31 Desember 2010

Quote (3)

We cannot measure what we cannot describe

-Mas Yuda (Salman Basic Training, 4 Juli 2007)
Saya ga nyatet apa arti dari kata-kata ini. Tapi menurut feeling dan sedikit logika saya, intinya, kita tidak akan bisa memperjuangkan apa yang kita sendiri pun tidak tahu apa yang kita perjuangkan. Kita tidak akan dapat meraih sesuatu tanpa mengetahui tujuan, untuk apa kita meraih sesuatu tersebut...

Quote (2)

Tidak semua ksatria itu bagus dan tidak semua raksasa itu jelek
-Pa Parwinando (Pamong Fisika)

Hmmm...kata-kata ini saya catet tanggal 9 Februari 2006. Sebenernya saya masih bingung dengan maknanya...

Quote (1)

Berbicara tentang kepalsuan secara meyakinkan adalah kebohongan
Berbicara tentang kebenaran secara tidak meyakinkan adalah kebodohan
Berbicara tentang kebenaran secara meyakinkan adalah suatu keutamaan

Kata-kata ini ada di notes SMA saya. Entah darimana sumbernya saya lupa. Tapi seingat saya, saya nyatet ini saat sedang melaksanakan program perbaikan cara berbicara di depan publik :)

Catatan Akhir Tahun: More Post...!


Hmmm...
Malam ini malam terakhir 2010..
Waaa !
Bahaya...bahaya...!

Postingan saya di blog ini belum melebihi jumlah postingan tahun lalu. Seperti kata Rasulullah, jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka celakalah orang itu. Kalau hari ini sama seperti hari kemarin, rugilah orang itu.

Penting banget ya, jumlah postingan??
Ya!
Karena ini menulis.
Kenapa menulis?

Alasan tersebutlah yang membuat blog ini ada. Saya ingin menjadi orang pintar dan ini salah satu medianya.
Selain itu...kenapa alamatnya semangatyanghidup...
Saya ingin berusaha memberikan tulisan yang bermakna dan worthed buat dibaca. Menginspirasi orang lewat tulisan. Meskipun ada yang isinya curhatan, atau pengalaman aneh, junk, recycle junk, dan sebagainya, setidaknya yang baca bisa tahu pengalaman junkie saya. Haha. Kalau itu jelek, ya minimal bisa buat referensi lah biar ngga terperosok ke lubang yang sama.

Menurut saya ga ada tulisan yang ga berguna, selama itu orisinil dan hasil dari sintesis pikiran kita. Sejelek-jeleknya tulisan pun pasti menimbulkan reaksi dari orang-orang yang ngebacanya. Kalau tulisannya bikin marah, orang pun bisa marah dan melepaskan emosinya. Tapi bisa juga, dengan tulisan jelek itu, orang belajar mengendalikan dirinya. Dan...tulisan tersebut telah membuat seseorang BELAJAR.

Tapi tentu saja tulisan yang baik lebih utama. Dengan tulisan, seorang penulis bisa mengubah watak seseorang. Dengan tulisan seorang penulis bisa mengubah suasana hati. Dan dengan tulisan, bukan tidak mungkin seseorang bisa mengubah dunia (klo ga salah saya dapet kata-kata ini dari Bang Andrea Hirata). Ya, contohnya penulis yang saya sebutkan tadi. Dengan novel Laskar Pelangi, dkk, Andrea Hirata telah berhasil mengubah sudut pandang orang terhadap pendidikan...juga mengubah wajah Belitung!

Okey...
Itulah kehebatan tulisan. Saya yakin semua orang bisa menjadi penulis yang hebat, tentunya harus dengan usaha yang hebat pula. Seperti kata Malcolm Gladwell dalam "The Outliers", kemahiran seseorang salah satunya ditentukan dari prinsip 10.000 jam. Artinya dengan berlatih sebanyak mungkin (selama 10.000 jam), kita dapat menjadi seorang master di bidang tertentu.

Kembalo ke topik..kembali ke topik!
Haduuuh...tulisan apa ya yang bisa saya tulis dalam beberapa menit terakhir di tahun ini???
Wait for me...
#thinking #thinking #thinking

Postingan tahun ini terancam sedikit!


28 Desember 2010

Agresivitas

Kemaren-kemaren, waktu sedang getol-getolnya latihan buat tes TOEFL, saya menemukan artikel menarik di bahan latihan tes TOEFL tersebut. Temanya tentang sifat agresif dalam diri manusia. Menurut hasil penelitian (antropolog atau psikolog, saya lupa :p ), sifat agresif pada diri manusia itu ada. Makanya, sifat tersebut harus disalurkan. Yang penyalurannya baik, adalah dengan mengikuti kompetisi, pertandingan olahraga, dan kegiatan-kegiatan positif lainnya. Yang buruk, ya mungkin dengan kegiatan kriminal, bullying, dan sebagainya.

Hmm...cukup dimengerti bukan? Yang berlebihan itu harus dikurangi...

Dan sepertinya saya sekarang sedang butuh kegiatan untuk mengurangi beban agresivitas itu. Ada yang punya ide??

20 Desember 2010

Maukah Kau Menjadi Ainun-Ku?

Banyak kisah cinta yang mengharukan yang sering kita dengar. Mulai dari Romeo & Juliet, Gumiho & Cha Dae Woong, hingga Fitri dan Farel. Kisah cinta mereka memengaruhi emosi kita bahkan menginspirasi kita untuk berbuat yang sama terhadap orang yang kita cintai dan sayangi. Namun tentunya kisah kasih sayang yang patut kita contoh adalah yang dilakukan Rasulullah SAW. Dan menurut saya, di Indonesia kisah cinta antara Pa Habibie dan Bu Ainun adalah salah satu yang mendekati dan bisa dijadikan referensi.

Ya, setelah membaca kisah Pa Habibie dan Bu Ainun (dalam buku Habibie & Ainun), saya merasa telah mengikuti kisah cinta yang “murni, suci, sejati, sempurna dan abadi” (kata-kata ini berulang kali dituliskan Pa Habibie dalam bukunya). Buku ini menceritakan kisah bagaimana sebuah keluarga religius yang mengabdi pada bangsa dan negaranya bertahan dari setiap cobaan dengan saling mendukung dengan kasih sayang yang tulus dan ikhlas (Pa Habibie seorang achiever dan Bu Ainun pengayom dan istri yang solehah). Saya memang belum pernah membaca secara lengkap buku-buku tentang B.J. Habibie sebelumnya, tapi dari buku ini juga beliau bercerita tentang perjalanan hidupnya dan dibalik semua kesuksesan beliau, ada seorang wanita. Wanita itulah yang bernama dr. Hasri Ainun Habibie.

Mari bersatu padu...

Saya baru setengah jalan membaca buku "Habibie & Ainun". Sempat termenung di bagian dimana Pa Habibie menceritakan tentang usahanya dan beberapa anak bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang melek teknologi, menciptakan kebangkitan nasional yang ke-2. Saat itu beliau tengah merancang N-250 "Gatotkoco".

Timbulah ingatan saya pada lagu ini. Lagu yang setiap pagi diputar untuk mengiringi saya dan teman-teman berbaris menuju ruang kelas.

Mari bersatu padu membangun Indonesia
Menuju kebangkitan nasional yang ke dua
seluruh bangsa dari Aceh sampai Irian
Membangun kemandirian sejajar dengan bangsa maju di dunia

Bangkitlah wahai bangsaku
Songsong masa depan
Kejar ketinggalan, entaskan kemiskinan
Jalin persatuan kesatuan

Tetap teguh dalam jatidiri
Bangsa yang besar
Bersatu dan jayalah
Aman dan damai

Jadi muncul lagi hasrat saya untuk menyaingi beliau dan KRI Dewaruci. Mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.

03 Desember 2010

What is the meaning of success?

Everybody has their own dream to achieve. When they can achieve it, they feel as a successful person. Others may think differently. When they are superior or more prosper than anyone, they think they are successful person.
Commonly, people agreed that a successful person is someone who struggle harder and achieve more than everyone. In a simple word, he/she is the best of the best.

The statement above seems make us believe that success completely rely on someone's struggle and quality. Few weeks ago I was pretty sure with that statement, until I read this book:

Outliers

21 November 2010

Cycling Alone

A passion for cycling for me is like holding my self to have a pee (haha, can you imagine that?).

Like yesterday, when I planned to ride bicycle on the next day, I can not wait patiently until the next 24 hours. And today, as planned before, I rode my bicycle through a curved road of North of Bandung. The track I went through was usual for me, as me and my friends were often use this this track to reach Lembang highland or even Mt. Tangkubanparahu.

Gunung Batu (in background), part of Lembang Fault, beautiful place to visit

Mengangkot

Ini kisah hari kemarin lusa...

Jumat, 19 November 2010.
Hari ini saya kembali ke kampus setelah sekian lamanya. Haha, padahal cuma 2 hari ngga ke kampus, tapi rasanya sudah lama sekali.
Agenda hari ini, ngambil majalah di Yosay, liat festival Monju, dan ke nikahannya Kang Prio. Entah mengapa, selepas solat Jumat saya jadi ingin naik angkot (buat yang belum tau - kacida pisan - angkot itu singkatan dari: angkutan kota). Mungkin ini akibat efek semalam, saat saya pulang dari Jakarta, sampai di pool X-Trans Cihampelas jam setengah 11 malam, tapi masih ada angkot yang bisa mengantar saya sampai rumah. Dengan relatif cepat. Dan hari ini saya pun ketagihan.

Jadilah saya naik angkot. Seperti masa-masa TPB, saat saya belum menggunakan motor, saya naik angkot 01 (Kalapa-Caheum) dilanjutkan dengan angkot 03 (Kalapa-Dago). Sebenarnya kalau boleh memilih, saya lebih senang naik angkot. Di angkot saya bisa mengisi waktu saya dengan membaca buku, tidur, ngeceng (ups...bukan yang 'itu' maksudnya) alias memerhatikan gerak-gerik orang dan menebak sifatnya dan mengambil pelajaran daripadanya (haha...bahasanya gaya kan?). Yup, saat itu saya terinspirasi sebuah pemikiran tentang angkot dan warga Bandung.

16 November 2010

Pelatihan Kepemimpinan Putra Sunda 8 (Part 2)

"Kokoh berpadu kebersamaan satu,
melatih diri tak lelah berkarya,

cita merdeka memakmurkan bangsa,

lantunkan jiwa kokohkan hati..."

Tiga hari terakhir dari PKPS 8 ini dilaksanakan di kawasan Situ Lembang. Situ Lembang ini adalah salah satu bagian dari kaldera Gunung Sunda yang masih tersisa. Letaknya di utara Cimahi, diantara Gunung Burangrang dan Gunung Tangkubanparahu. Kawasannya masih sangat-sangat asri, karena memang tidak semua orang bisa masuk ke area ini. Untunglah kawasan Situ Lembang ini dipakai sebagai arena latihan tempur Kopassus, sehingga secara tidak langsung kawasan ini terjaga dari tangan-tangan manusia yang merusak.
Tempat ini pun rutin dipakai untuk latihandan pendidikan Wanadri.

"Ragu-ragu kembali sekarang juga". Salah satu gapura yang dipasang sebelum memasuki kawasan utama Situ Lembang. Di sini sinyal hp benar-benar tidak ada.

Saya ingat kata-kata seorang panitia, "Alam akan menguak semua karakter orang."
Ya, dalam tiga hari berada di alam bebas ini terlihat karakter dan sifat asli masing-masing orang. Membuat fly sheet, bivak, memasak, bahkan mobilisasi di dalam hutan, secara tidak langsung menjadi media untuk membuktikan kemampuan seseorang dalam beradaptasi dengan alam.

15 November 2010

Pelatihan Kepemimpinan Putra Sunda 8 (Part 1)

"Membangun jiwa jadi pemimpin,
usaha keras tak pernah berhenti,
melatih diri yakinkan hati,

demi esok cerah gembira..."


Leadership training-pelatihan kepemimpinan, pelatihan softskill, pelatihan manajemen, bagi mahasiswa mungkin terdengar biasa-biasa saja. Juga bagi saya. Saya pernah memiliki misi untuk mempertajam kemampuan softskill saya sejak menjadi mahasiswa di ITB. Alhasil sejak tingkat satu saya sering mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh organisasi-organisasi di sekitar kampus, tentunya bagi mahasiswa, biayanya relatif murah. Itulah untungnya (masih) menjadi mahasiswa.

Id card

Setelah memasuki masa-masa tingkat 4 dan setelah melewatinya (hmm, jangan salah tangkep ya dengan kata 'melewatinya' ^^), saya bertekad untuk memfokuskan diri ke bidang akademik dan profesi. Tapi karena ajakan temen, tercatat tahun ini saya mengikuti 2 pelatihan kepemimpinan yang menurut saya cukup esensial bagi pemikiran saya. Yang pertama National Leadership Youth Camp di Cisarua, Bogor dan yang baru-baru ini, Pelatihan Kepemimpinan Putra Sunda 8 yang diselenggarakan oleh GEMA Jabar di Pusdikbekang Cimahi dan Situ Lembang. Mengapa kedua pelatihan ini sangat membekas bagi saya? Karena pelatihan ini memberikan persepsi yang lurus tentang Nasionalisme Indonesia dan Keislaman dan Nasionalisme Indonesia dan Kesundaan. Sebenarnya niat utama saya mengikuti PKPS 8 ini adalah untuk menambah teman dan koneksi, tapi yang saya dapatkan malah lebih...

31 Oktober 2010

Loneliness

Sebelum hari ini, rekor yang pernah saya alami dari perasaan sedih dan melankolis karena ditinggal atau berpisah dengan orang-orang yang saya sayangi dan saya temani dipegang oleh "perpisahan angkatan saya di SMA". Tiga tahun kami dibina dan "ditempa" bersama-sama, datang dari seluruh pelosok tanah air yang tidak saling mengenal, diikat, tapi akhirnya dilepaskan lagi. Jujur airmata saya yang keluar saat perpisahan itu memegang rekor debit tertinggi selama ini.

Bulan-bulan terakhir ini pun saya mengalami "proses perpisahan". Berpisah dari teman-teman seperjuangan kuliah selama empat tahun. Tapi, seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, saya merasa biasa-biasa saja ditinggal teman-teman yang satu per satu sudah lulus. Contohnya, waktu wisuda Juli 2010, saya ngerasa temen-temen yang saling mengucapkan selamat tinggal, nangis-nangisa, bla...bla...bla...kayanya berlebihan deh. Soalnya saya yakin besok-besoknya juga masih sering ketemu. Walaupun kerja, mau di Jakarta atau di luar pulau, paling seminggu sekali atau sebulan atau beberapa bulan sekali juga bisa ketemu. Pas wisuda Oktober 2010 kemaren juga, saya ngerasa biasa-biasa aja ah. Toh, masih ada situs jejaring sosial, milis, HP, dan alat komunikasi lain yang bisa menghubungkan kami satu sama lain.

15 Oktober 2010

My First Korean Drama



Gu Mi Ho

Saya mulai tertarik dengan negeri yang beribukota di Seoul ini sejak duduk di bangku kelas 3 SMP. Waktu itu ayah saya diundang untuk presentasi tentang potensi tambang dan mineral Indonesia di Korean Institute of Geoscience and Mineral Resources (KIGAM) - semacam departemen sumberdaya mineralnya Korea Selatan. Dari cerita dan foto-foto yang dibawa Bapak, rasa ingin tahu saya tentang Korea (Korea Selatan, pen.) mulai muncul.

14 Oktober 2010

Apakah saya akan ke Belanda?


Iseng-iseng nanya tentang tiket penerbangan ekonomi ke Belanda (harganya Rp.6 jutaan) tapi ada keterangan bahwa penerbangan Garuda-nya tidak menyediakan kelas ekonomi. Yang ada kelas bisnis (Rp. 25 jutaan). Wow..
Haha.

I hope I will be there soon...

30 September 2010

G 30 S

Tampak jelas Pahlawan Revolusi
yang bernama Jenderal Ahmad Yani
telah gugur di kota Jakarta
atas kekejaman PKI

Sungguh kejam PKI itu
tujuh jenderal dibunuhnya
dimasukkan ke lubang buaya
tiada rasa keadilan

Lagu ini saya dengar pertama kali saat kelas 2 SD. Dulu, guru saya Bu Heni, yang menuliskan ini di papan kelas. Rasanya ini lagu yang tidak populer dinyanyikan yang langsung saya hapal saat itu juga. Karena lagu ini menurut saya sangat berhubungan dengan saya.

25 September 2010

Blessing in Disguise

... kalimat ini saya dengar pertama kali dari Pa Dimitri Mahayana, waktu berkunjung ke TN sekitar tahun 2005 atau 2006 lalu, ketika saya duduk di bangku kelas 3

Blessing in disguise ini dalam Bahasa Indonesia artinya "rahmat/berkah yang terselubung". Jika diartikan secara definisi memang susah, tapi secara praktis artinya: dalam kondisi tertentu yang kita alami (beberapa dalam kondisi buruk) ada rahmat yang diberikan Tuhan kepada kita dan kita tidak menyadari itu di awal-awal.

Contohnya, saat ada pembagian makanan gratis, kita ngga kebagian, tapi ternyata orang-orang yang makan makanan itu mengalami diare karena makanan tersebut kurang higienis. Kita pun selamat, karena tidak ikut makan.
Contoh lainnya, suatu saat motor yang kita miliki rusak parah. Mau ke bengkel ngga punya uang, akhirnya terpaksa kita perbaiki sendiri. Proses perbaikan tersebut menyita waktu belajar kita, tapi kita jadi hapal seluk beluk motor. Itulah blessing in disguise.

Di semester terakhir (ups, sori, semester 'ekstensi' maksudnya) ini saya juga merasakan berbagai BiD (Blessing in Disguise) yang benar-benar memberikan saya banyak pengalaman dan pelajaran. Sebenernya saya ga mau cerita dulu sampai akhirnya saya berada di akhir perjuangan kuliah S1 ini, tapi apa salahnya di share...iya ga? Iya lah ya...

08 September 2010

Sudahkah Anda Membayar Zakat?

Rukun Islam yang lima...

syahadat,sholat,puasa...

zakat untuk si papa, haji bagi yang kuasa...

siapa belum sholat...dor!

siapa belum zakat...

kan rugi di akhirat...

pasti Allah melaknat...

Pernah denger lagu itu?

Lagu?? Iya, coba nyanyiin pake irama lagu 'Balonku'. Lagu ini ada di halaman belakang buku 'Iqra' (belajar baca Quran) yang warna-warni dari jilid 1-6. Pasti ada yang inget kan buku yang sering dibaca waktu kecil....

Akhir-akhir ini ada sesuatu yang mengganjal di hati saya. Terutama menyangkut rukun Islam ke-4. Akhir-akhir ini ada kejadian-kejadian yang ngingetin saya tentang rukun Islam ke-4 ini. Kurang lebih udah 3 kali saya denger khutbah tentang kewajiban bayar zakat selama Ramadhan ini dan pengalaman itu bikin saya suka ga enak jalan dan ga enak hati. Waktu saya taraweh di DT, khutbahnya tentang zakat. Waktu "maen2" ke kantor owner disodorin buletin tentang zakat. Waktu bangun tidur pun pernah tiba2 Bapa saya ngingetin tentang bayar zakat. Sepertinya akhir-akhir ini kata 'zakat' selalu terngiang-ngiang di kepala saya.

30 Agustus 2010

Polisi Jaman Kiwari...

Sebenernya kejadian ini saya alami lebih dari seminggu yang lalu, tadinya mau saya simpen di memori pribadi aja, tapi lama-lama kesel juga menyembunyikan kebenaran.

Hari Kamis, tanggal 19 Agustus 2010 yang lalu, kira-kira pukul 17.15 saya yang sedang berboncengan dengan temen (pake motor) diberhentikan oleh sekelompok polisi lalu lintas yang sedang bertugas (iyakah bertugas??) di perempatan Cipaganti tepat sebelum fly over Pasopati. Kejadiannya, saat itu lalu lintas yang menuju ke utara (Jl. Cipaganti) macet total. Saya pun belok kiri ke arah barat (soalnya emang mau ke PVJ), dimana saat itu lampu lalu lintas di perempatan mati, yang nyala cuma lampu lalu lintas di seberang perempatan. Nah, saya pun disuruh menepi…

26 Juli 2010

Engineering for Life: Projecting Our Life

Kepikiran bikin tulisan ini waktu lagi bengong-bengong alias ngelamun alias terpana tak berkutik di depan laptop di lab. Mektan, mikirin caranya bikin model yang bener.

Waktu itu saya keinget pengalaman ngerjain tugas besar nge-desain bandara/lapangan terbang. Prosesnya itu, mulai dari nyari data-data jumlah penumpang dan kargo. Desain fasilitas sisi darat (gedung terminal, tempat parkir, jalur akses ke bandara). Desain fasilitas sisi udara ( taxiway, apron) & nganalisis windrose * buat nyari arah runway yang cocok. Serta fasilitas-fasilitas pendukung lainnya.

07 Maret 2010

Surat Terakhir Untuk Cremona


6 Maret 2010, pukul 00.11

Sudah 50 menit berlalu tanpa adanya tambahan materi dari buku Numerical Methods in Geotechnical Engineering karya Chandrakant S. Desai yang masuk ke otak saya. Besok, atau lebih tepatnya hari ini, laporan pertanggungjawaban Badan Pengurus 2009/2010 HMS ITB akan berlangsung. Untuk LPJ Divisi Propaganda Departemen Pengabdian Masyarakat yang saya pegang, memang sudah dibuat. Tapi untuk CREMONA™? Hmmm... Itulah yang saya pikirkan selama 50 menit ini. Hingga saat ini belum ada hasil konkrit dari kerja kami selama 10 bulan ini. Lalu entah mengapa perlahan-lahan pikiran saya mulai mengalami flash back. Saya memikirkan peran saya di CREMONA™ selama ini dengan membayangkan berbagai jenis tindakan yang sudah saya lakukan. Lalu sedikit-sedikit saya mulai iseng membayangkan bagaimana jadinya bila saya mengambil tindakan yang berbeda saat itu. Semakin lama, imajinasi tersebut semakin membesar dan terakumulasi. Sayang jika menguap begitu saja, karena itulah saya memutuskan untuk membuat tulisan ini. Tulisan yang berisi renungan saya selama 50 menit itu...

30 Januari 2010

My Proudness to My Flagship Carrier

It is actually the same theme I wrote on ghanblr, my other blog on tumblr platform.

It started on last monday, when I read an article about Mr. Emirsyah Satar (CEO of Garuda Indonesia) in KOMPAS. I've heard before from someone I forgot (hehe) that Mr. Satar has shown good achievement in managing Garuda Indonesia, our flagship carrier. He increased company's revenue from year 2007 to 2008 and also inverting company stability from loss condition in 2006.

It makes me proud of him and Garuda Indonesia itself. Instead of world's economic unstability, our country and Garuda Indonesia has shown the toughness to face this condition. Moreover, compared to JAL (Japan Airlines) bankruptcy, I believe Garuda Indonesia will do better in this globalization era.

Overall, I'm very proud of Garuda Indonesia...

And I still dreaming that carrier will take me flying to my dream...

Where?
Hehe
^^

Amiin.

24 Januari 2010

Mount Tangkuban Parahu: Between Sweat, Mist, and Proudness

It started from a dream on Friday morning.
After have had several journey with my bicycle Pipi, through my city Bandung and Lembang highland, I wonder where should I go next?
And in that morning, I was imagine to step on one famous mountain in West Java.

It is Mount Tangkuban Parahu.

That mountain had its own legend. It is about forbidden love between mother and her children, Dayang Sumbi and Sangkuriang. Legend told that Sangkuriang, whose love was being rejected by Dayang Sumbi, felt dissapointed and kicked his boat. Later, that boat was transformed into Mt. Tangkuban Parahu.

Now, the journey story itself...
We planned to "take off" from Kartika Sari-Dago at 6.00 a.m. Unfortunately none of us were there in time. So our departure was delayed. Until 8.30 a.m. we still waiting for Upi (M.Luthfi Darajat), he said that he helped her mother first in the morning. But it is okay, because while waiting for Upi, me and Nuri (Radityo Nur Hardono) helped a man whose folding bike was broken down.

22 Januari 2010

Berapa Lama Lagi Waktu yang Kau Punya di Tingkat 4?

Almas Wicaksono.

Teman saya yang satu ini punya kebiasaan aneh. Aneh saat itu, saat 4 tahun yang lalu. Tapi sekarang saya tidak bisa bicara "aneh" lagi mengenai kebiasaannya.
Kami, saat itu menduduki "surga" di SMA kami. Setelah sebelumnya memasuki "neraka" dan "bumi", di tahun pertama dan tahun kedua masa studi kami.
Di kelas 3 ini, tentunya kami sangat hectic belajar dan mengulang pelajaran dari kelas 1 sampai kelas 3. Jam belajar malam di sekolah pasti kami gunakan untuk belajar mempersiapkan Ujian Nasional.

Beda dengan Almas. Saat jam belajar malam, di saat kami belajar mata pelajaran untuk ujian, dia malah asyik mengutak atik harian Jakarta Post. Ya, biasanya kami belajar di Perpustakaan dan Ruang Baca-nya. Di sana koran-koran nasional bertengger. Termasuk Jakarta Post ini, yang berbahasa Inggris.

21 Januari 2010

PL-3002 Aspek Kebencanaan Dalam Perencanaan


Judul tulisan ini adalah nama sebuah mata kuliah di ITB.
Dilihat dari kodenya, PL, matkul ini berasal dari Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi). Wah, trus, ngapain saya ambil matkul ini?
Sebenernya alesannya cukup aneh sih...

Mari kita kembali ke masa 3 tahun silam...

Pertama kali kuliah di ITB, pas masa-masa Tahap Persiapan Bersama, saya amat sangat males bawa buku teks kuliah. Toh, nyatet aja kayanya udah cukup. Trus, akhirnya saya ketemu temen saya Siska (TL'06), dia selalu bawa -bawa textbook berwarna. Ha? Emang ada ya mata kuliah yang kaya gitu? Setelah saya telusuri ternyata dia minjem buku referensi buat matkul Pengetahuan Lingkungan (PengLing).

20 Januari 2010

National Leadership Youth Camp 2010


"...Kami siswa Perguruan Taman Taruna Nusantara,
adalah putera ibu pertiwi Indonesia,
setia kepada Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
setia kepada Pancasila
setia kepada Undang-Undang Dasar 1945
bersedia menyerahkan seluruh jiwa raga bagi cita-cita dan perjuangan bangsa Indonesia..."
Itu adalah poin no.2 dalam sebuah triprasetya yang minimal saya resapi selama 1x1 minggu selama 3 tahun. Dan di tahun ke tiga, ketiga prasetya itu diikat oleh sebuah janji bernama Prasetya Alumni.

---
Selang beberapa tahun setelah saya lulus, saya kaget, ternyata ada orang yang menolak Pancasila. Pancasila itu haram, katanya. Juga orang lain lagi yang menolak konsep tanah air dan bangsa. Yang ada hanya satu ummat, kata orang tersebut.

12 Januari 2010

Prasetya Alumni

Janji Alumni...

Kami alumni SMA Taruna Nusantara, dengan ini berjanji
akan memegang teguh Tri Prasetya Siswa SMA Taruna Nusantara,
dalam pengabdian kami
kepada bangsa dan negara



Magelang, 24 Juni 2006

Hari dimana volume air mata saya yang keluar mencapai rekornya...

06 Januari 2010

Think Clearly !


Biar hati sudah panas, tapi kepala harus tetap dingin

Itulah kata-kata yang saya ingat dari seorang perwira angkatan laut di KRI Teluk Banten, hampir empat tahun yang lalu. Letkol Laut Toga Simatupang (saat itu pangkatnya masih Letkol) namanya. Saat itu ia sedang bercerita bagaimana kondisi para tentara kita saat berpatroli di Ambalat. Ia menjelaskan pentingnya mengedepankan logika daripada emosi belaka.

Dan, hari ini, sepertinya... eh, seharusnya saya menerapkan pesan-pesan beliau dahulu. Tapi agak dimodif sih:

Biar perut sudah lapar, tapi kepala harus tetap dingin

Itulah pelajaran yang dapat saya ambil hari ini.