30 Januari 2010

My Proudness to My Flagship Carrier

It is actually the same theme I wrote on ghanblr, my other blog on tumblr platform.

It started on last monday, when I read an article about Mr. Emirsyah Satar (CEO of Garuda Indonesia) in KOMPAS. I've heard before from someone I forgot (hehe) that Mr. Satar has shown good achievement in managing Garuda Indonesia, our flagship carrier. He increased company's revenue from year 2007 to 2008 and also inverting company stability from loss condition in 2006.

It makes me proud of him and Garuda Indonesia itself. Instead of world's economic unstability, our country and Garuda Indonesia has shown the toughness to face this condition. Moreover, compared to JAL (Japan Airlines) bankruptcy, I believe Garuda Indonesia will do better in this globalization era.

Overall, I'm very proud of Garuda Indonesia...

And I still dreaming that carrier will take me flying to my dream...

Where?
Hehe
^^

Amiin.

24 Januari 2010

Mount Tangkuban Parahu: Between Sweat, Mist, and Proudness

It started from a dream on Friday morning.
After have had several journey with my bicycle Pipi, through my city Bandung and Lembang highland, I wonder where should I go next?
And in that morning, I was imagine to step on one famous mountain in West Java.

It is Mount Tangkuban Parahu.

That mountain had its own legend. It is about forbidden love between mother and her children, Dayang Sumbi and Sangkuriang. Legend told that Sangkuriang, whose love was being rejected by Dayang Sumbi, felt dissapointed and kicked his boat. Later, that boat was transformed into Mt. Tangkuban Parahu.

Now, the journey story itself...
We planned to "take off" from Kartika Sari-Dago at 6.00 a.m. Unfortunately none of us were there in time. So our departure was delayed. Until 8.30 a.m. we still waiting for Upi (M.Luthfi Darajat), he said that he helped her mother first in the morning. But it is okay, because while waiting for Upi, me and Nuri (Radityo Nur Hardono) helped a man whose folding bike was broken down.

22 Januari 2010

Berapa Lama Lagi Waktu yang Kau Punya di Tingkat 4?

Almas Wicaksono.

Teman saya yang satu ini punya kebiasaan aneh. Aneh saat itu, saat 4 tahun yang lalu. Tapi sekarang saya tidak bisa bicara "aneh" lagi mengenai kebiasaannya.
Kami, saat itu menduduki "surga" di SMA kami. Setelah sebelumnya memasuki "neraka" dan "bumi", di tahun pertama dan tahun kedua masa studi kami.
Di kelas 3 ini, tentunya kami sangat hectic belajar dan mengulang pelajaran dari kelas 1 sampai kelas 3. Jam belajar malam di sekolah pasti kami gunakan untuk belajar mempersiapkan Ujian Nasional.

Beda dengan Almas. Saat jam belajar malam, di saat kami belajar mata pelajaran untuk ujian, dia malah asyik mengutak atik harian Jakarta Post. Ya, biasanya kami belajar di Perpustakaan dan Ruang Baca-nya. Di sana koran-koran nasional bertengger. Termasuk Jakarta Post ini, yang berbahasa Inggris.

21 Januari 2010

PL-3002 Aspek Kebencanaan Dalam Perencanaan


Judul tulisan ini adalah nama sebuah mata kuliah di ITB.
Dilihat dari kodenya, PL, matkul ini berasal dari Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi). Wah, trus, ngapain saya ambil matkul ini?
Sebenernya alesannya cukup aneh sih...

Mari kita kembali ke masa 3 tahun silam...

Pertama kali kuliah di ITB, pas masa-masa Tahap Persiapan Bersama, saya amat sangat males bawa buku teks kuliah. Toh, nyatet aja kayanya udah cukup. Trus, akhirnya saya ketemu temen saya Siska (TL'06), dia selalu bawa -bawa textbook berwarna. Ha? Emang ada ya mata kuliah yang kaya gitu? Setelah saya telusuri ternyata dia minjem buku referensi buat matkul Pengetahuan Lingkungan (PengLing).

20 Januari 2010

National Leadership Youth Camp 2010


"...Kami siswa Perguruan Taman Taruna Nusantara,
adalah putera ibu pertiwi Indonesia,
setia kepada Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
setia kepada Pancasila
setia kepada Undang-Undang Dasar 1945
bersedia menyerahkan seluruh jiwa raga bagi cita-cita dan perjuangan bangsa Indonesia..."
Itu adalah poin no.2 dalam sebuah triprasetya yang minimal saya resapi selama 1x1 minggu selama 3 tahun. Dan di tahun ke tiga, ketiga prasetya itu diikat oleh sebuah janji bernama Prasetya Alumni.

---
Selang beberapa tahun setelah saya lulus, saya kaget, ternyata ada orang yang menolak Pancasila. Pancasila itu haram, katanya. Juga orang lain lagi yang menolak konsep tanah air dan bangsa. Yang ada hanya satu ummat, kata orang tersebut.

12 Januari 2010

Prasetya Alumni

Janji Alumni...

Kami alumni SMA Taruna Nusantara, dengan ini berjanji
akan memegang teguh Tri Prasetya Siswa SMA Taruna Nusantara,
dalam pengabdian kami
kepada bangsa dan negara



Magelang, 24 Juni 2006

Hari dimana volume air mata saya yang keluar mencapai rekornya...

06 Januari 2010

Think Clearly !


Biar hati sudah panas, tapi kepala harus tetap dingin

Itulah kata-kata yang saya ingat dari seorang perwira angkatan laut di KRI Teluk Banten, hampir empat tahun yang lalu. Letkol Laut Toga Simatupang (saat itu pangkatnya masih Letkol) namanya. Saat itu ia sedang bercerita bagaimana kondisi para tentara kita saat berpatroli di Ambalat. Ia menjelaskan pentingnya mengedepankan logika daripada emosi belaka.

Dan, hari ini, sepertinya... eh, seharusnya saya menerapkan pesan-pesan beliau dahulu. Tapi agak dimodif sih:

Biar perut sudah lapar, tapi kepala harus tetap dingin

Itulah pelajaran yang dapat saya ambil hari ini.