04 Desember 2008

Admiral : Love, Sacrifice, Honour

A must seen film!

Mungkin dari segi bahasa percakapan-percakapan yang ada di film ini tidak bisa begitu saja kita tangkap (kecuali ada subtitle-nya), karena ini memang film buatan Rusia.
Namun, film yang menyoroti kisah patriotisme seorang perwira Rusia ini cukup menarik untuk diambil pesan moral yang ada di dalamnya. Film Admiral ini menggambarkan kepada kita bagaimana hebatnya sebuah loyalitas untuk bertahan di medan perjuangan.




Ibo silna, kak smert, lyubov. ("For as strong as death is love.")

Tokoh utama dalam film ini, yaitu Alexander Vasiliyevich Kolchak (diperankan oleh Konstantin Khabensky), merupakan seorang tokoh angkatan laut Rusia di masa PD I. Kepemimpinan dan keberaniannya dalam pertempuran menyebabkan ia mendapat promosi dari Tsar Nicholas II menjadi vice-admiral termuda di Rusia saat itu.

Kesetiaannya kepada raja dan negara sangat kuat dan ia sangat menjunjung tinggi profesionalisme sebagai seorang tentara/perwira. Hal ini dibuktikan saat Kolchak memiliki affair dengan salah seorang istri perwiranya (entah apakah di sejarah yang sebenarnya hal ini terjadi/tidak), juga saat terjadi revolusi Bolshevik, kesetiaannya kepada raja dan negara tidak pernah pudar (fyi: saya pernah mendengar dari seorang teman saat SMA,bahwa perwira laut biasanya loyalitasnya paling tinggi). Saat revolusi terjadi, semua perwira Rusia dibunuh oleh pengikut Lenin (yg nanti dijuluki Red Army). Kolchak pun dipaksa untuk menyerahkan diri. Untuk mencegah pertumpahan darah, ia menyuruh para perwiranya untuk menyerah dan ia sendiri memilih membuang pedang perwiranya ke lautan ketimbang harus diserahkan kepada para pemberontak. Setelah revolusi tersebut, Kolchak bergabung dengan Provisional Government yang anti Bolshevik. Ia memimpin tentara (White Army) untuk melawan kaum Bolshevik. Berbasis di Omsk, sebuah kota di Siberia, ia melancarkan perlawanan terhadap pasukan merah Soviet (inilah awal perang saudara di Rusia). Namun pada akhirnya, perjuangan Kolchak harus terhenti saat ia ditangkap dan ditembak mati.

Gambaran perjuangan dalam film ini sangat menarik. Dengan loyalitas yang tinggi dan ditengah bercampurnya urusan pribadi, Kolchak tetap berkepribadian sebagai seorang perwira yang tangguh. Mungkin jika Indonesia bisa membuat (lagi) film-film perjuangan dengan kualitas yang bagus (tentunya), dapat juga menjadi inspirasi bagi kita semua.

Di saat tidak ada lagi sesuatu (materi) pun yang kita miliki, hanya kebanggaanlah yang dapat membuat kita bertahan dalam sebuah perjuangan...


2 comments:

yuamar mengatakan... Best Blogger Tips[Reply to comment]Best Blogger Templates

Assalamu'alaikum Ghan...
pertama kali berkunjung nih..

btw..punya filmnya? pinjem dong?

Ghani mengatakan... Best Blogger Tips[Reply to comment]Best Blogger Templates

Waalaikumsalam...
ada Yum..ntar klo ketemu copy aja..