30 Desember 2008

Setelah Satu Tahun Lamanya

Akhirnya terpecahkan juga misteri suara kretek..kretek yang biasanya suka muncul pas saya lagi lari ato push-up. Iya, udah lama nih klo lagi menggeliat suka ada bunyi aneh dari sekitar tulang dada. Ternyata pas saya renang tadi (renang pertama setelah setahun yang lalu), akhirnya bunyi kretek..kretek itu hilang juga...

Sendi Mati
Tahu kan klo kita lagi pegel-pegel biasanya suka meletekin jari-jari tangan...krek,krek..gitu bunyinya. Nah, kita sebenernya sedang menggerakkan sendi tulang (joint). Sendi itu ada bermacam-macam jenisnya, salah satu yang unik adalah sendi mati. Sendi ini terdapat di tulang tengkorak dan tulang dada/iga (klo ga salah namanya tulang perisai ya??ato tulang pedang?)---klo salah tolong dikoreksi...Sendi mati ini (Suture) punya keterbatasan ruang gerak (malah secara kasat mata tidak terlihat menggerakkan tulang). Kebayang ga, klo tulang tengkorak kita bisa berubah2 gara-gara digerakin??Serem kan...
Tapi sendi ini bisa bergerak tumbuh namun tetap mempunyai fleksibilitas yang terbatas.

Kembali ke masalah kretek,kretek pas lari. Kayanya sama dengan menggeliatkan sendi di tangan atau di bahu, sendi mati pun bisa digeliatkan (maaf klo istilahnya baru,saya bikin sendiri, ga tau sih disebut apa). Makanya kadang-kadang suka ada kan, barber shop atawa tukang cukur yang suka mijitin kepala dan leher kita (kaya tukang cukur langganan saya) setelah dicukur, terus pas kepala kita dipijit-pijit (ditekan) ada suara kretek,kretek sendi gitu.

Kembali ke masalah kretek,kretek pas lari (lagi). Kayanya yang terjadi di tulang tengkorak pun sama juga dengan tulang dada saya . Pas renang, si sendi mati di dada itu di-kretekin oleh gerakan-gerakan renang. Yah, plong juga akhirnya. Sekarang semua gerakan yang biasa saya lakukan jadi terasa lebih ringan...


PS:Semua pernyataan science dalam artikel ini berdasarkan pengamatan,pengalaman,dan pengetahuan saya. Jika ada yang lebih menguasai ilmu medis dan biologi, mohon dikoreksi..
:)

29 Desember 2008

Journey to The Center of Java: Coming Soon

"Ghan, ke Magelang teh tanggal 24 ya?Ibu boleh ikut ga?..."
"Nanti klo Ghani reuni, ibu ikut aja ya...mau ngajak mamahnya Nicko, Diaz, dan yang lainnya juga..."

----
Percakapan malam ini menyadarkan saya, ternyata bukan saya aja yg kangen sama Lembah Tidar, Ibu pun kangen. Yeah, siapa yang ngga rindu suasana alam yang asri dan segar di sebuah kota di utara Yogyakarta itu. Apalagi klo pergi kesana dengan bus/ kereta api. Pemandangannya...Subhanallah...

Minggu terakhir Januari nanti saya berencana ke kota tersebut. Sebenernya lebih tepat disebut 'kabupaten tersebut', soalnya tujuan utama saya bukan kotanya. Niatnya mau berpartisipasi di SG angkatan 16, ngelegalisir ijazah, dan wisata kuliner Magelang & Jogja (klo sempet). Kemaren2 udah ngiler ayam Ninit dan jus nanas di Fantasia. Mau nyobain nasi padang di perempatan (apaaa..gitu), walaupun rasanya pasti sama2 aja dengan yang di Bandung tapi suasananya pasti beda.

Insya Allah...
Kami akan berangkat...setelah melewati UAS-UAS ini...haaaaaaagh..saatnya belajar lagi!!

to be continued...

28 Desember 2008

Acara PanDa Jabar-Banten 2008


Kemarin, sekali lagi, akhirnya, ada juga acara tahunan yang dinanti-nantikan...Acara Silaturahmi Panda Jabar - Banten, atau biasa disebut acara Panda Bandung...
Panda??Bukan nama hewan. Panda itu singkatan dari Panitia Daerah. Waktu dulu seleksi masuk SMA TN, kita disaring dulu di Panda masing2. Bandung itu Panda ke...(berapa ya?Lupa). Singkat kata, anak-anak se-Panda dulu pasti saling mengenal dg baik, soalnya berjuang bareng2 dari awal. Ortu2 yang se-Panda juga lebih kompak dan deket soalnya klo anak-anaknya pulang kampung, mereka pasti kumpul-kumpul. Minimal kumpul pas ngejemput dan ngelepas kepergian anak-anaknya ke Magelang (dengan Kramat Djati tentunya...hehe..masih ngga y?)
Acara Panda juga biasanya jadi ajang untuk reuni kecil-kecilan alumni yang ada di kota bersangkutan. Makanya saya semangat banget datang ke acara ini. Jarang-jarang...setaun sekali.


Acara Panda Bandung 2008 ini diadakan di Preanger. Hmm..semakin tahun semakin meningkat saja. Pas jaman saya dulu (tahun 2003), kami panitianya mengadakan acara Panda di Mahmillub (Jl.Jawa--deket SMP saya dulu,SMP 5), tahun 2004 di Pindad, tahun 2005 di Jl.Gudang Utara (markas tentara juga), tahun 2006 di Lembang (Seskoau)-->ini view-nya paling keren. Nah, tahun 2007 mulai meninggalkan tempat-tempat kemiliteran, jadinya diadakan di tempat umum yaitu di Rumah Makan Urang Bandung (klo ga salah yang punya adalah salah satu ortu siswa). Tahun ini adik2 siswa dan ortu2nya mengadakan acara di Grand Hotel Preanger.
Alumni yang pertama datang tentu saja mantan anggota Kehed (sebutan Panda bandung di TN,tapi karena dirasa kasar, dan sepertinya sudah banyak orang2 di Magelang yang tau arti Kehed, akhirnya waktu saya jd pengurus Panda, Kehed diperluas lagi jadi singkatan dari "oKE dan HEbaD"...hehe..maksa..). Back to topic:Saat itu Fortuners yang datang saya, Alvin (mantan waka Panda Bandung dulu), Majid, Diaz, Nicko, Bhisma, & Daus. Adik2 angkatan 15 dan 16 juga lumayan banyak yg datang. Angkatan 13 ada B'Fandi,B'Piki & "seseorang",& B'Efa.
Acara megah, kerasa banget, Preanger gitu loh. Dan ternyata si adik2 siswa ini nyewa EO juga. Bagus...bagus...klo dipikir-pikir logis juga sih, acara segede itu dengan SDM yg dikit dan waktu yg mepet, memang butuh orang luar buat nyiapin. Cuma yah..asa ada yg kurang aja gitu, kreativitas mereka kaya dikekang.
Acara tradisinya masih sama. Serah terima kujang, sebagai simbol kepemimpinan Panda Jabar-Banten. Diiringi dengan jajar kehormatan. Cuma ga ada lagi nyanyiin Mars & Hymne TN, jadinya kaya kurang khidmat (ato mungkin dinyanyiin di akhir acara y?gtw jg, soalnya kmaren pulang duluan).
Acara selanjutnya sambutan-sambutan dan serah terima kepengurusan Paguyuban Ortu Sis Jabar-Banten. Di sini ada sambutan dari Kepsek juga, Brigjen (purn) Djuari. Denger-denger beliau mantan prajurit Kopassus. Yah, kami memang tidak sempat dipimpin beliau. Saat kami lulus, saat itu pulalah terjadi pergantian kepemimpinan di TN. Pa Untung (kepsek lama) diganti oleh Pa Djuari ini.
Parade seragam TN pun ada di acara Panda kali ini. Masih sama tiap taun. Mungkin karena seragam yang khas, memandangnya pun ga bosen.hehe. Di foto sebelah ini ada seragam u/ belajar malem, pakaian dinas pesiar malam (yg pake jas biru tua),pakaian dinas harian (putih-abu2), pakaian dinas lapangan (ijo-ijo), baju Jagra, OR, & Pramuka.

Setelah itu, ada acara bincang-bincang dengan alumni. Untuk kedua kalinya setelah tahun lalu, saya kembali jadi pembicara di sini. Isinya sharing-sharing pengalaman selama di TN dan setelah lulus. Orang-orang yang bicara di depan bisa diliat di foto ini:
Ki-Ka: Befri (Akmil),Danur (UNPAD), Indra (Akpol), Ghani (ITB), Alvin (IT Telkom), Diaz (NTU), Bhisma (AAL)

Acara yg dinanti-nanti tentunya makan siang!Haha...jadi dejavu, liat anak-anak TN yg ngambil makanan banyak banget...

Sayangnya saya ga bisa ikut acara sampe akhir. Ada keperluan di kampus. Makasih buat Barudak Kehed! Keep at good work, Bro!
TN XIV:Diaz,Daus,Nicko,Alvin,Bhisma,Majid,Ghani

22 Desember 2008

Malem-malem di Cicadas

Malam minggu kemaren, kami, pengurus XXXIX LSS ITB nginep di suatu tempat di Cicadas. Sebuah kawasan sentra komersil terpadat di kota Bandung. Berbagai macam isu dibahas, dari mulai agenda kecil hingga agenda badag (yeah!). Menjelang tengah malam, setelah sebagian besar dari kami terlelap dalam buaian angin malam yang sepoi-sepoi (poi ga ikut, bukan dia), saya ngoprek leptopnya si Iqbal dan nonton film-film hasil nyedot di rileks yg selama ini ga sempet ditonton gara-gara banyak tugas. Film yang direncanain mau ditonton ada tiga, Transporter 3 dan Mission Impossible 3. Pokonya tiga banget lah malem itu. Yang masih bangun juga tiga orang. Candra, Riva, dan saya.

Hmmm…film pertama, Transporter 3.





Film ini mikir banget. Tingkat tinggi lah. Susah nangkep. Bukan gara-gara alur ceritanya yang kompleks, tapi gara-gara subtitle-nya ga mau keluar. Jadilah saya menonton dengan kening berkerut dan telinga berdenyut. Meskipun nilai TOEFL pas TPB dulu lumayan, tapi kejadian malem ini kayanya mengingatkan saya untuk cepat-cepat belajar intensif bahasa Inggris lagi buat ningkatin TOEFL.

Film yang dibintangi Jason Statham ini mirip-mirip dengan James Bond. Tapi bedanya dia kerja sendiri dan mainan utamanya mobil sama keahlian beladiri yang dia dapat waktu masih jadi tentara. Fighting scene-nya lumayan keren. Mirip James Bond yg diperanin si Craig (klo Pierce Brosnan kayanya ga akan se-harak itu). Dalam film ke-tiga dari transporter ini (saya ga tau Transporter ke-dua tentang apa ya…?), ceritanya si Frank (tokoh utamanya) harus mengantar putri dari pejabat lingkungan Ukrania dengan selamat. Secara umum cerita ini berkaitan dengan isu lingkungan, tentang pembuangan limbah nuklir. Jalan ceritanya berkelok-kelok, penuh konflik dan kepentingan, tapi yang pasti jagoannya menang di akhir (udah ketebak). Mobil yang dipake pun keren. Merek mobil Audi dan Mercedes Benz muncul di sini dan teknologi yang mendominasi di film ini adalah GPS (Global Positioning System). Dimirip-miripin sama James Bond lagi, di film ini ada figur seorang wanita (seperti Bond's girl). Walaupun tidak secantik Olga Kurylenko, tapi lumayan buat menemani kesepian si Frank. Kata si Bos, Statham itu dulunya stuntman (pantes aja aksinya mantap), dan setelah saya liat di Wikipedia dia memang spesialis aksi-aksi ekstrim kayanya (soalnya dulu direkrut oleh agensi bagian per-atlit-an). Transporter 3 ini cukup menegangkan dan layak ditonton oleh penggemar film2 hi-tech, detektif, dan spy macam MI dan JB.

1 ½ jam, berlalu, menuju film ke-dua: Mission Impossible 3

Film ini dirilis tahun 2006. Klo mau lihat resensinya mungkin sudah banyak beredar di jagat maya ini. Saya baru nonton karena memang baru sempet sekarang (waktu taun di rilis masih merantau dan emang ga terlalu suka nonton b

ioskop). Film kali ini menceritakan si Ethan Hunt (Tom Cruise) yang nikah dan tetep harus menjalankan misi dari IMF (Impossible Mission Force). Penculikan, penggunaan teknologi, dsb. melekat di film ini (sama seperti film2 spy lainnya). Yang menurut saya keren dari film ini adalah kemampuan berpikir si Ethan yang cepat. Taktis dan tepat sasaran, mampu berpikir di saat-saat yang kritis, kuat, dan cekatan (yes..Tactical and Deadly action). Akhir dari cerita ini juga udah ketebak…di akhir, jagoannya menang dan hidup happily ever after. Link:http://www.imdb.com/title/tt0317919/plotsummary


Malam semakin larut dan pagi semakin mendekat. Setelah solat subuh, saya tergoda untuk menonton film lainnya: Tropic Thunder

Film dengan genre komedi ini cukup belegug. Film ini bercerita tentang pembuatan film perang yang sangat hebat, dahsyat, dan paling mahal di dunia yang tidak pernah dibuat (the gratest, the most expensive, war movie that NEVER made). Menurut salah seorang teman saya di LSS, film ini ga terlalu rame, tapi setelah menonton dengan menghiraukan opini dia, film ini cukup menegangkan, konyol, dan lagi-lagi belegug.

Cerita dimulai saat sebuah persh film dengan sutradara yang belegug (bukan sutradara asli filmnya!) berniat membuat sebuah film tentang Sergeant Four Leaf, pahlawan Amerika di Vietnam (ceritanya…). Berbagai macam efek perang yang mahal mereka pakai untuk pembuatan film ini. Namun sayangnya koordinasi yang buruk dari sang sutradara menghancurkan semua ini. Setelah dicaci maki oleh produser yang memberikan biaya untuk pembuatan film, si sutradara mendapat bisikan dari orang yang mengaku adalah Sgt. Four Leaf yang asli. Dia menyarankan membuat film perang asli dengan menaruh aktor-aktornya di medan hutan dan membiarkan mereka melalui jalur perang yang asli. Kejadian buruk pertama menimpa si sutradara karena dia menginjak ranjau asli bekas perang Vietnam dan mati! Namun para pemain film menganggap itu hanya rekayasa belaka. Perjalanan dilanjutkan dan rombongan "tentara" itu bertemu dengan gembong narkoba Vietnam. Jadilah mereka bertempur dengan PD-nya (dikira itu bagian dari script) dan…menang. Di tengah perjalanan, seorang aktor menyadari klo mereka menjalani medan yg asli, akhirnya rombongan terbagi dua dan setelah itu mereka mulai melakukan kejadian2 konyol. Mulai dari tertangkap gembong narkoba tetapi menyangka itu masih termasuk script bagian POW (prisoner on war), melakukan aksi penyelamatan, sampai akhirnya berhasil menghancurkan gembong narkoba tersebut….dan lagi-lagi, jagoannya menang.


Film-film ini bagus, cukup menghibur di akhir pekan yang banyak tugas…



20 Desember 2008

Beberes Badag LSS

Entah kenapa,
saya ga pernah ikut beberes badag LSS secara full...dari awal ampe akhir...
pas tingkat 1 ga ikut (ikut SBT di Salman klo g salah)
pas tingkat 2 cuma bentar (ada apaaa gitu...yg penting)
pas tingkat 3 (sugan teh hari minggu...jadi we telat datang-->kyny efek kebanyakan tugas dan pas si tugas udah dikumpulin jd lupa tgl2an)

soridorimori ya....
semoga taun depan bisa ikut dari awal ampe akhir,,

18 Desember 2008

Memorabilia

Mungkin gara-gara saya lupa berdoa sebelum tidur jadinya tadi malam mimpi aneh..
Ceritanya saya disuruh beli tiket kereta api sama bapa, jurusan Bandung-Padang. Saya & beberapa penumpang yg hendak pergi dg KA, ngantri dari subuh di sebuah stasiun kecil. Pas buka tiba-tiba Eka (anak sipil) datang (biasa..mimpi, saling menyambung dengan tidak jelas). Dia bawa draft tugas besar pelabuhan kami yang ditolak sama asisten (waa!mimpi buruk...padahal aslinya draft udah kami ambil lagi kemaren). Trus pas loket udah buka, si petugasnya menolak melayani saya. Dengan alasan: TIDAK ADA JALUR KERETA API YANG MENGHUBUNGKAN BANDUNG-PADANG!---oia ya....(dasar mimpi...)


Nah, mimpi pun bersambung....
Sekarang saya ada di ITB. Tiba-tiba ada kunjungan dari taruna (calon perwira) Akademi TNI. Yang datang teman2 saya di SMA dulu. Wah, tak disangka, ternyata mereka sudah bukan taruna lagi. Saya melihat sejumlah sosok yang dulu pernah satu almamater. Ada Danton, Tatat, Aris Anas (Rambo), Bhisma, Asman, dll. (maklum.,.mimpi sering cepat lupa). Mereka memakai seragam hijau (bwt yang AD), hitam (AL-->klo g salah warna hitam itu seragam internasional pelaut), tapi saya ga liat warna biru Angkatan Udara (mungkin lupa, apakah ada atau engga di mimpi). Wah, jd teringat masa lalu waktu saya masih sama seperti mereka: menjadi calon taruna. Yup, saya sempat mengikuti pembinaan calon taruna Akademi TNI/Polri hingga akhirnya Allah SWT memilihkan saya jalan yang lain.
Kami bercengkrama di GOR ITB (bangunannya putih, bagus, isinya lengkap), bukan Sabuga atau GSG loh! Nah, untuk bagian ini saya ga tau ada di sebelah mananya di ITB, tapi di mimpi ini ada. Pokonya di mimpi itu kami saling bercengkrama, melepas rindu, foto2, maen, dll...Sungguh mimpi yang membangkitkan kenangan masa lalu!


Kembali ke dunia nyata...
Tahukah kalian teman??
Di mimpi itu atau di dunia nyata, ada sekelompok orang-orang seumuran kita yang tengah digembleng dengan kerasnya di sebuah kawah Candradimuka. Saat libur lebaran yang lalu, teman saya pernah bercerita, bahwa mereka sudah diberi wewenang untuk memimpin satu regu pasukan baru (prajurit dua)... inget loh!yang memimpin itu umurnya sama dengan mahasiswa tk.3). Jika saya mengingat kehidupan mereka, saya sering termotivasi dan malu sendiri. Dengan usia yang sama, apakah saya sudah bisa memikul tanggung jawab yg setara dengan mereka. Kadang-kadang sebagai mahasiswa (k'lo yg mahasiswa) kita masih sering males-malesan, deadliner dalam mengumpulkan tugas, nyontek pas ujian, melakukan senioritas sempit (menganggap anak baru gatau apa2---mungkin), dll.,dsb, dmcmcm.

Saya harap tulisan ini bisa mengingatkan kita dan diri saya sendiri tentang makna usia dan kedewasaan. Semakin bertambahnya usia, semakin besar pula amanah/tanggung jawab yang harus kita emban. Semoga kita menjadi bagian dari orang-orang yang bisa menjaga amanah tersebut...Amiin.
Kiri-Kanan:Rembo,Ghani,Bhisma (tahun 2006)

Khusus buat Fortuner, di mana pun klean berada:
I MISS YOU ALL!!!

"...janji kita kan slalu abadi sampai akhir nanti,
hingga Yang Kuasa memanggil kita, kita tetap setia..."

15 Desember 2008

Making Up My Room

wiiih...
Setelah seminggu hectic di Sipil, akhirnya ada juga waktu bareng keluarga. Jadilah sabtu (13/12) dan minggu (14/12) kemaren qt kumpul bareng & sekalian beres2 rumah...
Saya sendiri mengubah tata letak benda-benda yg ada di kamar. Tujuannya tentu saja biar dapet suasana baru, jadi persiapan buat UAS "tahun depan" bisa lebih enak...

Kamar saya luasnya 2,2x3,3 m. Ga tau apakah ukuran segitu termasuk sempit ato ngga buat anak non-kos-an seperti saya, yang pasti saya menikmati kamar ini dari kelas 2 smp dan setelah itu ditinggal 3 tahun buat ngerantau ke Magelang...sabar ya kamar...hehehe(fuji mode:on). Konfigurasi kamar saya yang dulu emg berkesan sempit. Pas deket pintu masuk, kasur dan meja komputer langsung mengapit, di ujung ada meja belajar. Jadi k'lo mau belajar harus melewati celah sempit itu dulu. Nih di bawah ini contoh kondisi kamar yang dulu...
Nah, setelah dipindahkan sana-sini, barang2 yg ga kepake dibuang, disapu, dipel 3x (serius nih!), akhirnya jadi juga si kamar punya wajah baru...


<--Dari sisi 1
Dari sisi lainnya-->







Fiuuh..dengan diselingi maen2 & nonton film bareng ade2, akhirnya selesai juga ngerombak si kamar. Walaupun cape, saya bersyukur bisa melupakan sejenak tugas-tugas irigasi, bandara,pelabuhan,dsb. dan mengisi waktu luang bareng keluarga...

FAMILY FIRST!!!

07 Desember 2008

Ksatria Baja Hitam = Kamen Rider Black


Apakah Anda pernah menikmati masa kanak-kanak di tahun 1994-an?

Masih ingatkah dengan Kotaro Minami??


Memang sangat menyenangkan waktu kita nonton serial KBH & penerusnya (KBH RX,Bio,Robo,dll.). Akibat ketagihan, saya sendiri selalu mengikuti film tersebut, sampe bela-belain beli tabloid Fantasi, yang dulu sering menulis sinopsis film2 anak. Keren banget waktu si Kotaro Minami loncat dari jendela gudang pake Belalang Tempur. Intro-nya bener-bener mengesankan. Memang bagian itu yang sangat saya sukai.

Film KBH juga sepertinya menandakan zaman keemasan Indonesia. Sadar atau tidak, tahun-tahun itu semua produk asing (impor), pasti di-Indonesiakan. Kamen Rider Black=Ksatria Baja Hitam, Frisian Flag=Susu Bendera,Milkmaid=susu cap nona, bahkan komik Doraemon yang terbit di tahun-tahun tersebut di-Indonesiakan dengan mencantumkan kota-kota di Indonesia dan tempat-tempat lainnya (maksa sih…)

Tapi ada bagusnya juga pemerintah saat itu. Mereka berusaha menanamkan frame nasionalisme secara merakyat. Tetapi kurangnya, kita tidak kreatif. Produk-produk yang dibanggakan anak-anak saat itu sebenarnya adalah milik bangsa lain…

Nah, sekarang zaman sudah berubah. Begitu pun si KBH,susu bendera, dsb. Mereka sudah kembali ke namanya masing-masing. Kita pun seharusnya kembali ke jati diri kita sendiri. Sekarang waktunya kreatif. Waktunya membuat sebuah sosok pahlawan dalam negeri. Tentunya bukan berarti kita menutup diri dari budaya bangsa luar. Bisa saja Ksatria Baja Hitam merupakan sosok yang memberikan motivasi kepada generasi-generasi yang dulu duduk manis di depan TV untuk menontonnya beraksi…



…ingin bernostalgia???


Kamen Rider Black
Kamen Rider Black.
Music: Eiji Kawamura
Vocals: Tetsuo Kurata

----------------------------------
Toki o koero Sora o kakero Kono hoshi no tame

Kimi wa mita ka Ai ga Makka ni moeru no o ?
Kurai yami no soko de Kiken na wana ga matsu
Shinjiru yatsu wa justice Shinjitsu no Ooja
Yume o mitsuzukeru koto ga Ore no fantasy

Ikiru koto ga suki sa Aoku ukabu cosmo
Toki o koero Sora o kakero Kono hoshi no tame
Atsuku moyase Namida nagase Asu to iu hi ni
Kamen Rider BLACK Kamen Rider BLACK

Kuroku hikaru body Haato ni ti ga kayou
Kaze ga hakobu uta ni Kimoti ga futo yureru
Shinpai shitagaru magician Ayashige na esper
Tatakau toki wa soldier Ore no hokori sa
Kono Tikyu ga suki sa Kokoro yurushita tomo
Towa ni mamore Wakasa hajike Kono ai no tame
Ima o moyase Tsuyoku ikiro Kyu to iu hi o
Kamen Rider BLACK Kamen Rider BLACK

Shinjiru yatsu wa justice Shinjitsu no Ooja
Yume o mitsuzukeru koto ga Ore no fantasy
Ikiru koto ga suki sa Aoku ukabu cosmo
Toki o koero Sora o kakero Kono hoshi no tame
Atsuku moyase Namida nagase Asu to iu hi ni
Kamen Rider BLACK Kamen Rider BLACK

Link:
http://kamenrider.com

04 Desember 2008

Admiral : Love, Sacrifice, Honour

A must seen film!

Mungkin dari segi bahasa percakapan-percakapan yang ada di film ini tidak bisa begitu saja kita tangkap (kecuali ada subtitle-nya), karena ini memang film buatan Rusia.
Namun, film yang menyoroti kisah patriotisme seorang perwira Rusia ini cukup menarik untuk diambil pesan moral yang ada di dalamnya. Film Admiral ini menggambarkan kepada kita bagaimana hebatnya sebuah loyalitas untuk bertahan di medan perjuangan.




Ibo silna, kak smert, lyubov. ("For as strong as death is love.")

Tokoh utama dalam film ini, yaitu Alexander Vasiliyevich Kolchak (diperankan oleh Konstantin Khabensky), merupakan seorang tokoh angkatan laut Rusia di masa PD I. Kepemimpinan dan keberaniannya dalam pertempuran menyebabkan ia mendapat promosi dari Tsar Nicholas II menjadi vice-admiral termuda di Rusia saat itu.

Kesetiaannya kepada raja dan negara sangat kuat dan ia sangat menjunjung tinggi profesionalisme sebagai seorang tentara/perwira. Hal ini dibuktikan saat Kolchak memiliki affair dengan salah seorang istri perwiranya (entah apakah di sejarah yang sebenarnya hal ini terjadi/tidak), juga saat terjadi revolusi Bolshevik, kesetiaannya kepada raja dan negara tidak pernah pudar (fyi: saya pernah mendengar dari seorang teman saat SMA,bahwa perwira laut biasanya loyalitasnya paling tinggi). Saat revolusi terjadi, semua perwira Rusia dibunuh oleh pengikut Lenin (yg nanti dijuluki Red Army). Kolchak pun dipaksa untuk menyerahkan diri. Untuk mencegah pertumpahan darah, ia menyuruh para perwiranya untuk menyerah dan ia sendiri memilih membuang pedang perwiranya ke lautan ketimbang harus diserahkan kepada para pemberontak. Setelah revolusi tersebut, Kolchak bergabung dengan Provisional Government yang anti Bolshevik. Ia memimpin tentara (White Army) untuk melawan kaum Bolshevik. Berbasis di Omsk, sebuah kota di Siberia, ia melancarkan perlawanan terhadap pasukan merah Soviet (inilah awal perang saudara di Rusia). Namun pada akhirnya, perjuangan Kolchak harus terhenti saat ia ditangkap dan ditembak mati.

Gambaran perjuangan dalam film ini sangat menarik. Dengan loyalitas yang tinggi dan ditengah bercampurnya urusan pribadi, Kolchak tetap berkepribadian sebagai seorang perwira yang tangguh. Mungkin jika Indonesia bisa membuat (lagi) film-film perjuangan dengan kualitas yang bagus (tentunya), dapat juga menjadi inspirasi bagi kita semua.

Di saat tidak ada lagi sesuatu (materi) pun yang kita miliki, hanya kebanggaanlah yang dapat membuat kita bertahan dalam sebuah perjuangan...