baca buku tebel gede putih tentang Steve Jobs. Buku ini adalah buku biografi resmi tentang Steve jobs, karena ditulis berdasarkan request dari Bung Steve. Sebelum-sebelumnya Jobs ga pernah mau diwawancara untuk dibikin biografinya. jadi setelah (mungkin) dia merasa waktunya sudah "dekat", dia minta Walter Isaacson untuk menulis tentang dirinya.
Pantes aja dulu pas awal tahun, saya sempet nyari-nyari buku biografi Steve Jobs, tapi ga nemu-nemu. Yang ada paling buku tipis tentang Steve Jobs, yang saya yakin penulisnya hanya meng-compile cerita-cerita dari media. Saat itu saya nyari buat inspirasi bikin slide TA + sidang. Hehe. Kan terkenal tuh presentasinya Steve Jobs. Dapet sih materi tentang itu, judulnya The Presentation Secrets of Steve Jobs, ditulis oleh Carmine Gallo, tapi itu memang bukan biografi.


Jobs was also an imperfect man


Dapet cerita-cerita dari orang dan media, membuat saya membayangkan bahwa Steve Jobs adalah sosok yang keren, bijaksana, cerdas, kharismatik, pokonya yang plus-plus deh. Tapi ternyata banyak juga sisi negatifnya. Untungnya Steve Jobs mengizinkan Walter (sang penulis) untuk menulis cerita dia apa adanya. Jadi saya bisa belajar banyak dari kisah hidupnya. Dan menikmati buku ini seperti mempelajari psikologi orang-orang, interesting! (jadi ingin belajar psikologi :D )

Yang membuat saya tertarik, ternyata sosok Steve itu, adalah sosok yang, kalau saya berteman dengan dia, pasti dia orang yang akan saya kesali. Maksudnya, saya akan kesal terhadap sikap dia yang selengekan tapi pada akhirnya, cara yang dia pakai akan berhasil mencapai impiannya. Wallahualam, apakah cara seperti ini berlaku juga dalam kehidupan orang lain untuk mencapai sukses? Tapi saya sempat kenal dengan pribadi-pribadi seperti Steve Jobs ini di lingkungan saya. Terutama sifat "distorsi realitas lapangan"-nya, yang  juga dimiliki beberapa teman, atau mungkin disebut rival, atau mungkin musuh bebuyutan saya...hmm yah, begitulah :p

Saya belum selesai baca bukunya, tapi menurut saya akan sangat menarik menyelami biografi orang-orang. Dan dari sekian banyak buku biografi yang pernah saya baca, hanya buku inilah, yang saya rasa, bercerita apa adanya. Buku ini telah mengingatkan saya untuk "don't judge a book by its cover" dan "keep dreaming, keep struggling".

Oke, saya lanjut dulu ya bacanya, kalau ada pengalaman yang menarik lagi, akan saya share di sini... ;)

18 Desember 2011

Keep Fighting!

Kadang klo saya lagi memikirkan sesuatu, saya suka langsung buka Al-Quran secara acak dan terkadang langsung menemukan ayat yang tepat dan menentramkan hati.
Kemarin lusa, saat saya sedang pusing dengan kerjaan, nyobain lagi kaya gitu...dan ayat inilah yang keluar:


Quran Surat (Q.S.) Al-Baqarah ayat 286:
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".  

13 Desember 2011

Perubahan EQ

Waktu SMA saya sering berkonsultasi dengan guru (pamong-sebutan di sekolah kami) BP/konseling.
Mereka pernah bilang, "Yang tidak berubah dari seseorang itu adalah IQ-nya, sedangkan EQ-nya bisa berubah."

Berbekal quote tersebut, saya yakin bahwa "pengembangan diri" harus terus menerus saya lakukan sampai akhir hayat. Itu juga merupakan salah satu alasan kenapa saya memilih kesenian rampak kendang di LSS ITB. Saya ingin mengurangi ke-introvert-an diri saya.

Beberapa minggu yang lalu, dengan memanfaatkan acara yang diorganisasikan oleh salah satu kandidat Ketua IA-ITB, saya mengikuti psikotest lagi. Pertama kalinya sejak terakhir mengikuti tes semacam itu.

Hasilnya,
ternyata benar apa yang dikatakan Bu Ela dan Bu Ismu (pamong BP) dulu. Secara umum kepribadian saya berubah.
Saya jadi teringat dulu sering berkonsoltasi dengan teman saya, Pradipta Ardhi, untuk melatih pembawaan saya agar lebih menyenangkan. Haha. Saya pernah mendata raut muka saya satu per satu, dia pun sampai meminjamkan saya buku Larry King. Ternyata effort saya untuk berubah, membuahkan hasil.

Dari kejadian ini ada dua hal yang saya simpulkan:
-Kita harus sering-sering introspeksi diri, sehingga tahu kelemahan-keunggulan diri sendiri.
-Don't judge a book by its cover. Jangan pernah melecehkan orang karena sikapnya saat ini. Sebaliknya, ingatkan dan bimbing.

:)



09 Desember 2011

Vacuum Preloading vs Conventional Embankment Preloading: My First National Paper


Ini adalah pengalaman pertama saya menelurkan sebuah paper berskala nasional. Paper ini merupakan kelanjutan dari hasil penelitian tugas akhir saya di Program Studi Teknik Sipil ITB. Paper yang saya submit dalam Konferensi Geoteknik Indonesia (KOGEI) IX dan Pertemuan Ilmiah Tahunan XV Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) ini berjudul "Vacuum Preloading Versus Conventional Embankment Preloading for Accelerating Consolidation Process: A Comparison Study from Analysis of Full Scale Test."


My First National Paper

Paper ini menjelaskan tentang perbandingan performa proses konsolidasi dengan PVD yang menggunakan beban vakum, dibandingkan dengan PVD yang menggunakan beban timbunan biasa, yang ditinjau dari segi kecepatan konsolidasinya. Menurut panitia seluruh paper yang ada dalam prosiding KOGEI dan PIT kemarin akan di upload di website HATTI. Mungkin setelah proses uploadnya selesai, nanti akan saya sertakan tautannya di artikel ini.

Saya termasuk salah satu pembicara yang banyak menerima pertanyaan saat sesi diskusi setelah paper ini dipresentasikan. Faktor adanya kelonggaran waktu kemungkinan berpengaruh juga, karena dari alokasi 4 pembicara yang harusnya presentasi pada sesi ini, ternyata hanya 2 orang pembicara yang tampil. Berhubung ada beberapa pertanyaan yang sempat selalu terpikirkan oleh saya, saya ingin membahasnya kembali di artikel ini. Termasuk beberapa pertanyaan yang sering atau pernah dilontarkan teman-teman satu almamater mengenai tema tugas akhir saya ini.

29 November 2011

Doa Ibu


Sebagian surat-surat yang Ibu kirimkan sewaktu SMA


"Lakukan saja apa yang kamu inginkan, toh yang menjalani hidupmu kamu sendiri kan??"

Dulu saya sering mendengar kalimat-kalimat senada seperti kalimat di atas yang ditujukan terhadap siswa kelas 3 SMA saat "galau"' ingin menentukan kelanjutan sekolah: kuliah dimana dan jurusan apa? Dimana ada kasus kehendak pribadi bertentangan dengan apa yang diharapkan orangtua.
Sama seperti pelajar kelas 3 SMA pada umummnya, saya pun pernah mengalami masa untuk "memilih cabang" dari perjalanan hidup saya itu.

Sejak kecil saya bercita-cita berkarir di dunia militer, ingin menjadi seorang Jenderal. Itu tidak terlepas dari seringnya saya menonton film "Palagan Ambarawa" yang menceritakan perjuangan pasukan Jenderal Sudirman melawan penjajah. Saya pun banyak membaca buku-buku/komik kepahlawanan, baik pahlawan nasional maupun tokoh dunia. Saya pernah memiliki buku biografi Panglima Sudirman, komik pahlawan nasional: Jenderal Sudirman, Ahmad Yani, Wolter Mongonsidi, I Gusti Ngurah Rai; komik Napoleon Bonaparte, George Washington, Julius Caesar, dan komik-komik seri tokoh dunia terbitan Elex Media lainnya. Bagi saya buku-buku tersebut menghiasi imajinasi saya dan mengenalkan saya kepada dunia luar. Karena keinginan saya yang ingin jadi 'jenderal' itulah, akhirnya saat SMA saya bersekolah di sebuah sekolah asrama semi militer. Harapan saya, disana saya akan lebih matang secara fisik dan mental untuk masuk akademi TNI.

20 November 2011

Mount Tangkuban Parahu (2) : The Dream Comes True!


It is almost 2 years ago since I made my last riding to Mt. Tangkuban Parahu. In my first attempt (read: Mount Tangkuban Parahu: Between Sweat, Mist, and Proudness) we (Me, Upi & Nuri) haven't reach the top crater yet. After that, personally, I have an ambition to repeat the journey and finish it in the top of the mountain: Kawah Ratu (Ratu Crater).

Several weeks ago, I watched a video about Bandung, titled "Ngarekam Bandung". And suddenly I thought about making a short video concerning cycling trip in Bandung and its surroundings. It was a coincident when Upi ask me to go cycling in Saturday, so I have a partner to realize my plan. We also contacted our friends: Nuri, Didit, Andri, they are our classmate in elementary school, to go with us. Unfortunately none of them could come in that Saturday. At last, only me and Upi who were able to go cycling on the D-Day.

Our rendezvous point was in the city square, in front of BRI Tower.

BRI Tower in the city square (Alun-alun)


After we met, Upi suggested that we should continue our journey to Mt. Tangkuban Parahu, to make another attempt to reach its top. It was a good idea I thought. Since the next day is also a holiday, so even we got an ache, we would still have a recovery day. Also it was a chance to fulfill my ambition.

11 November 2011

Indonesian Heroes Day

This is an oration from Indonesian Hero, Bung Tomo (Soetomo), whose speech was broadcasted by RRI (Radio Republik Indonesia) during the Battle of Surabaya which began on November 10th 1945.

His speech was incredible; could fire up all Indonesian freedom fighter spirit to face British/Allied attack.
Here is the recorded speech plus pictures from the battle, compiled by Arisandi Putra. Also, there is the complete speech and its translation below. The translation were copied from Mr. Pras' Blog with some minor modification from me.

By writing and spreading this article, I hope other people in the world will recognize how powerful the Indonesian's struggle for independence. To me, frankly, watching the video has reminded me to give "something" for my country.



video
Source: YouTube

Full speech note of Bung Tomo's and its translation:

Bismillahirrohmanirrohim..
(In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful)
MERDEKA!!!
(Freedom!!!)
Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia
(Comrades, commoners, all over Indonesia…)
terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya
(particularly those who live in Surabaya)
kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini
(We have all known that today,)
tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet
(the British troops have spreading pamphlets)
yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua
(that threatening all of us)
kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan
(We were being forced, within their specified time…)
menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang
(to surrender the arms that we have seized from the hands of the Japanese troops)
mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan
(They have asked us to come to them with raised hands)
mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka
(They have asked all of us to come to them with a white flag as a sign of our capitulation)

Saudara-saudara
(Comrades…)
di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan
(in previous battles, we have shown them,)
bahwa rakyat Indonesia di Surabaya,
(that the Indonesian people in Surabaya,)
pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku,
(the youth who comes from Maluku,)
pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi,
(the youth who comes from Sulawesi,)
pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali,
(the youth who comes from Bali,)
pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan,
(the youth who comes from Kalimantan,)
pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera,
(the youth who comes from all over Sumatera,)
pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini,
(the youth from Aceh, the youth from Tapanuli, and all the Indonesian youth in Surabaya,)
di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing
(with all their troops,)
dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung,
(with all the people's forces formed in villages,)
telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol
(have shown them an unbreakable defence)
telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana
(We have shown them a strength which pins them everywhere)
hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara
(Just because their deceitful tactics,)
dengan mendatangkan presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini,
(in inviting the President and other government leaders to come to Surabaya,)
maka kita ini tunduk untuk memberhentikan pertempuran
(then we agree on a ceasefire)
tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri
(However, they have strengthened their power during that time)
dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya
(and now when they are strong, this is what happens)

Saudara-saudara,
(All my comrades,)
kita semuanya, kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini
(we, the Indonesian people in Surabaya)
akan menerima tantangan tentara Inggris itu
(shall take the British troops challenge)
dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di Surabaya
(And if the British troops' leaders in Surabaya)
ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia
(want to hear the Indonesian people's answer)
ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini
(the answer of all Indonesian youth in Surabaya)
dengarkanlah ini tentara Inggris
(then listen to this, British soldiers!)
Ini jawaban kita!
(This is our answer!)
ini jawaban rakyat Surabaya
(This is the answer from all the people in Surabaya!)
ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian
(This is Indonesian youth's answer to all of you!)

Hey tentara Inggris
(Hey, British soldiers!)
kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu
(You want us to bring white flags and surrender to you!)
kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu
(You demand us to raise our hands coming to you!)
kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang telah kita rampas dari tentara Jepang untuk diserahkan kepadamu
(You demand us to surrender the arms we have seized from the Japanese and submit them to you!)
tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita
(In spite of those demands, and although we are aware that you arethreatening…)
untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada
(to attack us with all your existing power)
tetapi inilah jawaban kita:
(but, this is our answer!)

selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah
yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih
maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga
(As long as Indonesian oxen have their red blood to make a piece of white cloth "Red and White",
then as long as that, never shall we surrender to anyone!)

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah! keadaan genting!
(Comrades, the people of Surabaya, be prepared! The situation is critical.)
tetapi saya peringatkan sekali lagi
(However, let me remind you once more)
jangan mulai menembak
(Do not open fire)
baru kalau kita ditembak,
(Not until they fire at us,)
maka kita akan ganti menyerang mereka itu
(then we will fire back at them)
kita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka
(Let us show them all that we are the people who want to be free)

Dan untuk kita saudara-saudara
(And to us, comrades,)
lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka
(we'd rather be devastated and destroyed than have no freedom)
semboyan kita tetap: merdeka atau mati!
(Our motto remains "Independent or Dead"!)

Dan kita yakin saudara-saudara,
(And let us be assured, comrades,)
pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita
(that in the end, victory will be ours)
sebab Allah selalu berada di pihak yang benar
(Because Allah is always with the right people)
percayalah saudara-saudara
(Let us be assured, comrades)
Tuhan akan melindungi kita sekalian
(God will protect us all)

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
MERDEKA!!!

04 November 2011

Engineering: Antara Filosofi dan Prestise (1)


Suasana 'kotak' saya sesaat sebelum libur Idul Adha (sebenernya hari-hari biasa juga sama aja sih)

Sudah cukup lama saya mikirin tema tentang tulisan ini. Baru terbersit lagi untuk membahasnya setelah minggu lalu diminta presentasi tentang Teknik Sipil di SMA Alfa Centauri. Menyenangkan juga ya, berbicara di depan anak-anak SMA, lumayanlah buat tabungan 'jam terbang' ngajar. Sebelum saya menyiapkan presentasi itu, saya cari-cari dulu video tentang Teknik Sipil dari YouTube :


video

Saya pun menjelaskan, apa itu 'teknik' dan 'Teknik Sipil' ke anak-anak SMA itu...

Setelah memberi penjelasan tiba-tiba muncul juga pertanyaan lain bagi diri saya sendiri: Sebenernya untuk apa sih saya ada di bidang engineering ini?

Okelah, kita bungkus dulu kalimat terakhir saya itu. Kita mulai dulu dari sini:


Sebenernya apa itu ilmu teknik/ rekayasa/ engineering?

31 Oktober 2011

The Most Wanted Youth Training Camp in West Java:PKPS 9 !


The Most Wanted Youth Training Camp in West Java Coming Again !!!

Pelatihan Kepemimpinan Putra Sunda 9


PKPS 9 ini diorganisasikan oleh Gerakan Masyarakat Jawa Barat dengan full support dari Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Jawa Barat.

Sebelum daftar, baca dulu ini:





30 Oktober 2011

Syukwis Part 3

"Syukuran wisuda, bersyukur atas kesempatan yang diberikan Allah untuk dapat menuntut ilmu."

Alhamdulillah, saya sudah diwisuda bulan April lalu. Syukwis himpunan udah, syukwis unit udah, nah, tiba-tiba ada undangan syukwis lagi nih... Syukwis Salman.
Buat saya, Salman menyimpan banyak kenangan tersendiri. Saksi bisu perjuangan saya waktu TPB, tempat saya curhat saat sedang down di kampus, dan tempat saya bertemu sahabat-sahabat terbaik saya. Meskipun cuma sampe akhir tingkat 1 saya ikut unit Salman, tapi saya jatuh cinta sama masjid yang satu ini. Masjid yang bener-bener memperlihatkan ilmu pengetahuan dan imtaq berjalan berbarengan. Saya pernah nulis tentang Salman di sini --> Salman: My Second Home.

Syukwis Salman 2011
Saya sangat semangat buat dateng di acara ini. Sebagai alumni muda, saya masih merasa dalam kondisi statis tak tentu. Benar saya sudah punya tujuan, mimpi, dan things to do list. Tapi kadang, dihantam gelombang dikit bisa goyah. Padahal, menurut saya, cukup riskan klo mimpi kita tergoyahkan oleh benda yang bernama pesimis. Akibatnya prasangka terhadap Allah akan berubah, dan hukum 'semesta mendukung' pun bisa terganggu dalam prosesnya. Nah, harapan saya ikut acara ini, saya bisa belajar dari cerita-cerita alumni. Seperti kata Kang Wildan, cara paling gampang belajar itu, liat dari evaluasi. Dari kisah-kisah hidup orang, panitia, organisasi, dan semacamnya.

Jadi hari ini, ada lima pembicara yang berbagi kisah. Ada Pak Chobir (kisahnya bisa dibaca juga di Buku 30 Tahun ITB 77), Pak AT (Ahmad Tri Hanuranto - Rektor IT Telkom), Pak Heri (alumni Fisika Teknik, direktur & owner PT. Megacipta Persada), Pak Jaka (direktur KOGAS Group), Pak Ismail (direktur TI PPATK RI), dan Pak Didi (direktur SDM Antam).

Biar ga pusing, saya ceritain dalam bentuk quote, dari orang-orang tersebut.

Abdul Chobir
Pesan dari Bang Imad: Jadilah kmau di masyarakat, seperti ragi. Mengubah jadi lebih baik, tapi tetap diingat.

Pak AT
-Bekerja sesuai dengan kebenaran (menjunjung tinggi kebenaran)
-Jagalah amanah, untuk pekerjaan sekecil apapun
-Pegang sifat-sifat Rasul dalam bekerja (shiddiq, amanah, fathonah, tabligh)
-Kerja secara egaliter (jangan memandang rendah yang lain, masing-masing punya tujuan yang -baik untuk hidupnya sendiri, red.)
-Entrepreneurship itu jiwa. Harus ada dalam setiap kondisi.

Pak Jaka (Kepala GAMAIS pertama)
Siapa yang menawari pekerjaan pertama kali kepada kita, terimalah, karena di balik itu pasti ada skenario dari Allah SWT. (Setuju banget, saya yakin apapun kondisi saya saat ini, dimana saya berada, itu adalah yang terbaik buat saya --> harus pinter-pinter mencari hikmah dari tiap kondisi)

Pak Ismail (Kepala GAMAIS ke-5)
Jangan takut kurang rezeki, semua udah ada yang ngatur, Allah SWT.
(nyeritain saat beliau 'kejebak' jadi PNS)

Pak Didi (Mantan Kahim HMT)
-Kerja harus 'mau-an', kerja keras, ga pilih-pilih
-Berani jujur
-Senang kebenaran (sama seperti nasihat Pak AT)
-Kerja keras dan kerja cerdas itu ga bisa di mix-up. Itu dua hal berbeda yang harus dikombinasikan. Kerja keras itu karakter, kerja cerdas itu cara (banyak orang yang menyalahartikan klo kerja itu ga perlu kerja keras, asal kerja cerdas --> akibatnya nyuruh bawahan buat ngerjain)
Selain itu, saat pembukaan, Pak Hasanudin (Wakil Rektor), memberikan pesan juga:
Allah Maha Besa, tidak tidur, jangan takut kekurangan
(mengingatkan kita biar ga ikut-ikutan korupsi, memperkosa anggaran, dan hal-hal yang bersifat buruk lainnya)

Alhamdulillah yah...sesuatu banget hari ini di Salman. Dapet flashdisk gratis pula... :)


Semoga tulisan ini bermanfaat buat yang baca!


22 Oktober 2011

Happy Birthday to Us


Today is my brother's birthday. As a youngest member of my family, he always show an attitude that attracts more attention from other member. Vice versa, my parents also give him special treatment.

In his special day, my mother, as expected, bought him a birthday cake. It was different for me and my sister who rarely celebrate our birthday with this kind of stuff. As I remember, the last time my parents hold a birthday party for me, is when I was in kindergarten. So did my sister has.

But today, instead of buying two candles with "1" and "2" shape, unexpectedly, she also bought "3","4" and "7" shaped candles. Surprisingly, she wanted to throw a birthday party for each of us, including my cousin Bilal and Abi. Although we didn't invite any guest, at least we have a photograph with our birthday cake.

So, we were lined up. Waiting to be photographed... :D



First candle combination : "2" and "3", representing my birthday

My brother, me and my sister in 'my birthday party', hueheheheh :D



Second candle combination : "1" and "3", representing Abi's birthday

Third candle combination : "1" and "4", representing Bilal's birthday


The real birthday boy...Ade Alfa!

Fourth candle combination : "1" and "2", for 'the real birthday boy' !

The last candle combination : "1" and "2", for my sister's sweet seventeen



That was our birthday story...how about you?? Hehe :)


おたんjぷび おめでとう !!!

Live Your Life


Di malam terakhir Ramadhan 1430 H, kira-kira 2 tahun yang lalu, di Masjid Al-Miftah, saya merenung, appaaa ya yang bisa saya lakukan di akhir tingkat 4 ini? Untuk ngisi waktu yang banyak lowongnya. Untuk sekedar memberikan warna-warni di tahun terakhir saya di kampus ini (dulu sih masih berpikir tahun terakhir, ternyata masih ada setahun lagi.hehe)

Tiba-tiba terbersit bayangan sepeda saya yang lama, Wim Cycle Metallizer warna ungu. Sepeda itu dibeli tepat saat peresmian renovasi masjid yang sedang saya 'diami' saat itu. Tiba-tiba terbayang petualangan-petualangan saya menggunakan sepeda saat kecil, jatuh perdana saya dari sepeda, perjalanan terjauh saya dengan si Izer (panggilan saya buat sepeda tersebut)... Sepeda itu kini dipakai oleh adik saya, dengan beberapa modifikasi dan reparasi tentunya.

Gambar Izer versi asli (diambil dari sepedaku.com)


Bayangan itu akhirnya membuat saya memutuskan untuk membeli sepeda gunung. Alhamdulillah masih ada cukup uang dari beasiswa PPA. Yes. Finally, I decided that cycling will become my activity in my spare time.

Bersepeda itu hobi saya. Hobi masa kecil yang muncul kembali saat ini. Seseorang pernah mengatakan kepada saya: "Hobi itu jangan dijadiin pekerjaan, karena saat kita stres bekerja, kita perlu mengalihkannya ke hobi. Klo hobi dijadiin kerjaan, klo stres, ga ada tempat untuk istirahat dong..."
Bener juga ya...

20 Oktober 2011

My Toy Story


Red Dragon Thunderzord

Gambar di atas adalah 1 dari 5 robot Power Rangers Thunderzord Series yang udah nemenin saya sejak kelas 3 ato 4 SD.
Hari ini saya resmi melepas mereka buat keponakan saya (dari sodara sepupu). Kemaren pas Ibu nanya: "Ghan, maenan rorobotan ini kasihin ke Oki aja ya?", saya cuma ngerespon "iya" biasa. Tapi pagi ini saat semua "kendaraan" Power Rangers saya dibungkus, ada sesuatu yang "jleb..." dan bikin saya terharu (eh, apa sedih ya? - ya gitulah pokonya...).

Robot-robotan ini asli action figure buatan Bandai, hadiah tamat Iqro 5 & 6 dari bapak saya. Dulu bapak kebeneran lagi dinas ke luar pulau sebulan lebih, saya pun ngaji sama A'Andri (tetangga), akhirnya hadiah pun dirapel.


05 Oktober 2011

日本語のポスト 

Setelah bertahun-tahun lamanya (sejak akhir kelas 2 SMA), akhirnya saya belajar Bahasa Jepang lagi. Udah beberapa minggu (tapi masuknya baru beberapa pertemuan) saya les di JLCC (Japanese Language and Culture Centre) di Jl. Sabang, Bandung. Katanya sih, ini salah satu institusi/tempat belajar bahasa Jepang yang diakui dan terdaftar di Kedubes Jepang.

Berhubung saya baru tau (dari M.Bintang H.P.) fitur tulisan Jepang bisa diaktifin di Windows 7, saya mau nyoba 'ngocoblak' ah...

はじめまして、わたしは ガニ です。
インドネシア からきました、どうぞよろしく。

わたしは ITB の エンジニア です。
わたしも ソイルメカニクラボ の けんきゅうしゃ です。

わたしは まいあさ 4時30分 おきます、9時 から 5時半 まで はたらきます。
きょうわ JLCC で 日本語 を べんきょうします。わたしは 月曜日 と 水曜日 日本語 の べんきょします。

わたしの たんじょうび は 9月 30日 です。

ありがとう ございます。


Judul: Nihongo no Posuto* (Postingan Bahasa Jepang)

*) gatau bener apa ngga, posting~posutu, CMIIW

おわりましょう。。。

01 Oktober 2011

99 Lights...


In the beginning of last September, I bought books from Gramedia Bookstore. I was enticed to buy because Gramedia launched a 20% discount using Gramedia Flazz Card. Beside the price cut, I wanted to use my new Flazz Card. Finally I brought 3 books home: "9 Summers 10 Autumns", "99 Cahaya di Langit Eropa" and "Ketika Mas Gagah Pergi." I’ve just read the first two books. The first one didn’t make me satisfied. I was confused by its flow. Also the author seems too sensitive and melancholy. I knew he want to make a good motivational story from his personal experience (just like Andrea Hirata’s or Ahmad Fuadi’s work), but it seems he didn’t make it. Instead, I felt gloomy and ‘too much’. The second book, which I want to review here, was better.

05 September 2011

Mountain Biking with Endomondo!


After a month, finally I was cycling again with my pal, Upi, yesterday. I felt I am weaker than before, proven by my average speed on flat road which was shown by my new "Cat-Eye" velo-wireless, that showed: 15-17 kmph.

Yeah, I bought it just before Ramadhan to measure my achievement in cycling. I have already cycling through hills around Bandung, but sometimes I want to know how was my speed, how long the distance and many other parameters. I bought it at a cost of 35
0k IDR, but it was worth. The mechanism of measurement is come from a magnetic sensor placed at the front tire. Then the sensor send the reading to computer mounted on handlebar.

My velo-wireless mounted on PiPi's handlebar

This velo-wireless read PiPi's current, average and maximum speed, trip distance, total distance, elapsed time, calorie consumption and carbon offset. Fun, isn't it?

Another Measurement Device
Last Sunday, when I went out cycling, Upi suggest me to use "Endomondo". A sport software designed for Android and Blackberry, and other gadget with GPS attached. I did use it. And, my review was: It was fun and cool!

23 Agustus 2011

Baksos LSS '06



Assalaamualaikum,

Numpang Publikasi....hehe



Rute Baksos-Sebar Tajil LSS 2006


14 Juli 2011

Merantau

Delapan tahun lalu saya menjadi anak rantauan untuk pertama kalinya. Tanggal 14 Juli 2003 tepat di hari ulang tahun SMA Taruna Nusantara ke-13 saya jadi anak SMA.


Saat latihan PBB untuk upacara pelantikan siswa baru, Juli 2003.

Tiga tahun kemudian saya lulus. Melewati Prasetya Alumni. Alhamdulillah di hari terakhir itu saya dapat menorehkan prestasi lagi.
Mengutip kata-kata Imam Syafii di buku "Negeri 5 Menara"-nya Ahmad Fuadi, merantau memang dunia yang sangat menantang sekaligus memberi saya banyak manfaat. Belajar lebih fokus, bekerja lebih giat, dan semuanya itu didasari oleh cita-cita. Apalagi kalau suasana di rantauan sangat mendukung. Potensi yang tadinya dikit, bisa dilejitkan setinggi langit.

Saya menyadari, merantau yang pertama itu benar-benar mengubah diri saya menjadi lebih baik. Baik secara akademis, kepribadian, maupun jasmani. Therefore, 'merantau' is good for me (us).


01 Juli 2011

Pertolongan Langit

Hari Kamis, 30 Juni 2011, saya ingin berteriak "Allahu Akbar" sekeras-kerasnya. Tapi cukuplah di dalam hati saja. Subhanallah, walhamdulillah, walaailahailallah, wallahuakbar...

Jadi ceritanya gini...
Ini proyek kedua saya di Palembang dan minggu ini pekerjaan lapangan udah selesai. Tepat hari Selasa yang lalu, 'item' pekerjaan bener-bener selesai dan tentunya saya harus ngurus-ngurus administrasi mengenai penyelesaian pekerjaan lapangan. Dari Senin malem saya udah nyiapin draft 'Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan'. Ok dah, semua udah sip! Besok (Selasa) tinggal minta tandatangan pengawas lapangan untuk proyek yang sekarang dan satu lagi untuk proyek sebelumnya. Sebelum pulang dari lapangan saya juga harus ngirim pulang 1 set alat sondir/CPT dan 10 batang sampel kayu yang panjangnya 1-2 meter. Pokoknya tiket pulang saya itu: berita acara, kirim sondir, kirim sampel. Barulah bisa terbang ke Bandung.

Selasa siang saya pun bergegas rally nyari pengawas lapangan. Tanda tangan dari pengawas lapangan untuk proyek kedua: udah dapet (itu sekitar jam 1 siang). Alhamdulillah. Kemudian, pengawas lapangan untuk proyek pertama, untungnya, ketemu di jalan kilang, dia mau pergi entah kemana. Saya cegat lah, saya 'todong' buat tandatangan. Alhamdulillah, tercapai! Padahal saat itu jam sudah menunjukkan pukul 15.30, waktunya pulang.

Sesampainya di wisma tempat kami menginap, saya langsung packing dan lapor sama bos kalo pekerjaan administrasi udah beres. Tiket pulang pun udah di-booking.
Tapi, Selasa malemnya saya liat-liat format berita acara proyek-proyek yang lalu. Ko' ada meterainya ya? Terus ditandatanganinnya sama 'section head'. Wah...wah...curiga berita acara yang saya buat salah nih. Akhirnya saya telepon Bandung...dan...memang berita acaranya salah. No. kontrak yang saya cantumin pun salah...waaaaah...pulang Rabu tidak jadi pun. Harus Kamis nih. Soalnya hari Kamis juga batas waktu kami tinggal di wisma. Hari-hari berikutnya udah di booking sama peserta Jambore Nasional di Palembang.

*) About BAP (Berita Acara Pekerjaan):
Ini semacam 'kuitansi' klo kita sudah melakukan sebuah pekerjaan yang disetujui di dalam kontrak proyek. Nantinya berita acara ini dipakai untuk penagihan saat proyek telah selesai atau saat proyek sudah mencapai progress tertentu (dalam hal ini kita adalah kontraktor/konsultan yang diberi pekerjaan oleh owner/user).

Untuk proyek saya ini, BAP harus ditandatangani oleh orang yang setingkat manager dan di atas meterai, biar BAP-nya lebih kuat.

So...tiket pulang untuk saya bener-bener belum komplit.

22 Juni 2011

Looking from a Different Perspective: Sakinah Bersamamu


Ehm...
Sebenernya ga salah kan beli buku cerita? Apalagi diambil dari rak buku "Agama Islam" di Gramedia. Tapi pas mau bayar ke kasir, agak risih juga bawanya, walaupun niat saya udah bulat buat beli buku ini. Walhasil pas ketemu Teh Putew & Kang Dikdik, jadi muter deh ke kasir lain :P

Yeah, pertengahan Mei yang lalu, saya beli sebuah buku sebagai hasil dari perenungan saya untuk mencoba genre buku lain yang ga pernah saya beli/baca sebelumnya. Saya berniat beli buku yang ditujukan untuk konsumen perempuan. Ingin mencoba melihat sesuatu dari perspektif wanita (spesifically: about wedding, pre wedding, etc. :D). Tadinya mau beli "Catatan Hati Seorang Istri", tapi ternyata ada buku lain dari Asma Nadia juga yang bertengger di rak best seller. Akhirnya, setelah pilih sana-pilih sini, ngintip-ngintip isinya, saya pun membelinya: Sakinah Bersamamu.
Cover buku "Sakinah Bersamamu"

Pray

Ya Allah, berilah kedua orang tuaku kemuliaan di dunia dan akhirat

Amiin.

04 Juni 2011

Memantaskan Diri

Sebelumnya saya ingin meminta maaf, terutama kepada diri sendiri. Saya akan melakukan kegiatan hukuman secepatnya.
Bingung ya, bingung ya?? Silakan baca ini.

Beberapa hari yang lalu saya selesai baca buku "7 Keajaiban Rezeki". Sebenarnya waktu masih kuliah , temen saya, Yuma, pernah ngenalin buku ini. Cuma dulu rada "hare-hare" (hare-hare itu bahasa India Barat, artinya: males :p). Tapi beberapa minggu sebelumnya, Yuma dan Ijal ngebahas lagi tentang buku itu di notes FB dan blognya.
Akhirnya saya pun beli buku karya Ippho Santosa itu (eh, belum dibayar deng bukunya...haha...sorry to Aul).

Baca.Baca.Baca. Akhirnya saya menyelesaikan buku itu di sini, di Plaju, sekalian ngerjain proyek.
Banyak pelajaran yang bisa diambil, biar saya ga cape nulis lagi, silakan baca di artikelnya Ijal dan notesnya Yuma.

Namun ada yang ingin saya bahas sekarang. Saya tergugah untuk bikin tulisan ini karena beberapa hari/minggu ini saya sedang menunggu pengumuman lomba, saya sedang menunggu pengumuman beasiswa, saya sedang mengerjakan tugas, dan saya baru berkunjung dari rumah kakak kelas yang sudah menikah. Yah, benang merahnya adalah saya sedang memikirkan tentang impian dan pencapaiannya. Ya, impian: tentang melanjutkan sekolah, menyelesaikan pekerjaan, bekerja, menikah,dll.

23 Mei 2011

Dewa Ruci: Great Ship, Great Voyage, Great Nation





There are lot of memories that will sail with all ships as they left Bermuda. But, among them all, KRI Dewa Ruci will live in the special place in the heart of Bermudian people.
Headline news of Royal Gazzette (Bermuda, 4 July 1964)



KRI (Kapal Perang Republik Indonesia-Indonesia Naval Vessel) Dewa Ruci
(Source: Sail Amsterdam 2010 website)



Who doesn’t familiar with sailing ship? I mean a real sailing ship, not a sailing boat. Maybe our memories will return to the middle ages and before, where there were vast explorations and journeys across oceans by this sailing ship. Later, ages were changed, technology grew fast, and so was the ship. The sailing ships which propelled by the wind, were replaced by a steam power, then diesel engine and the latest, atomic power. So
the presence of sailing ships in this modern age is rare. And if it exists it will be unique and classic. In this article, I want to tell a story about a sailing ship whose voyage bring Indonesian identity and introduce it to the world. A ship that, once again, proved that Indonesians are descendants of great sailors and also showed that Indonesia is a great nation.

Dewa Ruci: The First Voyage to Conquer the Seven Seas

When “A True Story: Dewa Ruci, The First Voyage to Conquer the Seven Seas” book, first appeared at one popular TV show, I felt I should buy this book. The momentum of the book’s publishing was also right. Because months before, the ship had performed spectacular achievement in various Europe sailing events in 2010, including Sail Amsterdam 2010. That made euphoria on Dewa Ruci’s voyage has not been vanished. The book, written by Cornelis Kowaas, promote itself that it can awaken maritime soul among Indonesian youth generation, should be read by adventure lovers and travellers and as an important model for Indonesian naval cadet who should follow the dedication, pariotism and heroism of KRI Dewa Ruci’s crew on their first voyage around the world.

23 April 2011

A Story of My Graduation Day



Me and my PW (graduation companion) :p
a.k.a my parents

What is the difference between today and four years ago?
How have I change in the last four years?

These questions have multiple answers. But one of main answers is "the level of responsibility I bear."

Four years ago I used to be a college student. I responsible to learned and mastered subjects in my study program. Despite having other responsibilities in student organizations, I should finish my study to obtain my degree and make my parents proud of it.

Two weeks ago, I got my degree. I was awarded "Sarjana Teknik (S.T.)" after my name. Perhaps it won't change anything. But when I use it, it will be different. Now I can give an official sign with that degree in some ordinary letters in the project I involved in. Therefore, my responsibility is getting bigger.

08 April 2011

Short Course on Foundation Engineering: Principles and Practices (2)

Finally, only two days left for Short Course on Foundation Engineering: Principles and Practices.


There are 5 available seats left for the course. You can contact ... or bring your personal data and pay on site.

01 April 2011

My First Field Duty

Wearing ITB overall suit

It has been five days since I landed in this city, Palembang. Actually I stayed at the outskirt of Palembang. Plaju, in which I stay now, is a district that had established before our country made its freedom. This area was developing because of the oil refinery located here. According to history, the first oil refinery was built in Plaju by Shell in 1907. So it was not a surprise when I looked around in Komperta (Pertamina Housing Complex), every house style was almost in East Indies style (the style which was typical in all house built by Dutch Colonial Gov’t). I also remembered my history class, one of the main target of Japan in world war 2 when they conducted their first attack on Indonesia was Palembang. The Japanese soldier conducted an amphibious assault to occupy oil refinery area in Palembang. I am sure that was Plaju and Sungai Gerong refinery unit. Those are proofs that Plaju has a strategic value for Palembang, in particular, and this country in general for its role in oil industry.

26 Maret 2011

Father's Dream

Garuda Indonesia above "Land of Cloud"

My father was born in a farmer family. A typical family who lives in small village at Central Java. He was never dreaming to be a geologist like now. As far as I know he just an ordinary person who eager to get knowledge. Then, why he could be a geologist?

It was all about dream. His dream.

After graduated from technical high school, he wanted to be an employee in IPTN, the Indonesia's aircraft industry . His motivation was simple, he wanted to go aboard on an airplane. Unfortunately, he didn't pass to work there.

However, his dream, which was to fly in an airplane, was suspended and returned in a better form. In an unpredictable ways, he admitted in Dept. of Energy and Natural Resources, continued his study, and became a geologist. His dream to fly was fulfilled.

18 Maret 2011

Another Place to Cycle to



This is my story in previous weekend. On that week, I have planned to have several activities on the weekend. Initially, I had planned to participate in my father's office family gathering. It would be arranged in Gambung, a paddy research center located in south of Bandung.
Unfortunately, a bus that should took us had limited capacity, so I decided to make another plan.
Suddenly, I remembered that my friend Nuri had asked me to join with him cycling to someplace in northern Bandung. So, I called him back and told him to count me in. It has been a year since I have had cycling with him for the last time. At that time we were cycling together with Upi to Mt. Tangkubanparahu.


Then, on morning 12 March, I ride PiPi (my bicycle) to the gathering point at McD Simpang Dago. There, I met Nuri and followed him to Mrs.Ciptati's (my former Chemistry lecturer) house in Sangkuriang. She is the aunt of Nuri's GF. I was just realized th
at we would go cycling with Nuri GF' uncle and his workmates. Nuri invited them to cycle to a new place through Ciumbuleuit, Lembang, and Bosscha Observatorium. And I was amazed that one of Uncle's workmates was came from Jakarta. He was willing to
left the Capital City at dawn only to go cycling with his friend.

The five of us then off to the road. On Babakan Siliwangi, other Uncle' workmates joined us. Wow, we were a big party then.

The route that we took was Babakan Siliwangi - Ciumbuleuit - Cijengkol - Lembang.

17 Maret 2011

Short Course on Foundation Engineering: Principles and Practices


Soil Mechanics Laboratory ITB will hold an event of Short Course on Foundation Engineering: Principles and Practices. The short course will takes place in Auditorium Campus Center ITB on 11-13 April 2011.

Please enlarge the picture below to obtain more information.



We also provide course fee reduction for some condition in which the participant pays the course fee before particular due date. To gain more info, please read the newest poster below:



15 Maret 2011

Pledge

From now on I'll write everything in this blog in english. If I didn't do that, I'll do 60 times push up!

Ok, everybody, please support me with this programme!

06 Maret 2011

Aing Walikota Bandung!


Hari ini saya mengalami beberapa perjalanan yang sangat berkesan.
Terus terang, saya sebenarnya bukan tipe orang pejalan-jalan, makanya sekalinya kukurilingan pasti banyak hal yang saya amati. Soalnya jarang-jarang ngalamin itu.

Ibu Aktivis
Perjalanan hari ini dimulai bersama PiPi, sepeda saya, menuju daerah PPR. Tepatnya Desa Mekarwangi. Daerah tepat di samping komplek PPR ITB (agak ke utara dikit). Saya ingin berkunjung ke rumah ketua Karang Taruna di sana. Wo...wo...ada urusan apa saya maen kunjung-kunjungan begini??

Jadi, ceritanya dimulai dari tahun lalu saat saya baru selesai ikut NLYC. Kami, para peserta, diharapkan dapat membuat sebuah program 'pengabdian masyarakat'. Kelompok saya berencana mengadakan penyuluhan biopori. Nah, biopori yang kami rencanakan ini bertujuan untuk menambah kapasitas air tanah. Sehingga masyarakat di Bandung bisa berkecukupan dari segi pemanfaatan air tanah. Akhirnya saya mencari lokasi di daerah Bandung utara, dan bertemu dengan ketua Karang Taruna Desa Mekarwangi. Namanya Mas Topan. Mas Topan ini seorang wartawan merangkap aktivis bidang budaya-sejarah. Saya ketahui kemudian, ternyata memang keluarganya Mas Topan ini aktivis semua. Dan kiprah mereka semua berasal dari inspirasi dan motivasi dari ibunya.

05 Maret 2011

Vibrant Life


Wah,sudah sebulan lebih saya ngga nulis-nulis lagi di blog ini. Lama ga nulis karena sebulan belakangan ini saya fokus mengejar penyelesaian tugas akhir (TA) saya. Dan alhamdulillah, pada tanggal 16 Februari, saya akhirnya lulus dan berhak mendapatkan gelar sarjana teknik.

TA saya lama banget. Saya masih ingat semester ganjil 2009/2010, saya sebenernya udah siap buat ngerjain TA. Tapi pembimbing baru bersedia 'start' semester genapnya. Januari 2010 ketemu pembimbing. Februari 2010 ganti tema. Juni 2010 ganti data. Sepetember 2010, data yang saya harapkan baru dapat dipakai. Oktober-November 2010 saya down gara-gara gabisa wisuda Oktober, dan saya lampiaskan dengan ngerjain proyek. Mungkin temen-temen yang memperhatikan saya bakal inget kalo saat-saat itu saya sering bikin status: semangat sampe mampus! Desember 2010 mulai 'start up' TA lagi. Januari 2011 'on fire' ngerjain TA. Februari 2011 pun sidang!

Alhamdulillah sekali lagi...

Banyak orang yang berada di balik pencapaian saya selama ini. Terimakasih-terimakasih. Kalian adalah anugerah terindah bagi saya.

Setelah lulus?
Revisi TA dong.
Dan mengejar mimpi saya selanjutnya.
Mimpi saya banyak.

Dan akhirnya saya pun harus menjalani kehidupan yang 'vibrant' saat ini. Semua demi mengejar mimpi-mimpi saya. Saya sekarang berkarya di lab, sambil mengejar ilmu-ilmu lain yang saya inginkan. I am eager to extend my knowledge.

Dari sekian banyak mimpi saya, saya pernah menargetkan untuk menjejakkan kaki di Delft, Belanda, tahun ini. Saya sebenarnya sudah melamar salah satu program beasiswa Master di sana. Awal Februari lalu, saya masuk reserved list. Artinya, saya belum tentu dapat menerima beasiswa itu. Tapi saya ga mau menyerah sampe situ. Akhirnya sekarang saya bersikap seolah-olah saya akan meneima beasiswa tersebut. Memperbaiki skill bahasa Inggris saya dan sedikit-sedikit belajar tentang course yang bakal saya hadapi.

Usaha saya sebenrnya udah selesai saat saya masukin semua dokumen aplikasi yang jadi persyaratan untuk program ini. Sekarang saatnya berdoa. Semoga temen-temen yang kebetulan baca artikel ini ngga keberatan nyumbang doa buat saya. Hehe. Amiin. Terimakasih.


Peta mimpi saya

27 Januari 2011

Aktif Mencari Tahu

"Kami tunas muda Nusantara
dengan tugas pokok belajar
rela korbankan waktu tenaga
demi masa depan negara

Jiwa pantang menyerah
kobarkan semangat belajar
tidak menunggu diberi tahu
tapi aktif mencari tahu"

(Marsda TNI Teddy Rusdi)

Lagu itu salah satu lagu yang dinyanyikan saat baris di SMA dulu. Agaknya proses saya ber-TA sekarang harus kembali ke lagu itu. Menurut dokter, TA yang sudah berusia lebih dari 8 bulan ini belum juga menampakkan tanda-tanda kelahiran :p

Ya Allah, semoga semua proses ini menjadikan saya orang yang lebih kuat dan melahirkan seorang enginist (engineer-scientist).

Lagu yang kompatibel buat semua orang yang masih menganggap bahwa menuntut ilmu itu adalah perjuangan mulia.

Sharing an Experience: TOEFL iBT

TOEFL iBT

TOEFL (Test of English as Foreign Language) merupakan salah satu English proficiency test yang diadakan oleh ETS (Educational Testing Service) di Amerika Serikat. Tes ini mungkin tidak asing lagi bagi mahasiswa dan orang-orang di atas level SMA, karena hasil tes ini biasanya diperlukan sebagai salah satu syarat untuk memasuki perguruan tinggi maupun perusahaan (untuk bekerja).
Akhir tahun yang lalu saya berkesempatan mengikuti tes ini dan saya rasa saya perlu berbagi pengalaman saya. Siapa tau ada yang mau ikut tesnya juga. Jadi seengganya bisa kebayang apa yang jangan dilakukan atau apa yang harus dilakukan (versi saya), agar tesnya lancar dan bisa lebih baik.

Format tes TOEFL
Tes TOEFL itu ada beberapa jenis dan format. Dari segi format, ada Paper Based Test (PBT), Computer Based Test (CBT), dan Internet Based Test (IBT).
Dari namanya aja udah tau kan, ada yang medianya kertas, komputer, dan komputer yang terhubung internet. Detailnya...

21 Januari 2011

Cara Menulis Daftar Pustaka / Citation (Part 2)


Artikel ini saya tulis sebagai penyempurnaan artikel sebelumnya, yaitu Cara Menulis Daftar Pustaka / Citation.

Saya menyadari artikel cara penulisan daftar pustaka/sitasi (citation--dalam Bahasa Inggris) yang pertama kurang lengkap dan komprehensif karena hanya bersumber dari sebuah buku (College Writing Skills with Readings).

Nah, seiring berjalannya waktu, dari beberapa pengalaman menulis saya di lomba essay, laporan kerja praktek, dan tugas akhir, saya menyadari bahwa format penulisan daftar pustakan itu banyak. Mungkin sebagian orang yang mengakses artikel ini sudah mengetahuinya, namun tidak mengetahui apa saja jenis-jenis/format penulisan daftar pustaka.

Akhirnya, suatu saat saya menemukan sumber yang cukup terpercaya yang menjelaskan beberapa jenis format daftar pustaka. Sumber tulisan yang akan saya bahas di sini berasal dari sebuah ensiklopedia elektronik, Microsoft Encarta.

Ada tiga jenis citation yang dijelaskan di Encarta (FYI: saya memakai program Microsoft Student "Encarta" 2009), yaitu APA style, Chicago style, dan MLA style.